Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry H. Rampengan menegaskan, tantangan tata kelola tarif tidak hanya pada peningkatan volume layanan.
Penegasan tersebut disampaikan Rampengan pada acara pembukaan Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan Rumah Sakit, di Aula Lantai Dua Kantor Pusat RSUP Kandou, Senin (19/1/2026).
“Tetapi kemampuan rumah sakit mengelola pendapatan secara efektif, menyusun tarif yang rasional dan akuntabel, serta memastikan layanan tetap mengutamakan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.
Workshop ini, sebutnya, merupakan bagian dari langkah RSUP Kandou dalam memperkuat tata kelola tarif yang berkeadilan dan berkelanjutan berbasis mutu, sekaligus mendorong optimalisasi layanan rumah sakit yang berintegritas di berbagai aspek, mulai dari medis-perawatan, SDM, pendidikan hingga keuangan.
Ditambahkan, workshop ini sekaligus bentuk keseriusan RSUP Kandou dalam menghadapi tantangan finansial rumah sakit, dengan tujuan akhir mencapai remunerasi yang lebih baik, adil, dan bermartabat berbasis kinerja.
“Dengan workshop ini, besar harapan kami akan terjadi peningkatan pemasukan, perbaikan remunerasi, dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh insan RSUP Kandou. Rumah sakit yang sehat secara finansial akan menghasilkan mutu layanan yang lebih baik,” ujarnya.
Dikemukakan, keberhasilan RSHS Bandung yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan pendapatan rumah sakit secara signifikan (dari sekitar Rp. 850 miliar menjadi Rp1,3 triliun) yang turut berdampak pada peningkatan remunerasi pegawai di RS tersebut.
Keberhasilan tersebut, menurut Rampengan, menjadi contoh nyata bahwa tata kelola yang tepat dapat membawa perubahan positif bagi keuangan rumah sakit, teknologi pelayanan, hingga kesejahteraan pegawai.
Kegiatan dua hari ini (Senin-Selasa, 19-20/1/2026) yang dimoderatori Asisten Manajer Diklat Sekplin Sekeon ini berjalan interaktif dengan paparan materi dan diskusi bersama narasumber yang telah berpengalaman dalam tata kelola tarif dan optimalisasi layanan rumah sakit di tingkat nasional.
Para narasumber tersebut berasal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi mitra pelaksanaan kegiatan workshop. Mereka adalah Dirut H. Rachim Dinata Marsidi, Direktur Medik dan Penunjang Iwan Abdul Rachman, Asisten Tim Kerja Akuntansi Suryandrizal, serta Wakil Kepala Instalasi SIRS Bagus Yudha Gartono Putranto.
Asisten Manajer Diklit RSUP Kandou Neni Ekseardhani eelaku Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan struktur kegiatan, target peserta, serta narasumber yang terlibat.
Workshop ini sebutnya, diikuti oleh-oleh unsur direksi, pejabat struktural, komite medik, para manajer dan kepala instalasi, unit pelayanan, serta tim keuangan, akuntansi, dan SDM. Total peserta mencapai puluhan orang dengan komposisi internal RSUP Kandou dan pendamping materi dari RSHS Bandung. (Fer)

