Meimonews,com – Kepala Kemendukbangga Sulut Paparkan 30 Indikator Acuan Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) pada Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kependudukan

Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Jeanny Yola Winokan jadi pembicara pada Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kependudukan.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah (Dukcapil dan KB) Sulut ini diadakan di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Kamis (5/6/2025).

Rapat dihadiri oleh beberapa dinas yang terkait dalam penyelenggaraan kegiatan pembangunan keluarga di Sulut.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan Dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Sulut serta Road Map Grand Design Pembangunan Kependudukan Tahun 2025–2045

Rapat dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Sulut Denny Mangala di dampingi Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulut Christodharma SM Sondakh.

Dalam kesempatan tersebut, Winokan memaparkan 30 indikator yang dituangkan ke dalam roadmap PJPK.

Dokumen ini merupakan rencana strategis yang memuat arahan dan kebijakan pembangunan kependudukan untuk jangka menengah (lima tahun) serta rencana aksi tahunan. (elka)

Meimonews.com – Di sela kunjungannya ke Sulawesi Utara terkait dengan kegiatan seperti Workshop Peta Jalan Pembangunan Kependudukan dan Rencana Aksi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang digelar Kemendukbangga Perwakilan Sulut, Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Budi Setiyono berbincang akrab dengan sejumlah wartawan di salah satu restoran di Manado, Selasa (3/6/2025) malam.

Di dampingi Pj. Bupati Talaud Fransiskus Manumpil, pimpinan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut seperti Jeanny Yola Winokan (Kepala), Lady D. Ante (Sekretaris) dan staf, Sekretaris Menteri (Sesmen) menjelaskan soal pelbagai upaya yang telah dan akan dilakukan Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga)/BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) RI
dan jajaran termasuk di Sulawesi Utara.

Diungkapkan, kadangkala di suatu negara masih ada situasi di mana warganya tidak mampu memenuhi kebutuuan dasar yakni sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan sehingga bila kita ingin maju maka paling tidak rakyatnya memenuhi lima unsur tersebut. Untuk itu, perlu ada suatu mekanisme.

“Bagaimana agar masyarakat itu bisa makan kenyang, punya rumah, hingga bisa memiliki pendidikan yang memadai ? Itulah sebabnya perlu suatu mekanisme yang secara otomatis bisa menjamin hal itu terjadi,” ujarnya.

Sekarang, sebutnya, pentingnya adalah dari mana menciptakan mekanisme itu ! Asal muasalnya ? Menurut Kemendukbangga,
adalah adanya grand disign pembangunan yang berwawasan pendidilan. Penduduk kita khan subyek pembangunan !

Ditegaskan, kita memastikan semua pendidikan itu betul-betul entaskan menjadi manusia yang sempurna. Misalnya, tentu dia bisa memenuhi kebutuhannya. Untuk memenuhi kebutuhannya, dia harus bisa punya penghasilan. Untuk bisa punya penghasilan, dia harus punya pekerjaan. Untuk bisa punya pekerjaan, diperlukan proses penyediaan pekerjaan.

Dan, itu dimulai dari inventasi, kegiatan industri dan kegiatan lain, yang mana harus hadir untuk menciptakan itu semua. Itu menjadi titik pangkal untuk kita diskusikan terus-menerus.

Negara, menurutnya, memberikan proteksi kebutuhan dasar dan itu penyediaan kesejahteraan, ada perlindungan hukum ada hak untuk berpartisipasi mendapatkan kesempatan, untuk misalnya menjadi ASN, Polri, dan seterusnya,

Dan, pada sisi lain, penduduknya harus memenuhi kewajiban itu seperti bayar pajak, bela negara dan taat hukum. “Orang bayar pajak, bela negara dan taat hukum bisa dipastikan tidak akan kekurangan sandang, pangan, papan, tempat tinggal dan pendidikan,” tandasnya.

Mekanisme ini yang harus kita bangun. Dan itu prosesnys panjang. Apa yang harus disediakan pemerintah pusat dan daerah. Mereka itu (yang belum tercukupkan lima kebutuuan dasar tersebut) tidak boleh dibiarkan.

Pemerintah harus hadir. Kita tidak boleh membiarkan mereka tidak punya pendidikan,
tidak punya penghasilan, tidak punya pekerjaan. Itu menjadi dasar atau awal perencanaan di mana negara menjadi maju.

Belum lagi kita dihadapkan dengan bonus demografi. Tapi belum tentu kita mampu mengkapitalisasi bonus demografi tersebut. Walaupun Indonesia produktif tapi kenyataannya belum tentu rakyatnya produktif. Maka diperkukan upaya-upaya untuk membuat mereka produktif.

Itulah sebabnya daerah-daerah memenuhi kebutuhan-kebituhan demi rakyat tersebut sementara nasional menutup kekurangan-kekurangan yang ada.

Dari Kemendukbangga, setelah ada perubahan nomenklatur, menjadi kementerian melakukan sejumlah perubahan termasuk sinergitas dengam instansi lainnya.

Kalau dulu baru sebatas perencanaan level keluarga, maka sekarang kita sampai pada kevel pemerintahan. Kalau dulu keluarga berencana, sekarang komunitas berencana.

Berbagai upaya dilakukan Kemendukbangga terkait hal itu. Kapasitas dan kualitas pelayanan dan sarana diupayakan dan ditingkatkan. Dan, hal-tetsebut dilakukan secara terukur dan terintegrasi

“Setiap daerah kita dorong termasuk di Sulut di mana para Kaper melakukan proses integrasi seperti yang kita lakukan dalam bentuk workshop yang melibatkan dinas-dinas dukcapil dan KB,” sebut Sesmen.

Dijelaskan, dari pusat telah diupayakan agar program terintegrasii tersebut telah diupayakan. Dalam waktu eekat, akan ada edaran dari Kemendagri dan kemudian menyusul dari kementerian lainnya. (elka)

Meimonews,com – Walikota Manado Andrei Angouw menyerahkan bantuan hewan kurban kepada sejumlah masjid dan beberapa instansi di Kota Manado, Selasa (3/6/2025).

Beberapa instansi yang diserahkan bantuan hewan kurban antara lain Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Lapas Kelas IIA Tuminting, dan Polresta Manado.

Setelah penyerahan bantuan, dilakukan penandatanganan berita acara oleh para penerima bantuan, yang disaksikan Walikota dan Ketua BKSAUA Kota Manado.

Kegiatan yang diadakan di Lapangan Sparta Tikala Manado ini diprakarsai Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado bekerjasama dengan Bagian Kesra Setda Kota Manado, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten I Setdakot Manado Julises Oehlers, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari, serta perwakilan dari penerima bantuan hewan kurban.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan harapannya agar bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. (Afer)

Meimonews.com – Dekan FMIPA Gerald Tamuntuan dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FMIPA mendampingi beberapa dosen FMIPA yang berinisiatif melakukan audensi dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Audiensi yang dilakukan di ruang tamu Rektor, Selasa (3/6/2025) adalah dalam rangka memberikan klarifikasi berkaitan dengan aksi damai 20 Mei 2025.

Menurut Lalu Wahyudi dan beberapa dosen FMIPA yang hadir dalam aksi 20 Mei, keikutsertaan mereka hanya sebatas solidaritas memperjuangkan Tukin For All dan tidak ada maksud merusak nama baik institusi dan pimpinan Unsrat.

Menurut mereka, seharusnya Adaksi Unsrat berperan sebagai partner informal yang mendukung pimpinan Unsrat dalam memajukan Universitas Sam Ratulangi.

Wahyudi dan dosen FMIPA yang terlibat, mengungkapkan permohonan maaf yang tulus kepada Rektor Unsrat atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang terjadi.

Rektor Unsrat sangat terbuka menerima kehadiran Wahyudi dan dosen FMIPA yang terlibat aksi damai 20 Mei.

Rektor memberikan arahan kepada semua yang hadir pada pertemuan ini, untuk meningkatkan kinerja dan prestasi agar dapat mengakselerasi pencapaian visi dan misi Unsrat. (FA)

Meimonews,com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Auditorium Unsrat Manado, Senin (2/6/2025).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Lahir Pancasila (jatuh pada 1 Juni 2025) yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan perguruan tinggi negeri ini adalah Rektor Unsrat Manado Oktovian Berti Alexander Sompie.

Dalam upacara tersebut, Rektor membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI) Yudian Wahyudi.

Pancasila bukan sekedar dokumen historis. “Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Rektor membacakan sambutan Kepala BPIP-RI.

Disebutkan, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berasa di tangan kita, dan jika kita mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan.

Kepala BPIP-RI mengajak kita terus bergotong-royong menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, serta menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menghadiri kegiatan Peluncuran dan Dialog Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Utara, yang diselenggarakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Sabtu (31/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Yandri Susanto,, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, jajaran Forkopimda Sulut, para kepala daerah se-Sulut serta undangan lainnya.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan lembaga ekonomi yang beranggotakan masyarakat desa/kelurahan dan dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi aktif masyarakat.

 

Program ini bertujuan memperkuat perekonomian desa, meningkatkan nilai tukar petani, menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong inklusi keuangan.

Dalam sambutannya, Susanto menyampaikan bahwa program ini merupakan gagasan Presiden RI dan telah tertuang dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2025 yang mengatur tentang Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Susanto mengapresiasi kesiapan Sulut dalam menyambut dan menjalankan agenda percepatan pembentukan koperasi ini.

Susantoi optimistis, dengan semangat gotong royong serta kolaborasi lintas sektor, Koperasi Merah Putih akan menjadi pilar penggerak ekonomi desa. (Afer)

Meimonews.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado St. Thomas Aquino menggelar Dies Natalis kr-68 dan pembukaan Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) di Margasiswa PMKRI Cabang Manado, Rabu (28/5/2025).

Dua puluhan pengurus dan anggota serta sejumlah undangan perwakilan organisasi Kelompok Cipayung Manado dan beberapa alumni PMKRI Cabang Manado di antaranya Charles B. Lasut dan Lexie Kalesaran menghadiri acara yang berlangsung sederhana tersebut. Kalesaran diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan mewakili alumni.

Acara dies natalis diwarnai dengan peniupan lilin, pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua Presidiim (Kapres) PMKRI Cabang Manado Agnes Laratmase, penyerahan kue ulang tahun dari Kapres kepada beberapa alumni dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Manado, foto bersama dan makang malam bersama.

Ketua Panitia Angelica Ngantung dalam laporannya mengatakan, PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquinas merayakan Dies Natalis ke- 68 tahun ini merupakan momentum yang harus diperingati sebagai inspirasi dalam mengembangkan seluruh potensi kader baik yang berupa keterampilan keorganisasian maupun keterampilan lainnya.

“Adanya tekad untuk maju dan menjadi perhimpunan yang terus berdiri kokoh dalam melaksanakan visi dan misi perhimpunan maka melalui dies natalis ini hendaknya menjadi ajang motivasi dalam memajukan perhimpunan kita ini,” ujarnya.

Perjuangan di masa lalu para pendiri bangsa terlebih khususnya perhimpunan ini, menurutnya, telah menitipkan kepada generasi sekarang tentang pentingnya persaudaraan sejati, iman, dan kekayaan intelektual sebagai dasar para generasi PMKRI untuk maju dan bersaing dilingkungan masyarakat pada umumnya.

Lexie Kalesaran (Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado 1985-1988) saat memberikan sambutan mewakili alumni PMKRI

Lewat kegiatan yang mengangkat tema
Melanjutkan Perjuangan 68 Tahun PMKRI Cabang Manado, Berkarya Bagi Bangsa Dengan Tindakan Nyata iini diharapkan, PMKRI mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang kontekstual sehingga mampu mewujudkan Indonesia maju, adil dan makmur dalam bingkai NKRI.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquinas Agnes Laratmase dalam sambutannya menegaskan, 68 tahun bukanlah angka yang mudah bagi sebuah perjalanan. 68 tahun PMKRI Cabang Manado merupakan perjalanan panjang, bersejarah.

“Dinamika dan gejolak dalam internal cabang menjadi semangat perjuangan untuk memajukan kota Manado lewat keberpihakan kepada kaum tertindas sesuai dengan visi misi PMKRI,” ujarnya.

Diungkapkan, kegiatan dies natalis ini diselenggarakan di rumah juang margasiswa secara sederhana karena mengandung makna yang bukan hanya sekedar seremonial belaka.

Perayaan 68 tahun PMKRI Cabang Manado ini dijadikan sebagai refleksi atas keadaan Indonesia saat ini yang menduduki peringkat 4 negara dengan angka kemiskinan terbanyak di dunia.

“Kta patut untuk berbela rasa. Maka dari itu, untuk melanjutkan perjuangan PMKRI Cabang Manado, maka dibutuhkan semangat yang tak luntur. Dibutuhkan forum dialektika untuk membahas internal cabang dalam skala tertinggi cabang yakni Forum Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC).

RUAC PMKRI Cabang Manado, Agnes berharap dapat berjalan dengan baik dan aman, serta membuahkan hasil pemikran yang arif dan bijaksana untuk keberlangsungan perhimpunan ke depannya.

RUAC PMKRI Manado dijadualkan akan berlangsung hingga Minggu (1/6/2025). Dalam RUAC ini akan dipilih DPC PMKRI Cabang Manado periode 2023+2025. (elka)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, mempresentasikan rencana aksi strategis untuk memberantas perundungan (bullying) di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), khususnya Ilmu Penyakit Dalam di Aula rumah sakit, Senin (26/5/2025)

Presentasi tersebut menandai komitmen kuat kedua institusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan kondusif bagi para peserta didik.

Presentasi ini berfokus pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kasus perundungan.

Rencana aksi ini mencakup peningkatan edukasi dan kesadaran akan dampak perundungan, penyediaan mekanisme pelaporan yang mudah dan aman, penguatan pengawasan, serta penegakan sanksi yang tegas bagi pelaku perundungan.

Plt. Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Yuli Astuti Saripawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Faked Unsrat atas kehadiran dan dukungan penuh dalam sosialisasi rencana aksi ini.

Astuti berharap kerjasama yang erat ini akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi peserta didik PPDS di RSUP Kandou.

“Dengan adanya rencana aksi ini, kami berharap Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kemenkes dapat memonitor niat baik kita bersama, sehingga prodi Ilmu Penyakit Dalam dapat kembali beroperasi optimal di RSUP Kandou,” ujarnya.

Ditambahkan, komunikasi dan koordinasi yang intensif akan terus dijaga untuk memantau perkembangan pendidikan di RSUP Kandou dan jejaring Faked Unsrat Manado. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas implementasi rencana aksi yang telah disepakati.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnso Kepel menyatakan bahwa rencana aksi ini merupakan hasil proses yang panjang dan telah menunjukkan progres signifikan. Ia menekankan komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan yang ada, baik dalam proses pendidikan maupun pelayanan di RSUP Kandou.

“Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan dan mendukung perkembangan para dokter spesialis masa depan.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat berharap implementasi rencana aksi ini akan membawa perubahan budaya positif di lingkungan PPDS, memungkinkan para dokter spesialis masa depan berkembang optimal tanpa terbebani oleh praktik perundungan. Keberhasilan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. (Fer)

Meimonews.com – Ada sejumlah korban serangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (6/4/2025). Di antara korban tersebut, ada empat warga asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Insiden berdarah ini terjadi di kawasan pertambangan emas tempat para korban bekerja sebagai pendulang.

Dari keempat korban, tiga orang dinyatakan tewas, sementara satu orang berhasil selamat dan kini dalam kondisi trauma berat. Korban selamat tersebut menyatakan perlunya perhatian serta pendekatan psikologis mendalam terhadap para korban maupun keluarga yang ditinggalkan.

Keempat korban diketahui berasal dari Jaga 12, Desa Kawangkoan Baru Jaga 12 Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut. Mereka adalah CD (30), SH (43) dan FB (29) yang merupakan korban meninggal dunia serta SK (17) yang merupakan korban selamat tapi mengalami trauma.

Samuel, korban selamat serangan KKB di Yahukimo

Menurut keterangan warga, para korban memiliki hubungan keluarga atau kedekatan sebagai tetangga di lingkungan yang sama.

Kabar duka ini mengejutkan warga Desa Kawangkoan Baru. Camat Kalawat bersama Hukum Tua Desa Kawangkoan Baru serta perangkat desa lainnya mengunjungi rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung, Jumat (11/5/2025).

Kepala Jaga 12 mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian resmi dari pihak berwenang, meskipun keluarga telah mengonfirmasi adanya korban meninggal.

Suasana duka menyelimuti rumah para korban. Ibadah penghiburan telah digelar sejak dua malam terakhir, dan tenda duka terlihat berdiri di halaman rumah. Warga setempat terus berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga.

Samuel, korban selamat yang berhasil melarikan diri dari lokasi pembantaian, mengimbau agar warga yang hendak bekerja di wilayah konflik seperti Papua untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

“Kalau mau kerja ke tempat konflik, lebih baik dipertimbangkan kembali dan serahkan penanganan kasus seperti ini kepada aparat hukum dan pemerintah,” ujarnya. (*)

Meimonews.com – Keseriusan Pemerintah Kota Manado terhadap persoalan sampah termasuk tempat pembuangan akhirnya yang ada di kota Manado ditunjukkan Walikota Manado Amdrei Angouw.

Hal tersebut telihat dari aksi nyata dari Walikota Manado yang antara lain mengadakan kegiatan turun ke lapangan (turlap) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, seperti yang terlihat, Selasa (27/5/2025).

Dalam turlap ini, Walikota lagi-kagi meninjau secara langsung kondisi lokasi serta berdialog dengan para petugas lapangan mengenai sistem pengelolaan sampah yang sedang berjalan, serta berbagai kendala teknis yang dihadapi.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga melakukan analisis terhadap kondisi TPA saat ini dan mempertimbangkan langkah strategis untuk pengelolaannya ke depan.

Usai dari TPA Sumompo, Walikota melanjutkan kunjungan ke Kelurahan Kima Atas. Di lokasi, Walikota langsung meninjau area yang tengah dipersiapkan untuk penataan lahan pemakaman umum yang baru. (Afer)