Meimonews.com – Berbagai upaya terus-menerus dilakukan PT Bank SulutGo (BSG) terkait layanan keuangan agar semakin mudah, luas dan dekat dengan masyarakat termasuk penggunaan layanan keuangan digital.

Itulah sebabnya, dalam upaya memperluas sinergi layanan keuangan aplikasi POSPAY milik PT Pos Indonesia, PT Bank SulutGo/BSG menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) kemitraan dengan PT Pos Indonesia (Persero) di kantor PT Pos Indonesia, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Perjanjian ini membuka jalan bagi Bank SulutGo untuk memanfaatkan layanan aplikasi POSPAY tersebut.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan
Group Head Operasional PT Bank SulutGo Novy Kilanta (mewakili Dirut Revino M. Pepah) dan SVP Corporate Business PT Pos Indonesia (Persero) yang disaksikan Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris, dan Direktur Operasional PT Bank SulutGo Louisa Parengkuan.

Melalui kemitraan strategis ini, Bank SulutGo dapat menawarkan berbagai layanan perbankan melalui aplikasi POSPAY, yang dikelola oleh Pos Indonesia. POSPAY sendiri adalah platform digital yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi finansial, seperti pembayaran tagihan, transfer dana, dan layanan keuangan lainnya secara mudah dan cepat.

Kerjasama ini menjadi langkah penting bagi Bank SulutGo dalam memperluas jangkauan layanan digitalnya, terutama ke wilayah yang mungkin belum terjangkau oleh kantor cabang fisik.

Dengan jaringan luas Pos Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok negeri, Bank SulutGo dapat menjangkau nasabah lebih banyak dan memberikan kemudahan akses layanan perbankan.

“Kami menyambut baik kemitraan dengan PT Pos Indonesia. Kerjasama ini merupakan wujud komitmen Bank SulutGo untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah, termasuk melalui platform digital yang luas seperti POSPAY,” ujar Louisa.

Haris mengungkapkan optimismenya terhadap kerjasama ini. “Sinergi antara Pos Indonesia dan Bank SulutGo akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Dengan POSPAY, Bank SulutGo bisa menjangkau lebih banyak orang, dan kami bangga dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan layanan keuangan mereka,” ujarnya.

Dengan demikian, kolaborasi antara Bank SulutGo dan PT Pos Indonesia diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta memberikan kemudahan bertransaksi bagi seluruh masyarakat. (Afer)

Meimonews.com – Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Pajak Daerah (UPTD PPD) Manado dan Tim Pembina Samsat Sulut bekerjasama dengan Bapenda Manado melakukan penelusuran dan identifikasi pajak kendaraan bermotor (ranmor), selama empat hari (17-19/9 dan 22/9/2025).

Setidaknya, ada 25 perusahaan yang ada di ibukota provinsi Sulut didatangi tim dari perusahaan ke perusahaan termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Kegiatan ini, sebut Kepala UPTD PPD Manado Michael Langelo mewakili Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025), dalam rangka optimalisasi PAD dari sektor PKB.

“Kegiatan ini sekaligus juga menyosialisasikan program keringanan Merah Putih Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanis dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay lewat Bapenda Sulit, yang akan berakhir pada 30 September 2025,” ujarnya.

Dijelaskan, metode yang dilakukan adalah pendataan kendaraan operasional sampai dengan kendaraan pribadi karyawan perusahaan, juga melakukan identifikasi di parkiran perusahaan yang ada.

“Dimana sebagai perusahaan yang sedang beroperasi wajib untuk membayar pajak dan menjadi contoh untuk masyarakat umumnya,” ujarnya seraya menambahkan, kegiatan seperti ini, sesuai petunjuk Kaban Sulut, akan terus berlanjut, yang waktunya akan disesuaikan. (elka)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Rapat Koordimasi, Evaluasi dan Pengimputan Dokumen Pelaksanaan Zona Integritas yang ada di masing-masing unit kerja.

Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Senin (22/9/2025) ini dihadiri, antara lain, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Wakil Rektor 2 Royke Montolalu dan Wakil Rektor 4 Stennie Edward Wallah.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan, Zona Integritas (ZI) bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen nyata untuk mewujudkan universitas dengan tata kelola yang bersih, melayani, transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Oleh karena itu, Rektor mengajak peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dan melaksanakan prinsip integritas dengan pelayanan prima.

Dengan demikian, Unsrat akan semakin dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, riset, tetapi juga dalam tata kelola pelayanan publik. (FA)

Meimonews.com -Universitas Negeri Manado (Unima) mewisuda sebanyak 1011 orang Program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) Semester Ganjil Tahun Akademik (TA) 2025/2026).

Pelaksanaan wisuda dilakukan pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-70 Universitas Negeri Manado dan Wisuda Program Sarjana, Magister dan Doktor Semester Ganjil Tahap 1 TA 2025/2026 serta Penerimaan Dosen yang telah menyelesaikan studi Program Doktor.

Sidang senat yang dipimpin Herry Sumual (Ketua) ini dihadiri Rektor Unima Joseph Philip Kambey, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan lembaga/Biro, para Dekan, mantan Rektor Unima, wisudawan dan keluarga, undangan lainnya serta panitia wisuda yang diketuai Irwany Maki.

Pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Lulusan yang akan diwisuda dilakukan oleh Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru.

Mereka yang diwisuda tersebar di Pascasarjana 53 orang yakni S3 6 orang dan S2 47 orang), FEB 157 orang, FISH 234 orang (S2 61 orang dan S1 173 orang), FBS 107 orang, FPMIPAK 95 orang (S2 2 orang dan S1 93 orang), FT 177 orang, FIPP 104 orang (S2 5 orang dan S1 99 orang), serta FIKKM 84 orang.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan, wisuda ini merupakan peristiwa yang patut disyukuri karena telah berhasil melalui berbagai tantangan dengan ditempah melalui proses belajar yang sungguh sangat luar biasa.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, ketekunan dan semangat pantang menyerah. Namun, perlu kita sadari bahwa pencapaian hari ini bukanlah akhir melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat menanti kontribusi kalian,” ujar Rektor ketika memberikan sambutan.

Rektor mengajak kepada mereka yang diwisuda untuk menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga tangguh secara emosional dan berintegritas dalam bertindak.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama di.kampus ini diharap dapat menjadi bekal berharga untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Hari Ini, saudara-saudara kami wisuda dengan resmi dan sekaligus kami terima untuk menjadi anggita Ikatan Alumni Unima. Jagalah nama baik almamater, teruslah belajar dan jangan pernah berhenti berminpi dan berinovasi,” ujar Rektor.

Abdikanlah dirimu dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab sehingga dapat visi strategis Unima yaitu Unima unggul, mandiri, kompetitif dan enterpreneurial.

Timothy Tangkau, mewakili para wisudawan diberika kesempatan untuk memberikan kesan dan pesan.

Dua dosen yang diterima kembali setelah menyelesaikan studi program doktor adalah Feibry Feronika Wiwenly Senduk dan Navie Oktaviandy Mangelep. (Afer)

Meimonews.com – Provinsi Sulawesi Utara yang sering disingkat dengan Sulut ini didirikan pada 23 September 1964 berdasarkan UU No. 13 tahun 1964. Dengan demikian, setiap tanggal 23 September dirayakan sebagai hari jadi / Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara.

Tahun ini (2025), Provinsi Sulut yang kini dipimpin Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur Dr. Johanis Victor Mailangkay, SH, MH berusia yang ke-61.

Sehubungan dengan itu, Komisaris, Direks dan karyawan/wati PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menyampaikan Selamat Ulang ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. “Sulawesi Utara maju, sejahtera dan berkelanjutan.” (Afer)

Meimonews.com – Puncak Peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Kamis (18/9/2025) menjadi momen istimewa bagi ratusan mahasiswa maupun institusi pendidikan tinggi tersebut.

Betapa tidak, pada kesempatan tersebut Jerry Hermawan Lo dari Yayasan Merah Putih Kasih (JHL Foundation) memberikan Beasiswa Kelapa untuk 100 mahasiswa Faperta Unsrat hingga mereka lulus.

Sebelum pemberian beasiswa ini, Jerry sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Rektor Unsrat sangat menyambut baik beasiswa kelapa ini dan berterima kasih kepada Jerry atas perhatiannya terhadap Unsrat.

Pemberian beasiswa ini, jelas Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy kepada Meimonews.com, Jumat (19/9/2025), diberikan langsung ke rekening para mahasiswa. Per bulannya Rp.500.000 dan insentif UKT per semester Rp. 1.000.000. Pertahun Rp. 8.000.000 sampai semester 8.

Pemberian beasiswa ini menunjukkan kepedulian yayasan yang didirikan Jerry ini untuk dunia pendidikan dan pertanian di Tanah Air Indonesia, sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya.

“Saya fokus di pertanian sehingga kami ingin mencetak seribu mahasiswa pertanian dalam lima tahun. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan kami akan tambah 2 ribu sampai 3 ribu mahasiswa lagi,” ujar Jerry ketika menyerahkan beasiswa tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya, Jerry melalui JHL Foundation sudah memberikan beasiswa kepada hampir 1.000 mahasiswa fakultas pertanian di banyak perguruan tinggi

Di antaranya, Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nusa Nipa NTT (Unipa), Universitas Riau, Universitas Jambi, Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau Halmahera Barat.

Sedangkan Universitas Tirtayasa Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan Jogjakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin akan menjadi universitas selanjutnya yang menerima beasiswa (saat ini masih dalam proses administrasinya).

Para mahasiswa di bidang pertanian yang mendapatkan Beasiswa Kelapa dari JHL Foundation hingga lulus ini diharapkan mampu memanfaatkannya agar kelak mereka terlahir sebagai ahli di bidang industri pertanian.

Jerry yang kini fokus dengan agroindustri kelapa ini menuturkan, industri pertanian di Indonesia memiliki potensi yang baik. Salah satunya di bidang pengelolaan kelapa.

Jerry mengaku dalam beberapa tahun ini dia fokus membangun royal agroindustri. “Kalau agrobisnis artinya saya tanam lalu hasil panennya saya jual. Tapi kalau saya fokus di agroindustri. Jadi, hasil pertanian saya olah dulu hingga menghasilkan barang jadi atau setengah jadi, baru saya jual. Sehingga terjadi hilirisasi dan menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

Potensi pertanian Indonesia, jelasnya sangat luar biasa. Di mana Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang bisa dikolola dengan baik.

Selain itu, infrastruktur di Indonesia juga sudah sangat baik. “Jadi tidak ada lagi hasil pertanian yang tidak bisa dijual gara-gara tidak ada akses jalan,” ujarnya.

Hal lain yang sangat penting untuk mendukung pertanian adalah pembenahan sumber daya manusia. “Nah Beasiswa Kelapa ini saya dedikasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian,” sebutnya.

Selain itu, Beasiswa Kelapa ini merupakan bentuk support Jerry Hermawan Lo untuk program ketahanan pangan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

Kini, Jerry telah memiliki beberapa pabrik pengolahan kelapa. Yakni di Halmahera Utara, Manado dan Sampit. “Artinya kami menjadi salah satu produsen kelapa terbesar,” ujarnya.

Jerry yakin, mahasiswa pertanian punya potensi bekerja lebih baik ketimbang bidang lainnya. “Pertanian luar biasa, hari pertama di kuliah langsung bisa dia macul bahkan bisa produksi . Sementara, di bidang dan lain dia harus lulus dulu,” jelasnya.

Pemilik banyak bidang usaha seperti perhotelan, properti dan otomotif ini berharap, mahasiswa pertanian ini jangan hanya mengejar ijazah. “Kita pikirkan bagaimana ciptakan lapangan kerja sendiri,” jelas Jerry

Pemberian bantuan beasiswa ini karena dirinya merasa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. “Kita hidup bukan untuk diri sendiri tapi hidup untuk berbagi. Saya senang berbicara disini karena saya berbagi ilmu kehidupan dan yang saya pelajari,” tandasnya.

Jerry juga menekankan agar kelak, penerima beasiswa menjadi petani dan peternak yang mandiri sejak dini dan berkembang menjadi entrepreneur pertanian. “Pada sektor pertanianlah keunggulan kita tidak dapat tersaingi oleh negara lain,” ujarnya, yang juga membagikan 10 komputer untuk Unsrat.

Direktur Beasiswa Yayasan JHL Merah Putih Kasih Johan Sembiring mengapresiasi Unsrat yang memberikan jalan untuk JHL melakukan misi berbagi untuk semua.

Johan menjelaskan, bantuan beasiswa ini bukan yang pertama. Sudah ada 16 perguruan tinggi yang terhubung dengan yayasan yang dipimpinnya. “Sampai kemarin kami menyalurkan setiap bulan lebih dari 800 beasiswa,” ujarnya.

Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa pertanian Unsrat berasal dari 8 program studi, dengan rincian 71 mahasiswa berasal dari semester 3; 26 orang mahasiswa semester 5; dan 3 orang semester 7.

Johan menyebut, Faperta menjadi fokus pemberian beasiswa. Salah satunya karena di dalam pertanian ada pertumbuhan yang jadi ciri utama dari kehidupan.

Virginia Rumuat (salah satu mahasiswa Faperta Unsrat penerima beasiswa) mengaku sangat terbantu. Dia berterimakasih pada JHL Foundation yang telah memberikan Beasiswa Kelapa kepadanya. “Orangtua saya sudah tidak lagi banyak memikirkan soal biaya kuliah dan biaya hidup karena sudah dibantu,” kata Virginia

Virginia juga sangat termotivasi dengan apa yang sudah diperbuat Jerry Hermawan Lo. “Semoga saya bisa menjadi enterpreneur di bidang pertanian, sehingga nantinya saya bisa membantu banyak orang seperti apa yang dilakukan pak Jerry Hermawan Lo sekarang kepada kami,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat, Polsek Bunaken Polresta Manado bekerjasama dengan Bulog SulutGo melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri untuk Masyarakat, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Pandu Lingkungan 5, tepatnya di Sekolah Advent Kecamatan Bunaken Kota Manado.

Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan pangan lainnya.

Kapolsek Bunaken Polresta Manado Ipda Abel Gabrienzaghy di dampingi Kasi Humas Iptu Agus Haryono menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat serta upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah hukum Polsek Bunaken.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempererat hubungan Polri dengan warga,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah Polsek Bunaken bersama Bulog SulutGo dalam memberikan solusi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (AF)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menggelar Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kota Manado yakni Kelurahan Sario Utara, Tingkulu, Karombasan Utara, dan Teling Atas, pada tanggal 4, 9, 10 dan 12 September 2025.

Sosialisasi ini sesuai dengan Program Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang untuk mitigasi pengurangan risiko bencana, juga merupakan langkah strategis BPBD Manado dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta perangkat kelurahan dalam mensukseskan program kerja Pemerintah Kota Manado.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara BPBD Kota Manado dan pemerintah kelurahan setempat.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para Lurah, perangkat kelurahan, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga dari masing-masing kelurahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah sebagai tuan rumah kegiatan, yang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sejumlah pejabat turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehler memberikan pemaparan mengenai peran penting pemerintah kelurahan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dilanjutkan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuagai, yang menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana secara terintegrasi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mario Karundeng menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga terlihat aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengalaman mereka terkait bencana yang pernah terjadi di lingkungan masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, BPBD Kota Manado merencanakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan. Tim ini nantinya akan berperan sebagai ujung tombak dalam respons awal saat terjadi bencana.

Surat Keputusan (SK) pembentukan TRC akan ditandatangani langsung oleh Lurah, sebagai bentuk pengesahan dan tanggung jawab kelembagaan di tingkat kelurahan.

Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kota Manado.

Diharapkan, program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di kelurahan-kelurahan lain demi menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berdaya guna. (elka)

Meimonews.com – Kabar dukacita beredar. Mantan birokrat dan salah satu tokoh umat Katolik Keuskupan Manado (meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) yakni Ir. Joost Leopold Tambayong berpulang ke rumah Bapa pada Minggu (14/9/2025) sore di RSUP Kandou Manado karena sakit.

Kabar meninggalnya anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Johan Tambajong (papa) dan Wihelmina Dotulong (mama) menjadi perbincangan karena merasa kehilangan tokoh yang banyak karyanya bukan hanya di lingkungan gereja Katolik tapi juga di lingkungan pemerintah Kota Manado dan Provinsi Sulut serta masyarakat/umum.

Itulah sebabnya, sejak kabar meninggalnya suami dari Lieke Theresia Tanod (istri) tersebut beredar banyak orang yang mendatangi rumahnya yang berada di Kelurahan Winangun 1 Kota Manado.

Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC menyempatkan diri melayat ke rumah duka

Betapa tidak, papa dari tiga anak ini semasa hidupnya menjadi pernah menjadi pejabat di lingkungan pemerintah baik di tingkat kota Manado maupun provinsi Sulut seperti Kadis Pekerjaan Umum (PU) Manado, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Kadis SDA Sulut dan Kepala Badan Aset Daerah (BAD) Sulut.

Dalam lingkungan gereja, Joost pernah memegang jabatan penting, di antaranya Ketua Umum Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik (PK) Sulut, Ketua Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, mantan Dewan Pertimbangan (Depertim) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado.

Ir. Joost Leopold Tambajonh bersama Lieke Theresia Tanod (istri)

Selain itu, mantan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Prodiakon Paroki HKY Karombasan, dan aktivis Merriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado,

Kader/senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut kelahiran Manado, 12 September 1950 ini pernah pula menjadi Ketua Umun Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sulut.

Rencananya, misa requiem tokoh berprinsip tegas tapi baik hati (suka dan telah banyak membantu orang dan organisasi) ini akan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di rumah duka pada Kamis (18/9/2025) siang. (lex)

Meimonews.com – Prestasi membanggakan ditorehkan Blue Choir Unsrat di Event 3th Toraja Highland International Choir Festival (THICF) yang digelar di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis-Sabtu (21-23/8/2025).

Festival ini merupakan ajang kompetisi paduan suara bertaraf internasional yang menampilkan berbagai kategori seperti Gospel Spiritual, Equal Voices, Musica Sacra, Children Choir, Folklore, dan Mixed Choir, dengan hadiah Grand Champion.

Di event ini, Blue Choir meraih tiga medali yakni gold medal (medali emas)/winner of Category Folklore (pemenang kategori kumpulan ekspresi kebudayaan), silver medal (medali perak) Category Musica Sacra (kategori musik sakral/suci), dan silver medal (medali perak) Category Mixed Choir (paduan suara gabungan).

Saat pengurus dan anggota paduan suara Unsrat Manado ini bertemu di ruang rapat Rektorat Unsrat Manado, Senin (15/8/2025), Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengapresiasi prestasi yang diraih tersebut.

Prestasi ini, menurut Rektor yang di dampingi Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria, sangat membanggakan dan telah mengharumkan nama Unsrat di level internasional tersebut.

Di saat bertemu Rektor, paduan suara ini mempertunjukkan kebolehan mereka dengan menyannyikan lagu Mangemo. (FA)