Meimonews.com – Guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengeluarkan kebijakan keringanan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) pertama sebesar 25 persen.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus pada pertemuan dengan para dealer otomotif di Kantor Gubernur Sulut, Jln. 17 Agustus Manado, Selasa (24/2/2026),

Mendampingi Gubernur pada pertemuan tersebut Kepala Bapenda June E. Silangen, Kabid Pajak Paultje Salawati, dan Kepala UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Pengelola Pendapatan Daerah) Manado Michael Langelo

Pertemuan bersama para dealer otomotif yang beroperasi di wilayah Sulut tersebut guna membahas upaya mendorong pertumbuhan sektor otomotif serta memberikan peluang dalam membeli kendaraan bermotor untuk digunakan sebagai sarana mobilisasi kegiatan usaha.

 

Pertemuan yang dipimpin Gubernur tersebut membahas kebijakan pemberian keringanan BBN-KB pertama 25 persen. Kebijakan ini akan dilaksanakan melalui Bapenda Sulut sebagai bentuk stimulus ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa sektor otomotif memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah. Dengan adanya keringanan BBN-KB pertama ini, diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung.

“Melalui kebijakan keringanan ini, pemerintah berharap dapat memberikan stimulus bagi masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan baru,” ujar Gubernur.

Selain membantu meningkatkan penjualan di sektor otomotif, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian daerah, dan dengan akan adanya pembukaan ijin pertambangan rakyat kedepannya dapat memberikan stimulus ekonomi terutama didalam pembelian kendaraan bermotor baru untuk pengelolaan pertambangan rakyat.

Para perwakilan dealer otomotif yang hadir menyambut baik kebijakan ini dan menyampaikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung dunia usaha.

Mereka optimis bahwa kebijakan keringanan BBN-KB sebesar 25 persen tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan transaksi penjualan kendaraan di Sulawesi Utara.

Pihak dealer juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan kebijakan keringanan ini secara optimal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha otomotif, serta dukungan masyarakat, diharapkan kebijakan ini dapat menjadi stimulus nyata bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara, sekaligus meningkatkan penerimaan daerah secara berkelanjutan melalui sektor pajak kendaraan bermotor.

Kebijakan ini juga diharapkan menjadi momentum positif bagi pemulihan dan penguatan sektor perdagangan otomotif di daerah, serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Stimulus 25 persen ini, sebut June kepada Meimonews.com, usai kegiatan, akan juga berdampak positif dengan dibukanya pertambangan rakyat di Sulut.

“Ini mejadi batu loncatan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di mana koperasi sebagai leading sector,” ujar June.

Setiap koperasi, tambah pejabat karier ini, memerlukan stimulus. Dan kebijakan keringanan BBN-KB tersebut akan mendorong hal tersebut. (elka)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2026 di Ballroom Kantor Pusat BSG, Manado, Kamis (12/2/2025).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam momen tersebut. Selain kinerja BSG tahun buku 2025, ada keputusan penting dilakukan, di antaranya pengangkatan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi baru.

Pertemuan strategis ini menegaskan keberhasilan BSG dalam menjaga pertumbuhan kinerja yang solid dan berkelanjutan selama periode 2023 hingga 2025 di tengah dinamika ekonomi yang ada.

Capaian kinerja keuangan 2025 berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, BSG berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator keuangan utama dibandingkan tahun sebelumnya:

Total aset meningkat menjadi Rp 23,67 triliun, tumbuh dari posisi Rp21,11 triliun pada tahun 2024. Kredit yang diberikan mencapai Rp 16,54 triliun, menunjukkan ekspansi fungs intermediasi yang sehat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 15,92 triliun.

Laba tahun berjalan, BSG sukses membukukan laba sebesar Rp 386,78 miliar, meningkat signifikan dari perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp 300,63 miliar.

Transformasi dan ekspansi strategis, perjalanan BSG dalam tiga tahun terakhir ditandai dengan berbagai langkah berani. Pada tahun 2023, BSG meresmikan Kantor Perwakilan Gorontalo serta Kantor Pusat baru di Kawasan Marina Plaza Manado, yang kini menjadi simbol transformasi BSG menjadi bank regional yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Di sisi layanan, fokus penguatan kualitas pada tahun 2025 membuahkan hasil membanggakan dengan masuknya BSG dalam jajaran 10 besar Bank dengan Pelayanan Terbaik versi Infobank.

Pengakuan ini diperkuat dengan raihan penghargaan Best Regional Bank in Service Excellence 2025 serta penghargaan dari jaringan ATM Bersama atas kinerja transaksi yang unggul.

Reputasi dan penghargaan nasional. Konsistensi BSG juga diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Peringkat A (idn) dari Fitch Ratings Indonesia yang mencerminkan kondisi keuangan stabil dan prospek usaha yang solid; Penghargaan The Best Performing Bank dari Infobank selama lima tahun berturut-turut (2020-2024).

Pengakuan kepemimpinan bagi Direktur Utama BSG Revino Maudy Pepah, yang masuk dalam jajaran Top 100 CEO versi Infobank pada tahun 2023 dan 2024; Paritrana Award atas komitmen terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama Revino Maudy Pepah, Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin, Direktur Umum Joubert RJ Dondokambey, Direktur Operasional Louisa J. Parengkuan Direktur Dana Trisuri Rudiyanto Katili dan Direktur Kredit Esther Rampengan

Dalam RUPS, beberapa kepala daerah antara lain Gubernur Gorontalo, Bupati Minahasa Utara, Bupati Boalemo, Bupati Sangihe, dan Bupati Bolaang Mongondow Utara memberikan masukan strategis, antara lain meningkatkan produk digital, memperkuat tata kelola dan ekspansi bisnis agar BSG dapat makin berkembang ke depan.

Direktur Utama Revino Maydi Pepah dalam pemaparan kinerja Perseroan menyampaikan bahwa kinerja keuangan BSG sepanjang tahun 2025 bertumbuh dan menyentuh laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Namun masih banyak kekurangan yang akan diperbaiki di sepanjang tahun 2026 agar bisnis BSG lebih diversifikasi, antara lain melakukan ekspansi bisnis yang berkualitas, optimalisasi biaya serta penguatan tata kelola, agar dapat menunjang keberlanjutan Rencana Bisnis Bank.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus memberikan apresiasi kepada para Pengurus dan seluruh insan BSG selama tahun buku 2025, atas dedikasi dan kerjakeras hingga BSG dapat bertumbuh op􀆟mal di tengah gejolak ekonomi selama tahun 2025.

Gubernur meminta agar semangat dan kerja keras tersebut dibawa terus di tahun 2026 sehingga dapat meningkatkan laba yang berimbas pada meningkatnya dividen/PAD untuk pemerintah. “Seluruh kepala daerah, sebagai pemegang saham dan nasabah, wajib menabung dan mengajak masyarakat untuk simpan uang di BSG” ujarnya.

Dalam RUPS Luar Biasa, selain memaparkan capaian kinerja, disepakati sejumlah langkah strategis kelembagaan. Salah satu agenda utama adalah penetapan perubahan susunan pengurus perseroan untuk memperkuat tata kelola dan menjawab tantangan industri perbankan di masa depan. (Baca : Hasil RUPS LB Tahun 2026, Dirut Tetap Dipegang Revino M. Pepah, Komut Berganti dari RML ke GSVL)

Komisaris Utama dijabat Godbless SV Lumentut, Komisaris Independen Jaclyn Koloay, Rania Riris Ismail dan Djafar Alkatiri, Komisaris Diane ND dan Max Kembuan.

Dengan dukungan penuh dari para pemegang saham dan kinerja yang terus bertumbuh, BSG kian memantapkan posisinya sebagai mitra pembangunan daerah yang terpercaya sekaligus bank pembangunan daerah yang diperhitungkan di kancah nasional. (elka)

Meimonews.com – Tingkat kepatuhan membayar pajak seperti pajak kendaraan bernotor (ranmor) hendaknya ditingkatkan mengingat penerimaan daerah tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan.

Berbagai kebijakan diberikan pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian/perhatian bagi mereka yang membutuhkan. Di lain pihak, kepatuhan membayar pajak termasuk pajak ranmor seyogianya menjadi pula komitmen/perhatian dari para wajib pajak.

Berdasarkan data yang ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, capaian realisasi terhadap target pajak ranmor hingga Desember 2025 baru mencapai 41,16 persen.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel (duduk) bersama Joan Pinontoan saat bertemu di ruang saat diwawancarai di ruang kerja Sekretaris Bapenda Sulutu

Itulah sebabnya, berbagai upaya dilakukan Kantor Pusat Bapenda Sulut dan jajarannya yakni Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD PPD) yang ada di Kabupaten/Kota di Bumi Nyiur Melambai ini bisa sesuai target, atau minimal mendekati.

“Capaian realisasi terhadap target sampai Desember 2025 mencapai 41,16 persen dari 312.797 unit (177.095 R2 dan 135.702 R4),” ujar Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Jumat (13/2/2026).

Dari 15 UPTD PPD yang ada di Sulut, Kepulauan Sangihe tertinggi hasil capaiannya yakni 47,54 diikuti Tomohon 44,78 persen dan Manado 43,35 persen.

Dihubungi terpisah di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026), Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel menjelaskam, jumlah total kendaraan bernotor R2 dan R4 sebelum jatuh tempo adalah 760.031 unit dengan perincian R2 sebanyak 545.596 kendaraan, sementara R4 sebanyak 214.435.

Dirincikan, realisasi pajak kendaraan bermomor (PKB) Sangat Patuh (sebelum jatuh tempo) berjumlah 108.388 unit (57.497 R2 dan 50.891 R4), Patuh (sesuai jatuh tempo) 17.561 unit (8.979 R2 dan 8.582 R5).

“Khusus yang Kurang Patuh (Penunggak) sebanyak 186.848 unit (110.619 R2 dan 76.229 R4),” ujarnya di dampingi Joan Pinontosn (Analis Kebijakan Ahli Muda). (elka)

Meimonews,com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar Rapat Rekonsiliasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di ruang rapat Kantor Bapenda Sulut, Jalan 17 Agustus No. 69 Manado, Kamis (12/2/2026).

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen ini dihadiri pejabat eselon 3, eselon 4 dan Bendahara Penerima UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah) dan KTU (Kepala Tata Usaha).

Hadir pula Kepala Bidang Akuntansi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulut Idowati Ragukguk, yang juga memberikan pemaparan.

Dalam arahannya, June memaparlan beberapa poin penting terkait dengan peningkatan perpajakan, yang merupakan sumber pendapatan daerah untuk pembiayaan pembangunan di daerah ini.

Poin-poin.tersebut di antaranya, peningkatan kapasitas pengelolaan administrasi perpajakan terkait penerimaan dan pengelolaan data piutang; penginputan laporan penerimaan kedalam SIPD pendapatan secara tepat waktu.

Selain itu, pengawasan secara berjenjang atas pengelolaan perpajakan dan administrasi pendukungnya.

Dikemukakan, realisasi PAD per 31 Desember 2025 mencapai Rp.1.389.956.568.830,25 atau 91,87 persen dari target PAD Rp. 1.512.985.180.160,00

Idowati memaparkan, dalam kaitannya dengan rekonsiliasi penerimaan, diharapkan aplikasi di Bapenda Sulut diintegrasikan kembali dengan sistem keuangan BSG; disiplin melakukan pengimputan secara harian pada aplikasi keuangan daerah.

Selain itu, pengimputan harus dilengkapi dengan bukti setoran yang sah dan melakukan pengecekan pada RKUD atau rekening penampungan bahwa pendapatan sudah benar-benar diterima.

“Rekonsiliasi dengan Bidang Akuntansi BKAD harus dilaksanakan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya,” tambahnya. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2026 di Ballroom Kantor Pusat BSG, Jln Pierre Tendean No. 100 Manado, Selasa (10/2/2026).

Ada sejumlah agenda dibahas dalam RUPS Tahunan dan RUPS LB 2026 yang dihadiri Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, perwakilan PT. Mega Corpora selaku Pemegang Saham Pengendali 2, para Pemegang Saham BSG, Komisaris dan Direksi BSG serta Pengurus Koperasi Karyawan BSG tersebut.

Salah satu agenda penting yang diputuskan dalam momen tersebut adalah adanya pergantian dan penambahan jabatan.

Untuk jabatan Komisaris, ada yang tetap tapi ada yang berubah. Komisaris Utama yang sebelumnya dipegang oleh Ramoy Markus Luntungan (RML), kini dipegang Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), mantan Walikota Manado.

Nama-nama komisaris lainnya adalah Djafar Alkatiri, Jaclyn Koloay, Max Kembuan (pejabat lama) serta Rania Riris Ismail dan Diane (pejabat baru)

Untuk jabatan Direksi, Direktur Utama tetap dpegang Revino M. Pepah sementara jabatan lainnya adalah Direktur Operasional Louisa Parengkuan dan Direktur Umum Joubert Dondokambey (tetap menjabat), Direktur Kredit Tetty Rampengan, Direktur Dana Rudiyanto Katili dan Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin (pejabat baru). (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah bersama Komisaris Utama Ramoy M. Luntungan menghadiri Rapat Sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia tahun 2026, Selasa (3/2/2026).

Acara yang diadakan di Gedung AA Maramis, Kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta ini dihadiri oleh perwakilan seluruh BPD serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat kolaborasi antar-BPD dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Kehadiran langsung otoritas dalam hal ini OJK menegaskan pentingnya peran BPD dalam stabilitas dan inklusi sistem keuangan Indonesia.

Rapat membahas berbagai agenda penting, termasuk strategi penyaluran kredit untuk sektor prioritas, penguatan modal, manajemen risiko, serta inovasi produk dan layanan digital yang dapat diimplementasikan secara kolektif oleh BPD.

OJK juga memberikan arahan terkait kebijakan terbaru dan harapan terhadap peran BPD dalam mendukung program-program pemerintah.

Keikutsertaan pimpinan Bank SulutGo dalam forum nasional ini menunjukkan posisi aktif bank dalam ekosistem perbankan daerah Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi penguatan kinerja Bank SulutGo dan kontribusinya yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi wilayah serta nation.

Pada kesempatan tersebut, Pepah menyampaikan komitmen Bank SulutGo (BSG) untuk aktif berkontribusi dalam sinergi KUB BPD.

“Pertemuan ini sangat krusial untuk memperkuat fondasi kerja sama kita. Bank SulutGo siap bersinergi dengan seluruh BPD dan menjalankan mandat sebagai penggerak pembangunan di Sulawesi Utara, sejalan dengan arahan dan regulasi OJK,” ujarnya.

Luntungan menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan pengawasan komisaris dalam mendukung sinergi tersebut. “Dengan pengawasan yang efektif dan prinsip tata kelola perusahaan yang kuat, sinergi BPD tidak hanya akan berjalan optimal tetapi juga berkelanjutan dan penuh dengan akuntabilitas,” jelasnya. (elka)

Meimonews com – Berbagai upaya terus dilakukan Bank SulutGo (BSG) sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo ini.

Berbagai upaya itu membuahkan hasil capaian yang membanggakan, yang diakui oleh sejumlah pihak lewat prestasi dan penghargaan yang diterima BSG.

Kepercayaan publik kepada BSG terlihat di tahun 2025 di mana dari total aset tumbuh 12,51persen mencapai Rp 23,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06 persen mencapai Rp 18,2 triliun.

Laba bruto mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29 persen (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Hasil capaian tahun 2023 – 2025 juga terlihat pada data-data yang ada. “Setidaknya, ada 17 prestasi/penghargaan yang diterima/diraih BSG selang tiga tahun terakhir (2023 – 2025),” ujar Head of Public Relation PT Bank SulutGo Nicky Laoh kepada Meimonews.com di Kantor Pusat BSG, Manado, Senin (2/2/2026).

Laoh lantas mengurai hasil capaian tersebut. Tahun 2023 7 prestasi/penghargaan, tahun 2024 (6 prestasi/penghargaan) dan tahun 2025 (4 prestasi/penghargaan)

Tahun 2023, BSG resmikan kantor perwakilan Gorontalo; BSG resmikan kantor pusat baru di Kawasan Marina; BSG raih juara umum Porse Bank di Provinsi Gorontalo; BSG terima penghargaan Marketing Champion dari Hermawan Kartojaya

Selain itu, BSG terima penghargaan The Best Performing Bank 2024 dari The Finance; Dirut BSG masuk jajaran Top 100 CEO oleh Infobank; dan BSG terima Bank dengan Performa Terbaik Award dari Infobank (tahun keempat)

Untuk tahun 2024, BSG Juara Porseni FKIJK
(Forum Komumikasi Industri Jasa Keuangan) dan BMPD Sulut; Desa Wisata Darunu Kabupaten Minahasa Utara (binaan BSG) masuk Top 50 Hidden Gem Destinasi oleh Kementerian Pariwisata.

Selain itu, BSG terima penghargaan Bank dengan Performa Terbaik 5 tahun berturut-turut oleh Infobank; BSG raih Paritrana Award untuk tahun 2023 dari Pemerintah; BSG raih penghargaan The Most Transaction Growth ATMATM Bersama dari PT Artajasa; dan Dirut BSG kembali masuk dalam Top 100 CEO oleh Infobank

Tahun 2025, BSG masuk 10 besar Bank dengan Pelayanan Terbaik versi Infobank; BSG terima Best Regional Bank in Service Excellent 2025 dari Infobank; BSG raih Peringkat A dari Titah Ratings Indonesia; BSG raih ATM Bersama Award. (elka)

Meimonews.com – Pajak Daerah Sulut Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai 94,17 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) TA 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bapenda Sulut June E. Silamgen kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (20/1/2026).

“Tahun anggaran 2025, pajak daerah Sulut berjumlah Rp. 1.076.657.785.007 atau 94,17 persen dari target APBDP 2025 sebesar Rp. 1.143.261.370.444,” ujarnya.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel

Dari tujuh item yang masuk kategori Pajak Daerah, sebut pejabat yang rajin turun lapangan ini, tiga item hasil capaiannya lebih dari 100 persen.

Ketiga item tersebut adalah Opsen Pajak Bukan Mineral Bukan Logam dan Batuan Lainnya (MBLB) yang mencapai 122,78 persen atau Rp. 6.138.922.601 dari target Rp. 5.000.000.000; Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) 107,86 persen atau Rp. 346.751.740.523 dari target Rp. 321.490.286.524; dan Pajak Air Permukaan (PAP) 103,92 persen atau Rp. 7.500.514.528 dari target Rp. 7.217.473.607.

Untuk item lainnya, Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel, yang dihubungi terpisah menjelaskan, untuk Pajak Rokok 94,98 persen atau Rp. 204.274.760.115 dari target Rp. 215.078.473.136.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 90,44 persen atau Rp, 323.591.769.675 dari target Rp. 357.791.414.860; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 79,81 persen atau Rp. 187.289.871.000 dari target Rp. 234.683.722.317; dan Pajak Alat Berat 55,51 persen atau Rp. 1.110.106.566 dari target Rp. 2.000.000.000. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Literasi pengendalisn internal dan strategi anti Fraud di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BSG dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan memperkuat pengawasan internal di seluruh lini bisnis.

Literaa ini menghadirkan pakar yang sangat berpengalaman di industri keuangan yakni Beston Panjaitan

Sebagai mantan Pejabat Pengawas Perbankan OJK Pusat, Beston membedah secara mendalam mengenai pola-pola mitigasi risiko serta pentingnya sistem pengendalian internal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan modus kejahatan perbankan terkini.

Direktur Utama BSG Revino M.Pepah menegaskan, kepercayaan nasabah adalah fondasi utama perbankan. Pengendalian internal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan budaya kerja yang harus mendarah daging di setiap insan BSG.

“Kita harus memiliki zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan,” tegas Revino yang juga menjadi pembicara utama.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud secara kolektif yang dilakukan oleh seluruh Branch Manager (Pemimpin Cabang) dan Sub Branch Manager (Pemimpin Cabang Pembantu) BSG.

Penandatanganan ini disaksikan oleh jajaran direksi dan narasumber, menandakan komitmen hitam di atas putih para pimpinan cabang untuk menjaga wilayah kerja mereka dari praktik-praktik yang merugikan perusahaan maupun nasabah.

Dengan adanya literasi ini diharapkan seluruh jajaran pimpinan di tingkat cabang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi fraud, sekaligus memastikan operasional bank berjalan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku.

Kegiatan ini diwanai pula dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pemimpin cabang berkonsultasi langsung dengan Beston terkait tantangan riil pengendalian internal di lapangan. (elka)

Meimonews.com – Sepanjang tahun 2025, Bank SulutGo (BSG) menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi sebagai Bank Pembangunan Daerah di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan nasional.

Ketika perekonomian dunia memasuki fase low growth yang penuh kehati-hatian, Bank SulutGo mampu menjaga stabilitas usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta tetap berperan aktif dalam mendukung perekonomian Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Secara makro, kondisi ini sejalan dengan kinerja ekonomi regional yang relatif solid.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berada di atas rata-rata nasional memberikan ruang bagi perbankan daerah untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi, meskipun tekanan eksternal dan ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc

Dalam konteks tersebut, capaian Bank SulutGo sepanjang 2025 dapat dibaca sebagai hasil dari pengelolaan yang semakin berhati-hati dan profesional.

Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan laba yang signifikan menjadi salah satu sorotan utama. Laba yang meningkat lebih dari 24 persen (yoy) mencerminkan perbaikan profitabilitas, yang juga tercermin pada kenaikan Return on Asset (ROA) menjadi 1,65 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,19 persen.

Likuiditas bank juga menunjukkan perbaikan, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang turun ke level yang lebih sehat. Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Bank SulutGo tidak semata bersifat ekspansif, tetapi juga disertai upaya penguatan struktur keuangan.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang cukup tinggi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank SulutGo. Bagi bank daerah, kepercayaan publik merupakan aset strategis. Tanpa kepercayaan, fungsi intermediasi tidak akan berjalan optimal.
Dalam hal ini, Bank SulutGo berhasil menjaga persepsi positif masyarakat di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Namun demikian, sebagai seorang akademisi ekonomi, saya memandang kinerja tersebut secara proporsional. Pertumbuhan kredit yang relatif moderat serta kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) perlu dicermati sebagai sinyal penting.

Walaupun NPL masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, tren kenaikan ini mengingatkan kita bahwa ekspansi ke depan harus semakin selektif dan berbasis manajemen risiko yang kuat.

Dalam pandangan saya, tahun 2025 dapat disebut sebagai tahun konsolidasi. Bank SulutGo berhasil menjaga kinerja di tengah tekanan, namun tantangan ke depan justru menuntut strategi yang lebih matang. Fokus ke depan tidak lagi semata pada seberapa cepat bank bertumbuh, tetapi seberapa berkualitas pertumbuhan tersebut.

Ke depan, terdapat beberapa catatan penting yang menurut saya perlu menjadi perhatian. Pertama, arah ekspansi kredit perlu semakin difokuskan pada sektor-sektor produktif unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Pembiayaan yang terhubung dengan aktivitas ekonomi riil akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat kualitas portofolio kredit bank.

Kedua, penguatan manajemen risiko dan kualitas aset menjadi kunci. Dalam situasi global yang masih rentan, kehati-hatian bukanlah tanda perlambatan, melainkan prasyarat keberlanjutan. Sistem peringatan dini, kualitas analisis kredit, serta pengelolaan kredit bermasalah perlu terus diperkuat agar stabilitas bank tetap terjaga.

Ketiga, diversifikasi sumber pendapatan juga menjadi penting. Ketergantungan yang terlalu besar pada pendapatan bunga akan semakin menantang di tengah volatilitas suku bunga dan perubahan perilaku nasabah. Inovasi layanan, pengembangan pendapatan berbasis jasa, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.

Keempat, transformasi digital perlu ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola, bukan sekadar modernisasi sistem. Digitalisasi yang tepat akan memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pada akhirnya, kinerja Bank SulutGo sepanjang 2025 patut diapresiasi, tidak hanya sebagai capaian korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga denyut perekonomian daerah. Tantangan 2026 dan seterusnya tentu tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga dinamika fiskal daerah. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun, Bank SulutGo memiliki peluang untuk terus bertumbuh secara sehat.

Bagi saya, ukuran keberhasilan bukan sekadar angka pertumbuhan tahunan, melainkan kemampuan bank untuk tumbuh konsisten, berdaya tahan, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang mampu berjalan jauh, tidak tergesa-gesa, tetapi kokoh dan berkelanjutan. (Penulis : Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc., Ph.D/Guru Besar FEB Unsrat / Ketua ISEI Cabang Manado)