Meimonews.com – Bank SulutGo (acap disebut BSG) resmi menyerahkan QRISH (Quick Response Code Indonesian Standard) Rusunawa (rumah susun sewa) kepada Pemerintah Kota Manado dam QRIS PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) kepada Pemerintah Kota Bitung, Jumat (9/8/2024)

Penyerahan tersebut dilaksanakan pada acara North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2024 yang diadakan di Hotel Sentra Desa Maumbi Kabupaten Minahasa Utara. QRIS Rusunawa diterima Walikota Manado Andei Angouw sementata QRISH PBG oleh Sekda Bitung. Yang menyerahkan adalah Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan mewakili Dirut BSG Revino M. Pepah.

Penyerahan ini merupakan bagian dari upaya Bank SulutGo dalam mendukung digitalisasi layanan publik dan mempermudah proses administrasi untuk masyarakat dan pemerintah daerah.

Acara ini juga dihadiri Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Kepala Bank Indonesia, Andry Prasmuko, serta perwakilan OJK dan Forkopimda Sulut.

Para hadirin menyambut baik inovasi ini yang dinilai akan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan retribusi di kedua kota tersebut.

Direktur Operasional BSG, dalam keterangan persnya, berharap dengan adanya QRIS ini, proses administrasi akan semakin mudah dan transparan. “Ini adalah bagian dari komitmen Bank SulutGo untuk mendukung transformasi digital di Sulawesi Utara,” ujar Louisa.

Gubernur Sulut menjelsskan, inovasi digital seperti ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan dan mempermudah layanan publik. ‘Kami sangat mengapresiasi langkah Bank SulutGo dalam memajukan digitalisasi di daerah ini,” ujar Dondokambey.

North Sulawesi Investment Forum 2024 dengan tema Kawanua Digitation menjadi platform penting untuk memperkenalkan berbagai inisiatif digital dan investasi di Sulawesi Utara, serta memperkuat kerjasama antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat. (Afer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Sekolah Tinggi Filsafat Semainari Pineleng (STFSP) dan Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng, panitia HUT menggelar Seminar Internasional di Aula STFSP, Sabtu (9/8/2024).

Seminar yang mengangkat tema Rooted in Culture, Committed to Mission (Beraksr dalam Budaya Berkomitmen dalam Misi) menghadirkan 2 pakar dari luar negeri dan seorang dari Jogyakarya.

Peserta seminar yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua STFSP Pastor Barnabas ‘Berty’ Ohoiwutun MSC ini berjumlah hampir 300 orang. Peserta mengikuti kegiatan secara daring dan luring.

Pembicara/narasumber pada seminar yang dipandu Dr. Ignasius Welerubun (STFSP) tersebut adalah Dr, Rico Casta Jacoba, Ph.D dan Dr. Jeramie N. Molino, Ph.D dari Saint Louis University USA dan Dr. Johanes Haryatmoko, Ph.D dari Unika Sanata Dharma Jogyakarta.

Doktor Rico membawakan meteri Renewing the mission : The Role of Catholic School in Contemporary Education (Memperbarui Misi : Peran Sekolah Katolik dalam Pendidikan Kontemporer). Doktor Jeramie membawakan materi Rote in CultureCulture, Driven by Education : Advancing Feminism for a Just FutureFuture. Doktor Johanes membawakan materi Membangun Landasan Kebudayaan yang Tangguh untuk Misi Inovatif dan Profetis.

Doktor Johanes, yang tampil sebagai pemateri pertama mengemukakan, dengan membangun kebudayaan yang tangguh, kita disiapkan menjawab secara kreatif beragam tantangan di setiap zaman agar mampu menjalankan misi yang perlu inovasi

Kebudayaan, menurutnya, ada tiga lapis yakni karya, etos masyarakat, dan wujud ideal/misi. Karya semua yang diciptakan/dikembangkan (ilmu pengetahuan dan teknologi) untuk meningkatkan kualitas habitat manusia. Untuk etos masyarakat, prinsip–prinsip, nilai-nilai yang dipraktikkan atau bentuk moral yang dibatinkan meskipun tidak mengemukan dalam kesadaran namun operasional memgatur perilaku sehari-hari. Untuk wujud ideal/misi, pemahaman diri masyarakat, cara masyarakat menafsirkan dirinya, sejarahnya dan tujuan-tujuannya.

Doktor Johanes memberiksn sumbangan betpkkir komputasional. “Berpikir komoutasoonal mengajarkan cara memecahkan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekompesisi), mengidentifikasi polapola, membuat abstaksi, dan merancang algoritmealgoritme,” ujarnya.

Keempat bagian itu, menurutnya, membantu dalam pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan pengambilan keputusan.

Doktor Jeramie dalam pemaparan materinya mengurai tentang apa feminisme, berakar pada budaya, mengapa feninisme harus menjadi bagian dari pendidikan, fornasi budaya baru dan pendidikan, berkomitmen dalan misi, dan contoh perempuan yang mewujudkan feminisme.

Doktor Jeramie memberikan kesimpulan, feminisme adalah perjalanan yang berakar pada konteks budaya dan didorong oleh pendidikan menuju kesetaraan dan keadilankeadilan; Sebagai pendidik dan orang awam, kita memiliki kekuatan untuk mendorong misi ini ke depan.

Ada dua ajakan untuk misi. Pertama, berakar pada budaya kita sambil bersikap kritis jika perlu. Kedua, berkomitmen untuk mengadvikasi dunia di mana setiap orang dapat berkembang tanpa diskriminasi berbasis gender.

Doktor Jacoba dalam pemaparan materinya mengawali dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya pembaharuan, kritik Jaques Derrida dan mengatasi masalah utama; konteks sejarah dan teologis; prrslektif filosofis dan paedagogis.

Selain itu, arah utama untuk evaluasi ulang dan revitalisasi; peran sekolah Katolik dalam masyarakat modern; karakteriktik yang menentukan sekolah Katolik dan tema pendidikan Katolik.

Di akhir pemaparannya, doktor Jacoba memberikan kesimpulan. Tentang ringkasan gagasan utama, dikatakan, sekolah Katolik ditentukan oleh komitmen mereka terhadap injil, pendidikan holistik, pandangan dunia Katolik, guru yang berdedikasi, pembangunan komunitas, dan kemampuan beradaptasi.

Terkait pendidikan Katolik, disebutkan, ini membentuk hati dan pikiran generasi mendatang, mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang bermakna dan memuaskan.

Sementara yang berhubungan dengan ajakan bertindak, disebutkan, renungkan bagaimana mendukung sekolah Katolik dan memastikan mereka terus berkembang. (lk)

Oleh :
Pastor Dismas Valens Salettia Pr

Meimonews.com – Tuhan memproses hidup seseorang bagaikan seorang penambang emas di sungai memproses endapan ‘batu hitam,’ yang diambil dari dasar sungai, ‎’dipilih’ dan ‘dilebur’ jadi logam mulia.

Banyak yang diambil, tetapi sedikit yang terpilih;‎ Yang terpilih dicuci dengan kesabaran dan ketabahan hingga nampak mulai berkilau,‎ Yang tidak terpilih pasti akan terjatuh kembali ke dalam sungai, lenyap tak berbekas dalam ‘kehanyutan ‘

Selanjutnya, yang terpilih masuk dalam proses pemurnian. Kuali panas siap melelehkannya. Siapa yang menyerah dan tidak dapat bertahan, ‎pasti akan hancur oleh panasnya kuali pemurnian. Tapi siapa yang bertahan, dialah yang teruji.

“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1Petrus 1:7)

Sesuatu yang baik datang untuk siapa yang Percaya. Sesuatu yang lebih baik datang untuk siapa yang bersabar. Sesuatu yang terbaik pasti datang untuk siapa yang tidak pernah menyerah.

Apapun yang kita hadapi di dunia ini kita sedang melalui proses pemurnian. Airmata kita tidak akan jatuh percuma. Pemderitaan kita saat inj tidak sebanding dengan hidup kekal yang sksn kita dapatkan.

“Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:11).

Meimonews.com – BKKBN Sulut menggelar Rapat Kerja (Raker) Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas PPS) dan Penyusunan Laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) TPK, TPPS dan Satgas PPS.

Raker diadakan di Ruang Rapat Lestari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Kamis (8/8/2024) sementara Penyusunan Laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) TPK, TPPS dan Satgas PPS di Swiss-Belhotel Maleosan Manado , Jumat (9/8/2024).

Diselenggarakannya kedua kegiatan tersebut terkait dengan upaya pemerintah termasuk BKKBN Sulut yang terus berupaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting dengan target yang harus dicapai yaitu 14 persen di tahun 2024.

Berdasarkan hasil SKI tahun 2023, angka stunting Provinsi Sulawesi Utara berada pada angka 21,3 persen dari 20,5 perse pada tahun 2022.

Sampai dengan tahun 2024, TPPS Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun Kecamatan dan Desa sudah terbentuk 100 persen di seluruh Indonesia.

Jumlah Tim Pendamping Keluarga (TPK) saat ini sudah terbentuk 2.348 tim dan Satuan Tugas sebanyak 19 Satgas, , dan technical assistance kabupaten/kota sebanyak 15 orang.

Pelaksanaan tugas TPPS, TPK, dan Satgas stunting perlu terus dibina, dimonitor dan dievaluasi untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dari setiap tim ini sehingga target percepatan penurunan stunting di tahun 2024 dapat tercapai.

Monitoring (Pemantauan) dan evaluasi (Monev) merupakan salah satu elemen penting dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi perlu dilaksanakan sehingga gambaran kondisi lapangan di tiap daerah dapat diketahui dan juga dapat direspon dengan kebijakan dan kegiatan yang sesuai.

Penyusunan laporan monev TPK. TPPS dan Satgas PPS Sulut bertujuan untuk menyediakan Informasi yang objektif tentang kemajuan pelaksanaan Program dan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting oleh TPK, TPPS, dan Satgas PPS; Menyusun laporan monitoring dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga, Tim Percepatan Penurunan Stunting, dan Satgas PPS; dan mempercepat feedback terhadap permasalahan dan kendala yang terjadi di lapangan.

Setiap Satgas menyampaikan kegiatan/progres yang telah dilakukan, penyampaian hasil evaluasi kinerja, pembahasan, dan rekomendasi.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg membuka pelaksanaan rapat sekaligus memaparkan Overview Monitoring dan Evaluasi TPS, TPPS dan Satgas PPS Semester I Tahun 2024.

Kaper berharap dari pemaparan yang disampaikan dapat membantu dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Sulut.

Selain itu, tersedianya Laporan Monitoring dan Evaluasi TPK, TPPS, dan Satgas PPS, serta melakukan feedback terhadap permasalahan dan kendala yang terjadi di lapangan.

Kegiatan dilanjutkan di Swiss-Belhotel Maleosan Manado terkait Penyusunan Laporan Monev TPK, TPPS, dan Satgas PPS Semester yang dilaksanakan Tim Kerja Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan.

Kegiatan dihadiri Sekretaris BKKBN Sulu Ladu D. Ante, S,Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dan Ketua Tim Kerja terkait tagging stunting BKKBN Sulut, TPPS Sulut, IPeKB Sulut, serta Satgas Stunting Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Peserta yang mengikuti pelaksanaan Rapat sebanyak 33 orang terdiri dari Satgas PPS 19 orang, Tim TPPS Sulut 1 orang (Murphy Kuhu, S.TP), DPD IPeKB Sulut 1 oramg, Sekretaris BKKBN Sulut 1 orang, Tim Kerja Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini 5 orang, Tim Kerja Akses Kualitas Layanan KB dan KR 1 orang, Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting 1 orang.

Tim Kerja Pelaporan dan Statistik dan Pengelolaan TIK 1 orang, Tim Kerja Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi 1 oramg, Tim Kerja Umum, Advokasi, KIE dan Kehumasan orang serta Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, Kemitraan dan BOKB 1 orang. (FA)

Meimonews.com – Berbagai isu terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dibahas dalam Jumat Bacirita Polresta Manado di Kantin Presisi Polresta Manado, Jumat (9/8/2024).

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas (Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polresta Manado Kompol Nelson Tuju mewakili Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait diikuti sejumlah warga dan wartawan serta turut dihadiri sejumlah perwakilan Satuan Kerja (Satker) dan Bhabinkamtibnas Polresta Manado.

Kasat Binmas menjelaskan berbagai langkah-langkah strategis yang telah dilakukan oleh Polresta Manado dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Polresta Manado.

Warga juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan saran terkait masalah-masalah yang mereka hadapi.

Diskusi berlangsung dalam suasana yang interaktif dan konstruktif. Warga memberikan tanggapan positif terhadap upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Diketahui, Jumat Bacarita merupakan salah satu upaya Polresta Manado untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program-program kepolisian dan memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dengan warga. (AF)

Meimonews.com – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Manado (Unima) di mana telah terpilih tiga nama yakni Dr. Joseph Philip Kambey, S.Ak, MBA, Prof Dr. Orbanus Naharia, M.Si dan Dr. Patricia Silangen, SPd, M.Pd pada Rapat Senat Unima, Selasa (9/7/2024) lalu diputuskan diulang,

Pilrek ini harus dilakukan proses pemilihan ulang berdasarkan surat keputusan Kemendikbudristek Nomor. Manual. 533/E.E1/KP15/2024 tertanggal 29 Juli 2024 tentang Tindak Lanjut Tahapan Proses Pemilihan Rektor Universitas Negeri Manado Periode 2024-2028 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Senat Unima yang dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. Herry Sumual, M.Si di dampingi Sekretaris Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, MKes, AIFO dan dihadiri 30-an dari 49 anggota Senat serta Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd di Ruang Senat EA Worang Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Jumat (9/8/2024).

Keputusan pemilihan ulang itu dilakukan karena ada hal-hal prinsip yang bertentangan dengan ketentuan/peraturan yang ada sebagaimana tertera dalam Surat Kemendikbudristek RI yang diterima Senat Unima dan dibahas dalam rapat Senat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Senat Unima Prof. Herry ketika diwawancarai Meimonews.com via telefon usai Rapat Senat Unima.

Dikemukakan, ada surat dari Surat Dirjen Dikti Kemendiktiristek RI yang masuk ke Senat Unima terkait dengan tahapan Pilrek Unima yang harus diulang karena beberapa pertimbangan prinsip. “Ada dua masalah yakni terkait dengan keanggotaan Senat Unima dan Calon Rektor yang terpilih waktu Rapat Senat lalu,” ujarnya.

Karena dua permasalahan tersebut maka Senat Unima mengambil keputusan untuk diadakan pemilihan ulang tapi baik pimpinan Senat dan Rektor berkonsultasi dengan Dirjen Dikti Kemendikbudristek RI

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd menegaskan Pilrek Unima harus berjalan sesuai peraturan yang ada. Itulah sebabnya, bila dalam tahapan Pilrek lalu bermasalah maka harus mengikuti aturan yang ada sebagaimana peraturan Kemendikbudristek RI.

“Proses Pemilihan Rektor periode 2024-2028 harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas Rektor yang akan mengakhiri dua periode kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Unima ini kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, usai Rapat Senat Unima.

Mantan Wakil Rektor 1 Unima ini berharap proses Pilrek untuk menggantikannya berjalan dengan baik dan sesuai aturan sehingga nantinya akan terpilih orang nomor satu di Unima tanpa masalah. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengingatkan tentang pentingnya menjaga toleransi di Kota Manado.

Hal tersebut diingatkan Walikota Manado ketika berbicara pada Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Manado di Hotel Formosa Manado, Kamis (8/8/2024).

Rakor yang mengangangkat tema Optimalisasi Peran FPK, Bergerak Bersama Menuju Kota Manado Lebih Baik ini telah dibuka pelaksanaannua oleh Wakil Walikota Manado Richard Sualang.

Menurut Walikota, toleransi harus terus dijaga dan membutuhkan komunikasi yang intens, karena interaksi antar masyarakat sangat baik tanpa memandang perbedaan agama, ras, dan lain-lain.

“Kita tidak perlu cari tahu dia agama apa. Itulah modal dasar kita untuk dikatakan sebagai kota toleransi. Kita melihat Kota Manado semakin maju, semakin berkembang, banyak orang yang datang di Kota Manado,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini berharap, kita dapat memberikan contoh sehingga yang datang di Kota Manado tidak memandang dari agama apa. Kita harus gencar memberikan contoh yang baik, berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik.

“Saya mengapresiasi untuk rekan-rekan dan seluruh pengurus FPK Kota Manado dan berharap bisa terus mempromosikan komunikasi antar masyarakat yang latar belakangnya bermacam-macam agar Kota Manado boleh menjadi contoh untuk daerah lain,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua FPK Kota Manado Brian Waleleng, SH, deluruh pengurus FPK, perwakilan FKUB, budayawan, serta undangan lainnya. (Afer)

Meimonews.com – Polsek Malalayang berkolaborasi dengan Polsek Mapanget berhasil mengamankan seorang tersangka kasus penodongan dan penjambretan pada Kamis (8/8/2024) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat terkait kejadian penodongan dan penjambretan yang menimpa seorang warga perempuan bernama Erhayati, 28 tahun.

Mendapat laporan tersebut, personil Polsek Pineleng langsung melakukan gerak cepat (gercep) dengan mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) di Kelurahan Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado untuk mengumpulkan informasi dari korban dan saksi – saksi , selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Mapanget yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku.

Kapolsek Malalayang AKP Ewin Kristianto menjelaskan, pelaku berinisial MEW, pria 21 tahun, asal warga Desa Wasian, Jaga 2 Kakas Minahasa.berhasil diamankan tak kurang dari satu jam.

Di mana pelaku saat mencoba melarikan diri ke arah Jalan AA Maramis Mapanget mengalami kecelakaan dan selanjutnya diamankan oleh masyarakat dan diserahkan ke Polsek Mapanget.

Polsek Mapanget telah melakukan berbagai tindakan, termasuk mendatangi TKP, mengamankan pelaku, dan melakukan interogasi awal.

“Selain itu, barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario merah dengan nomor polisi DB 5006 RJ juga berhasil diamankan.” ujar Kapolsek Mapanget Iptu Lesly Lihawa.

Tersangka kini berada dalam penanganan Polsek Malalayang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (AF)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng melantik Dr. Victor PK Lengkong, SE, M!Si sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat Manado, di gedung Rektorat Unsrat, Rabu (7/8/2024).

Pelantikan doktor Lengkong sebagai orang nomor satu di FEB periode tahun 2024-2028 tersebut dilakukan Rektor bersamaan dengan pelantikan Anggota Senat Unsrat Manado dan Anggota Senat FEB Unsrat Manado.

Pelantikan ini menyusul terpilihnys doktor Lengkong sebagai Dekan FEB masa bakti empat tahun ke depan tersebut yang dilaksanakan dalam Rapat Senat FEB Unsrat Manado yang diadakan di ruang rapat fakultas, beberapa jam sebelumnya.

 

Dalam proses pemilihan tersebut, doktor Lengkong meraih suara terbanyak yakni 27 suara mengalahkan dua calon lain yakni Dr. Ivone S. Saerang, SE, MM dan Dr. Maryam MangantarMangantar, SE, MSi yang masing-masing hanya memperoleh 1 suara.

Kemenangan mutlak tersebut mengantarkan doktor Lemgkong dilantik sebagai Dekan oleh Rektor Unsrat Manado. (FA)

Meimonews.com – Personil Polsek Pineleng bersama dengan Personil Kompi C Brimob Sulut dan didukung sejumlah warga melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa membersihkan puing-puing rumah pasca kebakaran yang terjadi di Desa Sea Jaga 3, Kecamatan Pineleng, Kamis (7/8/2024).

Bakti sosial ini bertujuan untuk membantu warga yang menjadi korban kebakaran sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sehingga kehadiran polisi semakin dirasakan oleh masyarakat setempat.

Kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah pada Senin (5)8/2024), sekitar pukul 19:15 Wita tersebut mengakibatkan kerugian material yang signifikan bagi keluarga terdampak.

Bakti sosial ini dilakukan di tiga rumah yang terdampak kebakaran yaitu rumah Keluarga Inaku-Rapar, rumah Keluarga Sumolang-Rapar, dan rumah Keluarga Rabunusa-Iroth.

Dalam kegiatan ini, personil membersihkan puing-puing dan merapikan barang-barang yang masih bisa digunakan oleh keluarga korban. Barang-barang yang tidak lagi terpakai langsung diangkut menggunakan kendaraan dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Kegiatan bakti sosial ini dihadiri Kapolsek Pineleng Iptu Ronal Hinonaung sebagai penanggung jawab bersama 12 personil Polsek Pineleng, 6 personil Brimob yang dipimpin Bripka Meyer Diawang

Hadir juga Hukum Tua Desa Sea Beatrix Tamuntuan, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi. (AF)