Meimonews.com – Sejumlah pesan penting disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara Wisuda Unsrat Tahun 2026 dalam sidang senat terbuka di Auditorium Unsrat Manado, Senin (20/4/2026).

Pesan penting tersebut ditujukan kepada para wisudawan dari berbagai program studi (prodi) untuk waktu-waktu ke depan mereka.

Dikemukakan, wisuda hari ini adalah momentum penting, bukan hanya sebagai penanda berakhirnya proses pendidikan formal di bangku universitas, tetapi juga titik awal memasuki babak baru kehidupan yang lebih kompleks, dinamis, dan penuh tantangan.

“Ilmu yang saudara peroleh harus diabdikan untuk meningkatkan martabat manusia, memperkuat keadilan sosial dan membangun peradaban yang baik, seperti Filosofi Dr. GSSJ Ratulangi “Si Tou Timou Tumou Tou” (Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Manusia Lain),” ujarnya..

Rektor juga berpesan kepada para wisudawaan untuk menjadi generasi yang menciptakan peluang, berani berinovasi dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus yang diwakili Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay dalam sambutannya menjelaskan, momentum wisuda adalah hasil dari proses panjang yang telah dilalui dengan penuh ketekunan dan kesabaran.

Setiap langkah yang ditempuh baik dalam ruang kuliah praktik maupun aktivitas kemahasiswaan telah membentuk karakter dan memperkaya pengalaman.

“Tidak sedikit rintangan yang dihadapi, namun semua itu justru menjadi pondasi yang menguatkan pribadi saudara-saudara untuk melangkah lebih percaya diri ke masa depan,” ujar Wagub mengutip sambutan Gubernur.

Diingatkan kepada wisudawan untuk teruslah melangkah dengan optimisme, karena di balik setiap perjuangan, selalu ada pemandangan indah yang menanti di puncak perjalanan. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang bersama Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Republik Indonesia (PKP RI) Maruarar Sirait ketika meninjau lokasi rencana pembangunan Rusunawa di Kelurauan Paniki Dua Kecamatan Mapanget Kota Manado, Jumat (10/4/2026).

Turut hadir mendampingi orang nomor satu dan dua di ibukota provinsi Sulut yang akrab disebut AARS (Andrei Angouw dan Richard Sualang) dalam kegiatan ini adalah Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel serta Kepala Dinas Perkim Kota Manado Peter Eman.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Manado bersama Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI Sri Haryati memaparkan rencana pembangunan Rusunawa yang akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3.200 meter persegi.

Pembangunan direncanakan dimulai pada tahun anggaran 2026 hingga 2027, dengan estimasi masa konstruksi selama 10 bulan setelah penandatanganan kontrak kerja.

Saat ini, dokumen verifikasi administrasi telah dinyatakan lengkap, dan proyek ditargetkan rampung pada Maret 2027.

Rusunawa yang direncanakan bernama “Bhineka Tunggal Ika” ini akan terdiri dari 44 unit hunian tipe 36, dengan bangunan tiga lantai. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur (kamar utama dan kamar anak), ruang tamu, ruang makan, dapur, serta kamar mandi.

Selain itu, akan disediakan fasilitas pendukung seperti taman bermain anak, ruang serbaguna di lantai dasar, serta unit khusus yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Dalam kunjungan ini, Menteri PKP RI juga akan memberikan dukungan berupa bantuan pribadi sebesar Rp. 200 juta yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas olahraga berupa lapangan futsal di kawasan Rusunawa tersebut.

Selain meninjau lokasi pembangunan, Menteri juga mengunjungi Rusunawa yang berada di sekitar lokasi dan berdialog langsung dengan para penghuni.

Diketahui, Pemerintah Kota Manado terus mendorong percepatan pembangunan hunian vertikal sebagai upaya pemenuhan kebutuhan tempat tinggal layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya di wilayah perkotaan. (elka)

Meimonews.com – ​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June.E. Silangen (Kepala) menggelar High Level Meeting (HLM) Penguatan Komitmen Digitalisasi Daerah dan Peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Hotel Sentra Manado, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan bagi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dibuka pelaksanaanya oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johanis Victor Mailangkay (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Suprationo, jajaran Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) se-Sulawesi Utara.

Sebagai narasumber adalah Kepala Bapenda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut serta Pemimpin Divisi Pengembangan Bisnis dan Jaringan Bank SulutGo (BSG) Jimmy Alexander Lakoy.

​Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulut yang dibacakan Wagub, ditekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren global atau pilihan alternatif, melainkan agenda prioritas nasional yang dimandatkan langsung oleh Presiden RI.

Bagi Pemprov Sulut, komitmen ini merupakan wujud nyata dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah. ​”Digitalisasi adalah instrumen utama untuk transparansi dan efisiensi tata kelola keuangan daerah,” ujar Wagub memgutip Gubernur.

​Pada tahun 2025, Sulawesi Utara sukses meraih penghargaan Championship TP2DD Terbaik ke-3 Wilayah Sulawesi. Meski demikian, Gubernur mengingatkan, prestasi ini tidak boleh sekadar dipertahankan, melainkan harus ditingkatkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

​Beberapa tantangan strategis yang masih menjadi perhatian meliputi ​Keterbatasan infrastruktur jaringan, ​Tingkat literasi digital masyarakat dan ​Kebutuhan peningkatan kompetensi SDM pengelola.

​Gubernr mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan HLM ini sebagai titik tolak lompatan besar. “Mari kita bersama mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan cakap digital,” ajaknya. (elka)

Meimonews,com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesis (RI) Wahaji menegaskan pentingnya membangun keluarga yang kuat dan harmonis karena memiliki dampak penting bagi masa depan generasi mendatang.

Penegasan Mendukbangga/Kepala BKKBN Ri tersebut disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay pada upacara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Hargnas) ke-32 tingkat Sulut, Jumat (4/7/2025).

Upacara yang dipimpin Wagub Sulut di lapangan kantor Gubernur Sulut, jalan 17 Agustus Manado tersebut dihadiri berbagai unsur penting baik tingkat provinsi Sulut maupun Kabupaten/Kota se-Sulut.

Wagub Sulut Johanis Victor.Mailangkay yang menjadi pemimpin upacara pada puncak peringatan Harganas ke-32 tingkat provinsi Sulut

Di antaranya, Sekretaris TP-PKK Sulut Merry Mailangkay, Sekdaprov Sulut Tahlis Gallang; jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan;, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulut; pimpinan instansi vertikal; pejabat tinggi pratama, OPD KB kabupaten/kota; PLKB/PKB, staf khusus gubernur, pengurus TP-PKK dan Dekranasda, Kepala Dinas OPD KB se-Sulut; Ketua IBI dan Juken Sulut, pegawai BKKBN Provinsi, serta perwakilan Generasi Berencana (GenRe) Sulut.

Sebagai bagian dari peringatan Harganas tahun ini, acara diadakan pula peluncuran Aksi Mapalus Cegah Stunting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada 20 keluarga penerima sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di daerah.

Selain itu, berbagai penghargaan dan apresiasi turut diserahkan dalam kesempatan tersebut.
(BACA : Diharapkan jadi Motivasi Terus Berinovasi dan Berkolaborasi, Kemendukbangga/BKKBN Sulut Berikan Penghargaan dan Apresiasi kepada Sejumlah Pemangku Kepentingan).

Menteri menjelaskan, tema Harganas tahun ini, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju, menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

“Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Menteri.

Oleh karena itu, Menteri menyampaikan tiga prioritas utama dalam pembangunan keluarga: Pertama, Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan keluarga; Kedua, Kewaspadaan terhadap dampak negatif teknologi digital; Ketiga, Peningkatan kualitas kesehatan dan ekonomi keluarga.

Menurut Menteri, keberhasilan pembangunan keluarga memerlukan kolaborasi lintas sektor, sinergi anggaran, serta dukungan semua pemangku kepentingan.

Mengakhiri sambutan, Wakil Gubernur mengajak seluruh pihak di momen Harganas ke-32 ini untuk memperkuat komitmen, perkuat kolaborasi, integritas program serta inovasi layanan untuk menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

“Karena membangun Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga yang hari ini kita dampingi dan berdayakan,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamen Dukbangga)/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka turun ke lapangan (turlap) ke Kelurahan Paniki 2 dan Kelurahan Sindulang 1 Kota Manado, Kamis (12/6/2025).

Turlap yang dilakukan Wamen di dampingi Wagub Sulut Johanis Victor Mailangkey, Wawali Manado Richard Sualang, Staf Kemendukbangga/BKKBN RI, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan staf dimaksudkan untuk meninjau kondisi beberapa keluarga beresiko stunting di daerah ini.

Dalam turlap tersebut, Wamen, Wagub (Wakil Gubernur) Sulut dan Wawali (Wakil Walikota) Manado menyerahkan paket bantuan nutrisi sebagai bagian dari program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) kepada keluarga-keluarga yang dikunjungi.

Menariknya, Wamen tak segan untuk memberikan makan (menyuap) anak stunting sambil berbicara untuk membangun keakraban, sebagaimana lazimnya seorang ibu yang punya kepedulian terhadap anaknya.

Wamen juga mengambil waktu cukup untuk berbincang dengan keluarga stunting untuk mengetahui keadaan/kondisi yang ada.

Keluarga yang dikunjungi Wamen dan rombongan di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan 1 adalah Keluarga Rivaldo Pandita (pekerjaan buruh) dan Jeniver Astrid Lomboan (ibu rumah tangga), dengan satu orang anak bernama Akila Pandita (perempuan berusia 1 tahun 8 bulan), yang masuk dalam kategori baduta dan keluarga desil 1. Anak tersebut lahir dengan BBL 3000 gram, berat badan Mei 2025 sebesar 9600 gram, dan panjang badan 80 cm.

Kondisi tempat tinggal keluarga tersebut adalah rumah menumpang dengan jamban tidak layak. Pendampingan yang diberikan berupa bantuan makanan matang, protein hewani (telur), dan beras sebagai bagian dari intervensi spesifik percepatan penurunan stunting.

Di Kelurahan Sindulang 1, ada beberapa keluarga KRS yang tinggal di wilayah padat penduduk dan beresiko tinggi terhadap permasalahan gizi.

Mereka adalah pertama, keluarga Harun Usman dan Nurmila Kadir (40 tahun) yang memiliki 6 anak, di antaranya Nursamsia Usman (usia 34 bulan, berat badan 13 kg) dan Erman Usman (usia 50 bulan); kedua, keluarga Alvis Makarilang dan Refi Syukur (22 tahun) yang memiliki 1 anak yakni Alfatih Makarilang (usia 17 bulan, tinggi badan 78 cm, berat badan 8 kg)

Ketiga, keluarga Arfan Lagautu dan Nur Fani Kadir (36 tahun) yang memiliki 5 anak, di antaranya Arham Dzulfani Lagautu (usia 6 bulan, TB 66 cm, BB 7 kg) dan.Adzkia Ramadhani Lagautu (usia 57 bulan)

Dari total 12 anak dari ketiga keluarga tersebut terdapat 5 anak berada dalam kondisi berisiko tinggi terhadap stunting. Rumah yang ditempati merupakan milik orang tua, dengan atap seng, lantai semen kasar, dan dinding beton.

Fasilitas sanitasi tidak memadai, dengan jamban leher angsa yang memiliki septic tank penuh dan tidak berfungsi, sehingga aktivitas buang air besar dilakukan dengan menumpang ke rumah tetangga.

Keluarga menggunakan metode KB suntik, dan akses air minum berasal dari air isi ulang. Lokasi rumah berjarak sekitar 1 km dari balai penyuluhan.

Sebagai bentuk intervensi dari Program Genting keluarga-keluarga ini menerima bantuan nutrisi berupa makanan matang bergizi, protein hewani (telur), susu formula anak dan beras.

Kunjungan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting (PPS) di daerah.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah (Genting)

Wamen menjelaskan, pemerintah terus berupaya hadir langsung ke masyarakat yang paling terdampak untuk memastikan bahwa program intervensi gizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Intervensi yang langsung menyasar keluarga risiko stunting sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Perlu dukungan lintas sektor dan kolaborasi aktif semua pihak agar kita dapat mencapai target penurunan stunting nasional,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan langkah konkrit dalam menjawab tantangan stunting di lapangan, sekaligus memastikan bahwa kebijakan dan program yang dirancang benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Wagub Sulut dan Wawali Manado menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendukbangga/BKKBN RI berkaitan dengan program PPS di Bumi Nyiur Melambai Sulut. (elka)