Meimonews.com – Berbagai upaya untuk pemberian layanan kepada masyarakat dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Gorontalo menunjukkan hasil yang signifikan.

Berdasarkan hasil survei kepuasan layanan dukungan manajemen tahun 2025 di lingkungan BKKBN Perwakilan Gorontalo menunjukkan capaian yang sangat membanggakan.

Berdasarkan data yang diperoleh Meimonews.com dari rilis BKKBN Perwakilan Gorontalo, akhir pekan lalu, indeks kepuasan mencapai 3,79 (kategoSangat Baik). Ini berarti layanan yang diberikan dinilai responsif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan.

BKKBN Perwakilan Gorontalo yang kini dipimpin Effendy Korompot sebagai Pelaksana Tugas menggantikan Diano Tino Tandaju (yang belum lama ini purna tugas) berima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak pegawai, penyuluh KB, dan mitra kerja, yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, serta partisipasi dalam penilaian layanan BKKBN Gorontalo.

Masukan dan kepercayaan yang diberikan adalah energi bagi pimpinan dan staf/jajaran untuk terus bertumbuh.

BKKBN Perwakilan Gorontalo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan berkelanjutan dalam mendukung pelaksanaan program Keluarga Berkualitas di Provinsi Gorontalo. (lex)

Meimonews.com – Tingkat kepatuhan membayar pajak seperti pajak kendaraan bernotor (ranmor) hendaknya ditingkatkan mengingat penerimaan daerah tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan.

Berbagai kebijakan diberikan pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian/perhatian bagi mereka yang membutuhkan. Di lain pihak, kepatuhan membayar pajak termasuk pajak ranmor seyogianya menjadi pula komitmen/perhatian dari para wajib pajak.

Berdasarkan data yang ada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, capaian realisasi terhadap target pajak ranmor hingga Desember 2025 baru mencapai 41,16 persen.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel (duduk) bersama Joan Pinontoan saat bertemu di ruang saat diwawancarai di ruang kerja Sekretaris Bapenda Sulutu

Itulah sebabnya, berbagai upaya dilakukan Kantor Pusat Bapenda Sulut dan jajarannya yakni Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD PPD) yang ada di Kabupaten/Kota di Bumi Nyiur Melambai ini bisa sesuai target, atau minimal mendekati.

“Capaian realisasi terhadap target sampai Desember 2025 mencapai 41,16 persen dari 312.797 unit (177.095 R2 dan 135.702 R4),” ujar Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Jumat (13/2/2026).

Dari 15 UPTD PPD yang ada di Sulut, Kepulauan Sangihe tertinggi hasil capaiannya yakni 47,54 diikuti Tomohon 44,78 persen dan Manado 43,35 persen.

Dihubungi terpisah di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026), Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel menjelaskam, jumlah total kendaraan bernotor R2 dan R4 sebelum jatuh tempo adalah 760.031 unit dengan perincian R2 sebanyak 545.596 kendaraan, sementara R4 sebanyak 214.435.

Dirincikan, realisasi pajak kendaraan bermomor (PKB) Sangat Patuh (sebelum jatuh tempo) berjumlah 108.388 unit (57.497 R2 dan 50.891 R4), Patuh (sesuai jatuh tempo) 17.561 unit (8.979 R2 dan 8.582 R5).

“Khusus yang Kurang Patuh (Penunggak) sebanyak 186.848 unit (110.619 R2 dan 76.229 R4),” ujarnya di dampingi Joan Pinontosn (Analis Kebijakan Ahli Muda). (elka)

Meimonews.com – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang kepada warga miskin/membutuhkan bantuan terus terlihat.

Salah satu di antaranya adalah warga yang memiliki tanggung jawab membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) yang nilai objek pajaknya di bawah Rp. 100.000 tahun 2024 dan 2025 dibebaskan pembayarannya atau langsung lunas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan PBB dan BPHTB Bapenda Manado Florentino Manalaysay dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).

Pembebasan pajak tersebut dilakukan Satuan Perangkat Pemerintah Daerah (SKPD) Bapenda Manado pimpinan Jefry FR Mongdong (Kepala Badan) dan Pricila Claudya Pinaria (Sekretaris Badan).

“Jadi untuk tahun 2024 dan 2025, nilai PBBnya mulai dari Rp. 0 – Rp. 100.000, PBBnya langsung lunas,” ujarnya.

Walaupun tahun ini (2026) program tersebut sudan tidak ada, namun pihaknya sementara melakukan evaluasi untuk adanya relaksasi. “Tapi, walaupun program relaksasi itu tidak ada lagi tidak berarti tidak ada lagi program relaksasi lainnya,” ujarnya,

Tahun 2026 program tersebut tidak ada lagi karena berdasarkan data yang dimiliki, ternyata pada dua tahun tersebut ada yang dibebaskan dari PBBnya tapi orang/warga tersebut tidak masuk kategori miskin atau yang membutuhkan.

Walaupun demikian, Florentino menegaakan bahwa Bapenda Manado sedang melakukan evaluasi untuk penerapan relaksasi lain agar warga yang mendapatkannya adalah yang memang benar-benar miskin atau yang membutuhkan bantuan.

Dalam hubunganya dengan relaksasi baru, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) terkait dengan pendataannya karena data dari Dinsos diyakini lebih akurat.

Pihaknya telah melakukan telaah dan kajian. Jadi, nantinya, begitu dapat datanya akan dibuat surat keputusannya untuk melakukan pendataan langsung ke kelurahan-kelurahan.

“Maret ini kami akan turun ke kelurahan-kelurahan untuk crosscek data-data yang masuk kepada kami,” sebutnya seraya menjelaskan, dengan demikian, data-data yang ada itu lebih tepat digunakan untuk program relaksasi berikutnya. (elka)

Meimonews.com – Berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana alam dalam rangka penanggulangan bencana alam di kota Mamado dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado selama tahun 2025.

“Ada sejumlah kegiatan yang kami laksanakan sebagai bentuk upaya penanggulangan bencana alam di Kota Manado pada tahun lalu (2025),” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut, jelasnya, ada yang dilakukan sendiri oleh BPBD Kota Manado namun ada juga yang berkolaborasi dengan pihak terkait.

Kalak BPBD Kota Manado Donald Sambuaga

Disebutkan, kegiatan-kegiatan telah dilaporkan Walikota Manado (Andrei Angouw) kepada Gubernur Sulut.

Kegiatan tersebut, antara lain, pertama, Pemkot Manado telah mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Manado No. 426/KEP/B.06/BPBD/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana di Kota Manado 28 Oktober – 28 Desember. Kedua, Sosialisasi dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Kelurahan Tangguh Bencana (4-12 September)

Ketiga, bekerjasama dengan Polresta Manado mengadakan Gladi Kesiapsigaan terhadap Bencana di Lapangan Sparta Tikala yang dipimpin Walikota Manado (21 Oktober). Keempat, mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan BMKG Stasiun II Sam Ratulangi untuk data dan informasi peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah kota Manado (28 Oktober).

Kelima, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Kajian Resiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Kontigensi Daerah Kota Manado (20 November). Keenam, mengadakan FGD dalam rangka penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana Kota Manado (5 Desember).

Ketujuh, bekerjasama dengan Korem 131/Stg mengadakan Pelatihan Penanggulangan Banjir Latihan Lapangan dan Gladi Posko Komando Penanggulangan Bencana Daerah (8 Desember). Kedelapan, mengadakan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi di beberapa Sekolah dan Instansi.

Kesembilan, melakukan Pendataan kejadian bencana khususnya bencana alam hidrometeorologi (Januari – .November). Kesepuluh, pengadaan peralatan dan kendaraan BPBD. Kesebelas, pengadaan Posko Siaga Darurat Bencana di kantor BPBD Manado. (elka)

Meimonews.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado yang dipimpin Erwin Kontu terus melakukan upaya pemberian pelayanan prima kepada warga yang ada di kota Manado.

Selang tahun 2025, tak kurang dari 56.783 Kartu Penduduk Elektronika (KTP-El) berhasil dicetak dan langsung diterima warga tersebut tanpa melalui proses panjang dan berbelit.

Hal ini disebabkan karena ada eebanyak 9 loket pelayanan yang disediakan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Manado ini selain yang beada di kkompleks Mall.Pelayanan Publik (berlokasi di samping kompleks Mantos Manado).

Kadis.Dukcapil Manado Erwin Kontu

“Tahun lalu (2025), Dukcapil Manado telah menerbitkan 56783 KTP-El,” ujar Sekretaris Dinas Dukcapil Manado Tenny Rorong kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Sekretaris Dinas Dukcapil Manado Tenny Rorong

Selain itu, Dukcapil.Manado, menurutnya, telah menerbitkan 36.756 perubahan kartu keluarga, 7.198 perekaman KTP-El, 6.539 penerbitab NIK warga negara Indonesia, 26 penerbitan NIK OA, 11.104 penerbutan KK, 19.749 kartu identitas anak, 18.788 kedatangan, dan 20.993 perpindahan.

Penduduk Kota Manado tahun 2025 berjumlah 461.670 orang dengan perincian laki-laki 232.034 orang dan peerempuan 229.596 orang. (elka)

Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, Program Beasiswa Mahasiswa Nusantara adalah program strategis pemerintah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unsrat pada acara pembukaan Pembekalan Studi bagi Penerima Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Tahun 2025 di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua Tim PPI Asrama Mahasiswa Nusantara ID Simarmata ini berlangsung tiga hari hingga Sabtu (27/9/2025).

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat memberikan sambutan

AMN, sebut Rektor, adalah wadah menumbuhkan rasa kebangsaan, toleransi, gotong royong, dan belajar hidup bersama untuk menjadi bekal berharga membentuk kalian menjadi pemimpin masa depan yang berwawasan luas.

Rektor berharap, pembekalan studi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para mahasiswa AMN tersebut.

Diketahui, AMN adalah wadah untuk menyatukan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, dan dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2021.

AMN didirikan sebagai wadah untuk mempersatukan mahasiswa dari berbagai suku bangsa, bahasa, kebudayaan, dan agama yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai perguruan tinggi. (AF)

Meimonews.com – Tahun 2025 merupakan momentum nasional untuk kembali melakukan pemutakhiran data keluarga secara menyeluruh.

Karena itu, workshop ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan pemahaman teknis di lapangan, memperkuat proses verifikasi dan validasi (verval) Keluarga Risiko Stunting (KRS), serta membangun komitmen dan sinergi lintas sektor.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan ketika memberikan sambutan pada Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 di Aston Hotel Manado.

Kegiatan yang berlangsung, Rabu – Kamis (9-10/7/2025) ini diikuti 30 peserta yakni 15 pengelola data dari OPD-KB kabupaten/kota dan 15 orang dari PKB/PLKB selaku manager data.

Turut hadir pula pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kaper di dampingi Ketua Tim Kerja Data dan Teknologi Informasi Moh. Fuad Saud adalah seluruh Ketua Tim Kerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Sulut.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola data serta memastikan bahwa proses pemutakhiran berjalan dengan baik dan akurat.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain mekanisme teknis pemutakhiran data berbasis teknologi digital melalui aplikasi SIGA, Tatakelola pelaporan dan supervisi berjenjang,

Selain itu, peran strategis mitra kerja seperti pemerintah desa, kader PKK, kader KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK); Strategi identifikasi dan verifikasi keluarga berisiko stunting secara lebih akurat.

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 dan pemutakhiran data hingga tahun 2024, telah terdata lebih dari 700 ribu kepala keluarga di Sulut.

Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari penentuan keluarga berisiko stunting, intervensi program Bangga Kencana, hingga perumusan kebijakan perlindungan sosial berbasis keluarga.

Sebagaimana diketahui, pendataan keluarga merupakan kegiatan strategis lima tahunan yang dilanjutkan dengan proses pemutakhiran berkala.

Workshop ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemendukbangga/BKKBN tetapi merupakan bagian dari kerja bersama seluruh pemerintah daerah.

Data yang dihasilkan menjadi pijakan dalam menyusun intervensi pembangunan keluarga lintas sektor.

Itulah sebabnya dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut menggelar workshop ini.

Kaper menegskan juga bahwa worksohp ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa data adalah roh dari kebijakan.

“Tanpa data yang akurat dan mutakhir, kebijakan bisa tidak tepat sasaran. Maka dari itu, tanggung jawab seluruh peserta hari ini sangat mulia: memastikan data keluarga Indonesia benar-benar mencerminkan realitas di lapangan,” ujarnya,

Ditekankan bahwa penyediaan data KRS yang mutakhir sangat penting dalam menajamkan sasaran intervensi program percepatan penurunan stunting.

Oleh karena itu, proses verval KRS tahun 2025 dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan pemutakhiran data keluarga.

Di akhir sambutannya, Kaper mengajak seluruh peserta workshop untuk menguatkan komitmen bahwa pemutakhiran data bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.

Diajak pula untuk menjadikan data keluarga sebagai dasar utama dalam mengatasi stunting, kemiskinan ekstrem, dan ketimpangan akses layanan dasar, serta Mengintegrasikan hasil pemutakhiran dengan sistem informasi daerah guna memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.

Diingatkan bahwa keberhasilan pemutakhiran data sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas SDM di semua tingkatan. (Afer)

 

Meimonews.com – Menyongsong Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan Pelayanan KB Serentak di Puskesmas Ongkaw, Minsel, Senin (16/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan staf, yang disambut Kepala Puskesmas Ongkaw Vianny D. Ch. Maramis beserta jajaran tenaga kesehatan.

Para petugas kesehatan terlihat siap melayani masyarakat dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pelayanan KB Serentak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) yang berkualitas, merata, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.

Kegiatan ini juga menjadi instrumen penting dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting (PPS) melalui penguatan layanan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang optimal.

“Melalui momentum Harganas, kita ingin mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Perencanaan keluarga yang baik akan berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang,” ujar Kaper dalam sambutannya.

Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juni untuk mengenang momen bersejarah kembalinya para pejuang ke pelukan keluarga pasca-perang pada tahun 1949, yang juga bertepatan dengan dimulainya gerakan Keluarga Berencana Nasional.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, serta sebagai penguat ketahanan nasional.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, berdaya, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Afer)

Meimonews.com – Berbagai upaya dalam rangka ekspansi kredit dan pelaksanaan efissiensi atau penghematan dilakukan Bank SulutGo (BSG) di tahun 2025.

“Dua program tersebut akan dilakukan di tahun ini (2025),” ujar Dirut Bank.SulutGo kepada Meimonews,com via telefon, Rabu (29/2/2025).

Ekspansi kredit tetap menjadi program utama terkait untuk pengembangan dan kemajuan bank pemerintah ini, yang terus berkreasi dan berinovasi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat/nasabahnya.

Berbarengan dengan itu, efisiensi atau penghematan juga dilakukan. Efisiensi atau penghematan ini dilakukan di semua lini aktivitas operasional.

Dengan demikian, “produk-produk Bank SulutGo akan lebih baik dan kompetitif,” tegas pejabat karier kelahiran 22 Mei 1965 ini. (Afer)