Meimonews.com -Sebanyak 8 (delapan) frater Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (Missionarii Sacratissimi Cordi Yesu/MSC) ditahbiskan menjadi diakon pada Misa Tahbisan yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di Kapel Biara Hati Kudus Skolastikat MSC Pineleng, Sabtu (27/6/2026).
Mendampingi Uskup pada misa konselebrasi ini adalah Wakil Dewan Provinsi MSC Indonesia P. Anselmus Jamlean, Supda MSC Sulkaltim P. Kornelius Kulikeban, Supda Skolastikat MSC Pineleng Aldrin Amstrong Rey.
Selain itu, Sekretaris Keuskupan Manado P. Poltje Pitoy MSC, Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) P. Amrosius Wuritimur Pr, Ketua STFSP Pastor Barnabas Ohoiwutun MSC serta puluhan imam lainnya.
Mereka yang ditahbiskan adalah Fr. Meibivis Xaverius Rotikan Fr. Ekanisius Dedianto, Fr. Fransiskus Mario Charlos, Fr. Eusebius Verceli So’o Kowe, Fr.Joseph Kanar Tethol, Frater Jeffrey Claudius, Frater Basilio Bryan de Mang Nukak, dan Fr. Mario Mikael Mengko.

Upacara tahbisan terdiri dari pemilihan calon tahbisan, janji para diakon terpilih, tahbisan diakon berupa penunpangan tangan oleh uskup, doa tahbisan, pengenaan stola dan dalmatik serta penyerahan buku injil (evangeliarium).
Mewakili seluruh orangtua dari para diakon baru, Linda Tuegeh mengungkapkan bahwa hatinya tergetar oleh rasa bangga, haru, dan rasa pantas yang bercampur menjadi satu.
“Bagi kami para orangtua, rasanya baru kemarin kami mengantarkan anak-anak kami ke pintu seminari. Meyerahkan mereka dengan segala kepolosan, kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki,” ujarnya.

Hari ini, para orangtua melihat mereka berdiri di altar suci, mengenakan stola dan dalmatik, siap melayani Tuhan dan sesama sebagai seorang diakon.
Sungguh ini bukan karena kehebatan para orangtua mendidik mereka, melainkan murni karena penyelenggaraan ilahi dan kasih karunia Tuhan yang bekerja dalam diri mereka
Oleh karenanya, para orangtua diakon berterima kasih kepada banyak pihak seperti para formator, pastor dan seluruh keluarga besar Tarekat MSC.
“Terina kasih karena telah menerima anak-anak kami apa adanya. Terima kasih karema telah mendidik, menuntun, meneguhkan, dan sabar mendampingi mereka selama masa formasi,” ujarnya.

Di bawah naungan spiritualitas Hati Kudus Yesus, tambahnya, anak-anak mereka telah tumbuh menjadi pribadi yang siap diutus. Mereka sadar, tugas mendidik calon pelayan altar tidaklah mudah, dan cinta kasih yang tarekat ini berikan tidak akan mampu dibalas mereka. Mereka menyerahkan seutuhnya anak-anak mereka ke dalam pelukan misioner Tarekat MSC.
Mewakil para diakon baru, Fr. Meibivis Rotikan MSC mengungkapkan, mereka sadar bahwa mereka bukanlah orang sempurna sehingga mereka menerima rahmat ini, melainkan karena menyadari kerapuhan diri mereka maka mereka senantiasa mengusahakan sikap kerendahan hati dan dengan penuh iman berserah dan percaya kepada Hati Kudus Yesus, sumber segala rahmat.
“Anda sekalian mengetahui keberadaan kami, kekurangan kami, kelemahan kami dan kerapuhan diri kami. Demikian juga anda sekalian mengetetahui bagaimana perjuangan kami, bagaimana keadaan kami waktu bangkit ketika jatuh, bagaimana kami tidak menyerah pada kerapuhan diri kami, melainkan terus berusaha memperbaiki diri dan berserah pada penyelenggaraan ilahi Hati Kudus Yesus dan perantaraan Bunda Hati Kudus,” ujarnya.
Diakui, semua perjalanan atau pengalaman yang mereka lalui adalah bagian dari sekolah Hati Kudus Yesus. Maka, dalam kesadaran itu, Bunda Hati Kudus adalah pengajarnya, pelindung, dan penuntun arah bagi mereka dalam belajar memiliki hati yang sudah bergerak oleh belas kasihan.
Wakil Dewan Provinsi MSC Indonesia Pastor Aselmus Jamlean mengingatkan kepada kedelapan diakon tersebut untuk tidak mengukur nilai pelayanan hanya dari banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan atau keberhasilan yang dapat dicapai.
“Tangan memang dapat bekerja tanpa kasih, tetapi hati yang dipenuhi kasih akan selalu menemukan cara untuk melayani. Itulah sebabnya Kongregasi kita tidak hanya membentuk pekerja-pekerja gereja, tetapi membentuk para misionaris yang membawa Hati Kudus Yesus ke tengah dunia,” ujarnya.
Dunia, menurutnya, tentu membutuhkan pelayan yang cakap dan terampil. Namun, lebih dari itu, Gereja membutuhkan pelayan yang kehadirannya membawa penghiburan, membangkitkan harapan, dan membuat orang semakin percaya bahwa Allah yeng mengasihi mereka.
Karena itu, sambungnya, di manapun konfrater diutus, janganlah pertama-tama bertanya, apa yang harus saya kerjakan tapi bertanyalah lebih dahulu bagaimana melalui hidup saya, orang dapat mengalami kasih Hati Kudus Yesus. “Saya percaya, di situlah letak misi yang sesungguhnya dari seorang Miaionaris Hati Kudua,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Mgr. Rolly mengurai perjalanan seotang hingga bisa menerima tahbisan diskon. Ada sejarah panjang dari mereka, yang seperti diajarkan Kristus yakni datang bukan untuk dilayani tapi melayani.
Peran orangtua/keluarga, menurut Mgr. Rolly, memang sangat besar, yang kemudian diikuti pembinaan di seminari baik seminari kecil, menegah maupun seminari tinggi.
Mgr. Rolly berterima kepada orangtua diakon yang telah memberi anak-anaknya untuk melayani Tuhan, yang saat ini telah ditahbiskan menjadi diakon,
Diingatkan kepada para diakon untuk menjadi garam dan terang dunia di manapun berada. Selain itu, tetap bersemangat dalam melayani dan memberikan yang terbaik.
Usai misa tahbisan, diadakan syukuran di aula dan halaman Skolastikat MSC Pineleng yang diwarnai suasana kegembiraan dan kekeluargaan.
Di momen ini, keluarga, tamu/undangan memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama baik dengan masing-masing diakon yang baru ditahbiskan tapi juga dengan Uskup Manado dan pimpinan Taraket MSC. (LAF)

