Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menyelenggarakan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 yang dipusatkan di Taman Kota Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Jumat (19/7/2024).

Pelaksanaan Harganas Sulut tahun ini, menurut Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg dilaksanakan dengan sederhana, namun banyak hikmah yang dapat diambil.

“Momentum Harganas dapat dijadikan sebagai salah satu pembenahan dalam diri dan keluarga untuk tetap berpikir positif dan memberi manfaat untuk menurunkan stunting sebagai langkah perencanaan sumber daya manusia sejak dini,” ujar Tandaju berharap.

Harapan tersebut disampaikan Tandaju mengingat angka prevalensi stunting Sulut sebagaimana data hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencapai 21,3 persen atau naik 0,8 persen dibanding tahun 2022 sebesar 20,5 persen.

Sementara dari 15 kabupaten dan kota, angka prevalensi stunting Kabupaten Minahasa Tenggara menunjukkan kecenderungan penurunan signifikan yaitu sebesar 26,5 persen pada tahun 2022 menjadi 15 persen pada tahun 2023.

Tandaju mengakui, pemerintah telah berkomitmen untuk secara konsisten mendukung setiap upaya pencegahan dan penurunan kasus stunting.

“Pemerintah menyadari bahwa dalam upaya penurunan stunting, keluarga memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam memberikan praktek pengasuhan yang baik dan menciptakan lingkungan sanitasi yang memenuhi standar kesehatan,” jelasnya,

Disebutkan, peran keluarga menjadi penting karena masalah gizi sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga, yaitu praktek pengasuhan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta setelah ibu melahirkan, dan masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga untuk mengkonsumsi makanan bergizi, sumber air minum yang layak, dan jamban keluarga.

“Kita semua memiliki harapan melalui keluarga dapat diwujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas pada tahun 2045, karena penanganan sumber daya manusia adalah tugas kita bersama,” ujarnya.

Tandaju mengajak seluruh jajaran pemerintah, mitra kerja, dan seluruh masyarakat, saling bahu membahu, hidup saling bergotong-royong, dalam mengatasi permasalahan yang ada.

Diketahui, di momen puncak peringatan Harganas Tingkat Sulut ada sejumlah acara yang diagendakan untuk dilaksanakan.
(BACA Meimonews.com Edisi 13 Juli 2024) : Puncak Peringatan Harganas 2024 Tingkat Sulut Dipusatkan di Tombatu, Sejumlah Acara akan Digelar

Acara- acara tersebut adalah pelayanan kesehatan umum, pelayanan kesehatan mata, donor darah, penyuluhan kesehatan, pelayanan KB, lomba menu Dashat (dapur sehat atasi stunting antar kecamatan, pameran UMKM/UPPKA dan atraksi kesenian. (FA)

Meinonews.com – Operasi Patuh Samrat 2024 di Sulawesi Utara secara resmi dimulai. “Operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Patuh Samrat 2024 ini dilaksanakan untuk menciptakan sitkamseltibcar lantas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolda Sulut Irjen Pol. Yudhiawan dalam arahannya saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Polda Sulut, Senin (15/7/2024).

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Samrat ini diikuti oleh pasukan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Bapenda dan Pol PP. Operasi ini melibatkan sebanyak 49 personil Polda Sulut dan 424 personel Polres/ta jajaran.

Ditambahkan, operasi bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

Kapolda mengungkapkan, Operasi Patuh tahun 2022/2023 untuk data tilang naik 71,60 persen dan teguran naik 2,69 persen. Untuk data kecelakaaan, jumlah kejadian naik 1,79 persen dengan korban meninggal dunia turun 55,56 persen, luka berat naik 25,00 pereen dan luka ringan turun 5,88 persen.

“Harapannya, Operasi Patuh Samrat 2024 dapat menurunkan angka laka lantas sehingga tidak terjadi peningkatan pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara,” ujar mantan pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Operasi Patuh Samrat 2024 dengan tema Tertib berlalulintas demi terwujudnya Indonesia Emas ini akan dilaksanakan selama 14 hari (15 – 28 Juli 2024).

Sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan laka lantas baik sebelum, pada saat maupun pasca Operasi Patuh Samrat 2024.

“Yang menjadi target operasi meliputi pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel, pengemudi dibawah umur, berboncengan lebih dari 1 orang, tidak menggunakan helm dan safety belt, pengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, melebihi batas kecepatan, kelengkapan kendaraan serta penggunaan knalpot bising,” jelasnya.

Kapolda berharap, operasi ini dilaksanakan secara profesional dan proporsional serta menjunjung tinggi HAM. “Wujudkan pelayanan Polri yang humanis, simpatik dan edukatif dalam melaksanakan tugas,” sebutnya. (AF)