Meinonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Evaluasi Lapangan Usulan Pembukaan Fakultas Kedokteran Program Sarjana Kedokteran dan Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Dokter di Gedung Fakultas Kedokteran, Tondano, Senin (25/5/2026).

Kegiatan strategis ini dipimpin Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta tim kerja penyusunan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima.

Tahapan evaluasi ini merupakan kelanjutan dari koordinasi intensif antara Unima dan pemerintah pusat.

Proses evaluasi lapangan ini melibatkan tim evaluator dari berbagai unsur, antara lain T. Basaruddin, Tri Hanggono Achmad, Munawir Sadzali Razak, Henriette Minerva Wenno, Apriaekawati Utami, Arum Atmawikarta, Arianti Anaya, Andi Wahyuningsih, dan Wisnu Barlianto.

Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan, Unima telah menyiapkan berbagai instrumen penting, mulai dari kurikulum, kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga rencana pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai penunjang utama proses pendidikan kedokteran.

Hadirnya Faked Unima diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Rektor menegaskan komitmen Unima untuk menjaga kualitas pendidikan kedokteran sejak awal pendirian program studi.

Menurutnya, kualitas akademik dan tatakelola harus menjadi prioritas utama agar Faked Unima mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. (*/FA)

Meimonews.com – Guna penilaian dan verifikasi usulan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked), tim visitasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan visitasi ke Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Selasa (10/3/2026).

Visitasi ni merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses pengajuan program studi kedokteran yang sedang diupayakan Unima.

Melalui visitasi ini, diharapkan proses pengusulan pembukaan Faked Unima dapat berjalan dengan baik serta memperoleh dukungan dari berbagai pihak demi penguatan pendidikan kedokteran dan peningkatan layanan kesehatan, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil Unima sebagai gambaran mengenai kapasitas, potensi, serta kesiapan institusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unima Mister Gideon Maru. menegaskan komitmen Unima dalam mengembangkan pendidikan di bidang kesehatan guna menjawab kebutuhan tenaga medis yang berkualitas.

Dalam visitasi tersebut, tim dari Kemenkes RI melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek kesiapan, mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, dukungan sumber daya manusia, hingga rencana pengembangan rumah sakit pendidikan sebagai wahana praktik klinik bagi mahasiswa kedokteran di masa mendatang.

Tim Kemenkes RI yang memberikan arahan pada kesempatan itu adalah Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Arianti Anaya dan Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Anna Kurniati.

Dalam arahan tersebut disampaikan pentingnya memastikan kesiapan institusi secara komprehensif agar penyelenggaraan pendidikan kedokteran dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional. (FA)