Meimonews.com – Tim Satuan Narkoba Polresta Manado kembali menangkap seorang pelaku pengedar obat keras jenis Trihecyphenidyl berinisial RA, Selasa (19/7/2022).

Pelaku disertai barang bukti berupa 1.000 (seribu) butir obat keras tanpa izin dan sebuah HP diamankan saat berada di Jl. Bengawan Solo Kelurahan Singkil II Kecamatan Singkil (Manado).

RA adalah seorang lelaki berusia 29 tahun yang beralamatkan di Kelurahan Singkil II Lingkungan 1 Kecamatan Singkil (Manado).

Sebelumnya, Senin (18/7/2022) lalu, Tim Satuan Narkoba Polresta Manado berhasil menangkap pelaku pengedar obat keras jenis Trihecyphenidyl berinisial FS dengan barang bukti 605 butir obat keras tersebut,

“Tim Sat Narkoba Polresta Manado bersama Tim Gabungan BPOM telah menangkap seorang pelaku pengedar obat keras jenis Trihecyphenidyl tanpan izin di TKP Jl. Bengawan Solo Kelurahan Singkil II Kecamatan Singkil Manado,” ujar Kasat Narkoba Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso kepada Meimonews com via telefon, Rabu (20/7/2022).

Saat ini, tersangka berinisial RA sudah diamankan berikut barang buktinya termasuk sebuah HP. RA, saat ini dititipkan di BPOM Manado.

Kronologis kejadian, Kasie Humas Polresta Manado Ipda Sumardi menjelaskan, pada Selasa (19/7/2022) sekira jam 10.00 Wita,  tim menerima informasi, di wilayah Singkil Kota Manado ada peredaran obat keras jenis Trihexiphenidyl tanpa izin edar.

Tim Satuan Narkoba Polresta Manado bersama gabungan BPOM melakukan penyelidikan dan pengintaian dan pada jam 17.10 Wita. Tim mencurigai dan memantau gerak-gerik RA yang sedang berdiri di parkiran toko Singkil Jaya di wilayah Singkil II Kecamatan Singkil.

Kemudian, RA menyambangi kurir paket j&t di halaman masjid Nurul Amin depan toko Singkil Jaya dan menerima sebuah pesanan paketan dari kurir j&t dan Tim Sat Narkoba Polresta Manado melakukan penangkapan kepada RA yang diduga menerima pesanan paket obat keras jenis Trihexiphenidyl tanpa izin edar.

Tim melakukan penggeledahan dan menyuruh membuka paket tersebut yang ternyata adalah obat keras jenis Trihexiphenidyl tanpa izin edar sebanyak 1.000 (seribu) butir untuk siap diedarkan. Setelah diambil keterangan barang tersebut dibeli dari An. Bast  Brand alamat Tanggerang Selatan.

“Selanjutnya, Tim langsung mengamankan tersangka dan barang bukti ke Mako Sat Narkoba Polresta Manado guna penyelidikan lebih lanjut yang selanjutnya dibawa oleh BPOM Sulut untuk proses penyidikan,” sebut Sumardi. (af)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Rapat Kerja (Raker) Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) Anti Narkoba Lingkungan Pendidikan di Hotel Mercure Tateli, Rabu (20/7/2022).

Sebanyak 30 peserta perwakilan SMA baik negeri maupun swasta hadir pada kegiatan sehari yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut, SH, MH di dampingi Repy dan Kasubbid Dayamas Terry Tikoalu.

Narasunber yang dihadirkan pada Raker yang dipandu Michel Singkoh (Penggiat Anti Narkoba Sukut) tersebut adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran yang membawakan materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Di samping itu,  Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr. Lisje GL Punuh, M.Kes yang membawakan materi Peran Instansi Pendidikan dalam P4GN, dan Korbid P2M BNN Sulut Sam G. Repy dengan materi Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan Memperoleh Pengembangan Kapasitas dan Pengisian Tabel Pemetaan.

Brigjen Lasut dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN, mengingat betapa bahayanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Narkoba merusak masa depan. Bicara narkoba, masa depan suram,” ujarnya.

Mantan Direktur Reserse Narkobs Polda Sulut dan Polda Papua ini berharap instansi atau lembaga pendidikan ini bersama-sama mengupayakan P4GN di lingkungan/instansi masing-masing.

Dengan adanya Inpres 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN), ungkapnua maka semua instansi diwajibkan untuk ikut dalam upaya P4GN.

Dalam kaitannya dengan ketahanan negara, Lasut menegaskan bahwa hal tersebut berkaitan pula dengan ketahanan keluarga. Maka, hendaknya ketahanan keluarga itu juga terkait dengan tidak ada yang memakai narkoba karena berkaitan dengan kesehatan keluarga. (af)

Meimonews.com – BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulawesi Utara menggelar Raker (Rapat Kerja) Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Lingkungan di Hotel Mercuri Tateli (Minahasa), Selasa (19/7/2022).

Tiga narasumber ditampilkan pada kegiatan sehari yang diikuti 30 peserta perutusan instansi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota (termasuk beberapa Hukum Tua/Lurah).

Ketiga narasumber tersebut adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran yang membawakan materi berjudul Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Narasunber lain adalah Koordinator P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Sam G. Repy yang membawakan materi Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan Memperoleh Pengembangan Kapasitas dan Pengisian Tabel Pemetaan  serta Kepala Badan Kesbangpol Sulut Fery Sangian dengan materi Peran Instansi.Pemerintah dalam.P4GN.

Raker yang dimoderatori Michel Singkoh (Penggiat Anti Narkoba Sulut) itu dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut di dampingi Koordinator Bidang P2M Sam G. Repy dan Terry Tikoalu (Seksi Pemberdayaan Bid. P2M).

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Lasut menegaskan tentang pentingnya pemerintah baik pusat maupun daerah-daerah dalam upaya P4GN bahkan sampai ke bawah, sampai ke keluarga.

“P4GN harus sampai ke bawah, ke lingkungan keluarga karena keterkatannya juga dengan kesehatan masyarakat,” ujar Lasut

Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut dan Polda Papua ini mengingatkan tentang perlunya langkah pencegahan agar keluarga kita tidak terkena imbas dari peredaran narkoba.

Keterlibatan instansi pemerintah sangat penting dalam P4GN. “Keterlibatan pemerintah itu sampai ke desa dan kelurahan,” tandas mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini. (af)

Meimonews.com – Seorang pengedar obat keras jenis Trihexiphenidyl ditangkap Tim Opsnal Satuan Narkoba Polresta Manado, Senin (18/7/2022) pukul 15.00 Wita.

Pelaku yang ditangkap di tempat kejadian Kelurahan Singkil Kecamatan Singkil Manado adalah seorang lelaki berusia 26 tahun berinisial nama FS, swasta, yang beralamatkan Kelurahan Singkil Kecamatan Singkil (Manado).

“Pelakunya sudah ditahan di Mako Polresta Manado berikut barang buktinya sebanyak 605 butir tablet obat keras jenis Triheciphenidyl. Saat ini, pelakunya dalam pemeriksaan petugas,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polresta Manado Kompol. Sugeng Wahyudi Santoso, SH, SIK kepada Meimonews.com via telefon, Selasa (19/7/2022).

Mengenai kronologis penangkapan, Kasie Humas Polresta Manado Ipda Sumardi menjelaskan, berdasarkan Informasi masyarakat terkait adanya peredaran obat keras jenis trihexiphenidyl di wilayah Kecamatan Singkil (Manado), Tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Manado langsung bergerak.

Setelah melakukan penyelidikan dan mendapat bahan keterangan bahwa yang sering mengedarkan obat keras jenis trihexiphenidyl adalah FS maka pada Senin (18/7/2022) sekira pukul 15.00 Wita Tim menangkap yang bersangkutan di Kelurahan Singkil Kecamatan Singkil (Manado) saat melakukan transaksi.

Saat nelakukan penangkapan, Tim menemukan 605 (enam ratus lima) butir trihexiphenidyl bersama uang transaksi Rp. 70.000 (tujuh puluh ribu rupiah) serta hasil penjualan Rp. 32.000 (tiga puluh dua ribu rupiah)

“Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mako Poĺresta Manado untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” sebut Sumardi.

Pasal yang dilanggar, yang disangkakan terhadap terduga pelaku adalah pasal 197 dan/ atau 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (af)

Meimonews.com – Di momen Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM), Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC melakukan kunjungan ke Taman Pustaka SHS dan makam Sinyo Harry Sarundayang (SHS), Jumat (15/7/2022) siang.

Usai makan siang di rumah keluarga Sarundayang setelah acara pembukaan kegiatan akbar KBK dan menunggu acara Konferensi, Kapolda dan Uskup secara spontan mengunjungi Taman Pustaka SHS dan makam mantan Gubernur Sulut tersebut, yang memang berada di kompleks rumah keluarga Sarundayang.

Setelah mengisi buku tamu, kedua pemimpin yang dekat dengan masyarakat ini melihat langsung apa yang ada di taman pustaka tersebut.

Bagian/sudut demi bagian/sudut dilihat apa yang ada sambil sesekali kedua pemimpin ini berdiskusi dan memuji apa yang tersaji di taman pustaka SHS.

Setelah mengunjungi Taman Pustaka SHS, Kapolda dan Uskup melakukan ziarah ke makam  Sinyo Harry Sarundayang (mantan Duta Besar Filipina, mantan Gubernur Sulut dan mantan Pj. Gubernur Maluku), yang berada di kompleks yang sama.

Kapolda Sulut dan Uskup Manado berada di Kawangkoan adalah dalam rangka Pertemuan Raya dan Konferensi VII KBK KM.

Kapolda memberikan sambutan mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan membawakan materi pada konferensi sementara uskup memimpin misa pembukaan dan memberikan sambutan sekaligus membuka konferensi serta memantau langsung acara-acara dalam rangkaian dua kegiatan besar tersebut yang diselenggarakan Jumat-Minggu (15-17/7/2022). (Baca : Misa dan Pelepasan Balon, Warnai dan Tandai Pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII KBK KM). (af)

Meimonews.com -Lima pelaku kekerasan bersama yang mengakibatkan korban menderita luka akibat tikaman berhasil diamankan Tim Resmob Polresta Manado, Senin (18/7/2022).

Mereka (pelaku kekerasan tersebut) diamankan Tim yang dipimpin Ipda Herady Yudhantara di lokasi terpisah.

“Para pelaku tersebut sudah diamankan berikut barang bukti berupa sebuah unit sepeda motor R2 jenis Honda Beat warna putih ungu, yang digunakan di TKP,” ujar Humas Polresta Manado Sumardi kepada wartawan di Manado Senin (18/7/2022).

Kekerasan tersebut, ungkapnya, terjadi pada Selasa (21/6/2022) sekitar pukul 03.30 Wita di ruas jalan Sam Ratulangi Kelurahan Titiwungen Selatan Kecamatan Sario (Manado).

Korban kekerasan dua orang yakni Abdul Ryan Baiya, seorang karyawan swasta berusia 21 tahun yang berdomisili di Tuminting Lingkungan VI Kecamatan Tuminting (Manado) dan Andika Amri, lelaki berusia 24 tahun yang tidak bekerja dan beralamatkan Karombasan Utara Lingkungan III Kecamatan Wanea (Manado).

Pelaku kekerasan yang diamankan berjumlah lima orang yakni JE, seorang pelajar berusia 16 tahun yang beralamatkan Kuhun Bumi Manado; YP, seorang pelajar berusia 17 tahun beralamatkan Kelurahan Bumi Beringin Manado; JW, seorang pelajar berusia 15 tahun yang beralamatkan Kelurahan Bumi Beringin Lingkungan IV Manado;

Selain itu, AM, seorang pelajar berusia 16 tahun yang beralamatkan Perum GPI Anggrek No. 32 Manado; dan AK, seorang pelajar berusia 16 tahun yang beralamatkan Kelurahan Tingkulu Lingkungan VII Manado.

Kronologis kejadiannya, pada Selasa (21/6/2022) sekitar pukul 03.30 Wita telah terjadi kasus kekerasan yang dilakukan bersama-sama.

Kejadiannya berawal saat kedua korban bersama seorang rekannya mengendarai 1 unit R2 melintas di jalan Samrat Manado sehabis makan di jalan Piete Tendean Boulevard Manado.

Saat berada di ruas jalan Titiwungen Selatan, tiba tiba sepeda motor korban dicegat oleh beberapa motor yang dikendarai sekitar 5 org yang tidak dikenal korban. Kemudian, ke’5 orang tersebut langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dan rekannya. Salah satu dari pelaku bahkan sempat menikam kedua korban dengan menggunakan sebilah pisau badik.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka di sekujur tubuh di antaranya luka lebam dan luka tikam. Dengan adanya peristiwa tersebut maka korban mendatangi Polresta Manado untuk membuat Laporan Polisi (LP).

Dengan adanya LP tersebut, Tim Resmob Polresta Manado melakukan penyelidikan sekitar TKP (tempat kejadian perkara) dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Setelah mendapat cukup alat bukti, Tim Resmob langsung mengamankan lima pelaku di beberapa lokasi berbeda.

Pelaku tersebut mengaku telah melakukan penganiayaan terhadap kedua korban, dan salah satu dari mereka yang bernama STIL sempat menikam kedua korban dengan menggunakan pisau badik.

Pelaku berinisial STIL masih dilakukan upaya pencarian karena yang bersangkutan menghilang saat Tim mendatangi kediamannya.

Petugas mengamankan sebuah unit sepeda motor R2 jenis Honda Beat warna putih ungu, yang digunakan di TKP.

Pelaku secara bersama-sama melakukan kekerasan kepada korban karena para pelaku menduga korban adalah pelaku yang sebelumnya sempat menganiaya rekan pelaku. (af)

Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo tampil menarik pada Defile Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM) yang diadakan Minggu (17/7/2022).

Defile yang dilombakan oleh Panitia Pelaksana yang diketuai Theodorus Lumi ini diikuti 50-an KBK yang ada di Keuskupan Manado (tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah).

KBK Paroki Gorontalo yang diketuai Alex Maramis dengan Pimpinan Rombongan Talulembang Sule tampil menarik dalam defile yang start dari Kompleks Gereja Tompaso dan finis di Gereja Paroki St. Joseph Kawangkoan.

Di dalam rombongan, ditampilkan kreasi modern  pakaian Karawo (kerawang) yang merupakan kekayaan seni budaya Gorontalo.

Bagi Pimpinan Rombongan Talulembang Sule, kegiatan defile tidak sekedar baris-berbaris tapi juga membawa misi untuk mempromosikan kreasi seni budaya khas Gorontalo, dalam hal ini, pakaian Karawo.

“Hal ini dimaksudkan agar semakin dikenal dan dicintai semakin banyak masyarakat,” ujarnya dalam percakapan singkat dengan Meimonews.com di sela kegiatan.

Lembang (sapaan akrab aktivis/penggerak umat ini), mengakui bahwa tampilan dalam defile ini berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Gorontalo.

Lembang berterima kasih kepada warga setempat dan pengunjung defile yang terlihat sangat mengapresiasi tampilan rombongannya. Halmana, antara lain dibuktikan ketika rombongan melewati rute defile, banyak warga yang meminta izin untuk foto bersama peserta defile yang berpakaian karawo.

Pantauan Meimonews.com juga terlihat hal tersebut. Baik ibu-ibu, bapak-bapak bahkan orang muda berusaha untuk minta foto bersama. Ada yang berfoto selfi tapi ada juga yang menggunakan orang lain sebagai fotografernya.

“Mereka (rombongan defile Gorontalo) tampil menarik. Pakaian kreasi adatnya sedap dipandang. Makanya, kami suka mo bafoto (mau berfoto-Red) bersama,” ujar seorang ibu.

For (untuk-Red) kenang-kenangan. Soalnya, ndak tau (tidak tahu-Red) kapan lagi boleh seperti ini,” ujar seorang bapak. (af)

Meimonews.com – Pelepasan balon ke udara oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Bupati Minahasa Royke Roring, Bupati Talaud Elly E. Lasut, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut dan Wakil Walikota Bitung Henky Honandar menandai pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM).

Pelaksanaan pembukaan kegiatan yang diawali Perayaan Ekaristi oleh Mgr. Rolly di dampingi Sekretaris Keuskupan Pastor John Montolalu Pr,  sejumlah imam lainnya serta Frater Diakon Deddy Pr tersebut dilaksanakan di Stadion Sarundayang Kawangkoan, Minahasa, Jumat (15/7/2022).

Sebelum pelepasan balon, Mgr. Rolly di dampingi Ketua Caretaker Badan Pengurus KBK KM Edwin Kindangen dan Ketua Panitia Pelaksana Theodorus Lumi menyerahkan cenderamata kepada Gubernur dan Kapolda disaksikan sekitar ribuan peserta Pertemuan Raya dan Konferensi dan undangan lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengapreasi pelaksanaan kedua kegiatan besar (Pertemuan Raya dan Konferensi KBK KM) tersebut

“Ini menjadi momentum luar biasa, karena sudah tiga tahun tidak berkumpul akibat pandemi. Kita berkumpul dan bersuka cita,” sebut  Kapolri.

Kapolri berharap, umat beragama dapat hidup dalam perbedaan, tapi diikat dengan ideologi Pancasila. Untuk itu penting agar mengembangkan moderasi beragama. “Semoga pelaksaan berjalan lancar sukses,” sebutnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutnya memberikan pesan menarik bagi bapak-bapak yang tergabung dalam organisasi Kaum Bapak Katolik. “Kalau boleh, mulai jam 6 sore kase mati HP sampai jam 9 malam,” ujar Gibernur.

Mengapa ponsel harus dimatikan pada jam tersebut ?  Gubernur memberi jawaban yakni agar bapak-bapak Katolik bisa punya waktu untuk bercerita dengan anak dan istri.

Pelaksanaan Pertemuan Raya nantinya diisi dengan sejumlah kegiatan seperti penanaman pohon, donor darah dan lomba-lomba kesenian dan olahraga sedang Konferensi akan diisi sejumlah agenda di antaranya pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus KBK KM. (af)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait menyerahkan sumbangan 5 hewan kurban berupa 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing lewat Panitia Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Polresta Manado untuk diteruskan kepada sasaran di halaman Mapolresta Manado, Selasa (12/7/2022).

Dalam sambutannya, Kapolresta menjelaskan makna Hari Raya Idul Adha yakni meneladani pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. “Hikmah yang dapat kita ambil sebagai umat Islam dari peringatan Idul Adha yakni ketakwaan umat manusia kepada Allah SWT. Kemudian kepedulian sosial serta solidaritas kita kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Diungkapkan, tema yang diangkat Polri dalam peringatan Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun 2022 yakni Idul Adha Menanamkan Nilai-nilai Pengorbanan dan Keikhlasan Pengabdian personil guna Mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Polri khususnya Polresta Manado,  sebut Kombes Sirait, menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai wujud nyata nilai keikhlasan dan ketaatan dalam menjalankan tugas.

Sejalan dengan tema tersebut, makna Hari Raya Idul Adha ini bagi anggota Polri khususnya Polresta Manado dan jajaran diimplementasikan dalam bentuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Manado juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim. “Saya atas nama pribadi, maupun selaku Kapolresta Manado mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Turut hadir dalam penyerahan hewan kurban, Wakapolresta Manado AKBP Faisol Wahyudi, Kasat Narkoba Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, seluruh PJU Polresta Manado, serta dari Panti Asuhan As Shobirin, An Nur, Sitty Hadijah dan Taman Pengajian Aspol Sumompo.

Hewan kurban yang diserahkan tersebut berasal dari sumbangan Kapolresta Manado, Wakapolresta Manado, Kapolsek Tikala dan Kapolsek Pineleng masing-masing seekor sapi dan Kasat Narkoba berupa seekor kambing. (af)

Meimonews.com – Dua pelaku tindak kejahatan terpisah, yang terjadi Minggu (10/7/2022) berhasil diamankan Tim Polresta Manado hari itu juga.

Pelaku tindak kejahatan pertama adalah EH, lelaki berusia 30 tahun yang beralamatkan Kelurahan Tumumpa Lingkungan 2 Manado. Korbannya adalah Kun Pramuji, lelaki berumur 49 tahun yang beralamatkan Kelurahan Bailang Lingkungan 1 Manado.

Tim Opsnal 2 Polresta Manado yang dipimpin  Aipda Gazali Mulyono berhasil mengamankan pelaku EH yang berprofesi nelayan pada hari itu juga (Minggu, 10/7/2022).

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait seperti dikutip  Kasie Humas Iptu Sumardi, kronologis kejadiannya adalah pada Minggu (10/7/2022) sekitar pukul 17.00 Wita di Kelurahan Bailang Lingkungan 2 Kecamatan Bunaken,Manado telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor atas nama EH.

Awalnya, pelapor dengan terlapor di suatu jalan yang berlawanan arah kemudian pelapor melihat ada sekumpulan orang yang sedang berkumpul dan sudah memakai badan jalan, kemudian pelapor mengatakan kepada terlapor pinggirkan dulu kendaraan milik terlapor agar tidak mengganggu aktivitas kendaran yang lain dan tidak terjadi kemacetan.

Selesai mengatakan hal itu pelapor melanjutkan perjalanan pulang. Tetapi, tiba-tiba pelapor tersadar kalau ternyata terlapor telah mengikuti pelapor, saat itu pelapor turun dan terjadi pemukulan kepada pelapor.

Setelah mendapat informasi dari SPKT, hari itu juga Tim Unit 2 Opsnal langsung bergerak, mencari baket tehadap terlapor,. Setelah mengetahui keberadaan pelaku berada di Kelurahan Tumumpa Kecamatan Tuminting, tim langsung menuju ke lokasi yang dimaksud.

Sesampainya di lokasi tim langsung mengamankan pelaku, yang sudah menjadi residivis dan dibawa ke Mako Polresta Manado untuk dipertanggungjawabkan perbuatan tersebut.

Pelaku kedua adalah UK, lelaki berumur 24 tahun, berprofesi indriver yang beralamatkan
Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan 4 Kecamatan Malalayang, Manado.

Korbannya adalah Frederik Nayoan, lelaki berumur 76 tahun yang beralamatkan Kelurahan Teling Atas Lingkungan 3 Kecamatan Wanea, Manado

“Minggu, 10 Juli 2022 sekitar pukul 19.30 Wita Tim Resmob dipimpin Kanit Resmob Ipda Heraldy Yudhantara, S.Tr.K telah mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang viral di medsos di Jalan Pumorouw, Manado,” sebut Ipda Sumardi, mengutip Kombes Pol. Sirait

Kronologis kejadiannya, korban telah mengalami peristiwa penganiayaan dimana saat dia sedang membawa angkot mikrolet dihadang kendaraan warna putih dan pelaku yang belum diketahui identitas langsung melakukan pemukulan terhadap korban sehingga dari akibat kejadian tersebut dia mengalami luka di mulut korban dan di tangannya. Dia merasa keberatan atas perbuatan pelaku selanjutnya dibuatkan laporan polisi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Resmob telah mendapatkan informasi dan beberapa petunjuk dari video saat kejadian. Kemudian, tim yang telah mengenali identitas terlapor, langsung melakukan penjemputan terhadap terlapor  dan diamankan ke Sat Reskrim Polresta Manado untuk diproses hukum.

Kedua pelaku tindak kejahatan terpisah tersebut, saat ini sudah diamankan di Mako Polresta Manado dan sedang dalam proses interogasi. (af)