Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob menggelar Sosialisasi/Edukasi Keamanan, Keselamatan dan Tertib Berlalulintas (Kamseltiblantas) di SMP Katolik St. Dominiko Savio Manado di aula sekolah, Selasa (14/10/2025).

Sebanyak 50-an siswa sekolah yang beralamatkan di jalan Ch. Taulu No. 6 Kelurahan Bumi Beringin Manado ini mengikuti kegiatan sosialisasi/edukasi dengan pemateri Iptu Jes Muaya (Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut) dan tim serta Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob).

Tim dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut pimpinan AKBP Linda Makal yang hadir bersama Muaya adalah AKP Sam Dotulong, AKP Rico Wongkar Aipda Evelin Jacob, Bripda Revanka Falazandi dan Bripda Yudha Arianto.

Jes Muaya (Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut) saat menyampaikan materi

Sebelum dan sesudah penyampaian materi, AKP Dotulong dan AKP Wongkar menyampaikan beberapa hal termasuk menyampaikan terima kasih kepada PPP Brimob yang telah mengundang Ditlantas Polda Sulut untuk kegiatan sosialisasi/edukasi serta SMP Katolik St. Dominiko Savio yang telah menerima mereka untuk memberikan sosialisasi/edukasi.

Wongkar dan Dotulong memberikan informasi bahwa di penutup penyampaian materi, mereka menyiapkan bingkisan bagi siswa dan guru yang bisa menjawab pertanyaan. Sesi ini menarik minat banyak siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Beberapa guru pun mendapat bingkisan setelah menjawab pertanyaan penanya.

Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran saat memberikan materi

Penyampaian materi dilakukan secara dialogis/interaktif dan contoh-contoh lampu dan rambu lalulintas agar peserta kegiatan bisa menangkap cepat materi yang disampaikan pemateri.

Dalam pemaparan materi, Muaya menjelaskan tentang mengapa tiblantas itu penting (untuk mencegah kecelakaan, menjaga kelancaran lalulintas, melindungi diri dan orang lain, serta menjaga ketertiban umum); Faktor utama penyebab kecelakaan yakni manusia, kendaraan, jalan dan alam/cuaca.

Penyerahan bingkisan kepada salah satu siswa yang menjawab dengan benar pertanyaan penanya

Selain itu, Kepatuhan berlalulintas, sebab hal ini merupakan suatu tindkaan pengguna jalan dalam bentuk ketaatan terhadap aturan yang bertujuan untuk membimbing pengguna jalan agar terhindar dari konflik antar pengguna jalan, mencegah terjadinya pelanggaran lalulintas dan mengurangi angka kecelakaan lalulintas.

Dijelaskan pula faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan berlalulintas (ada 6 faktor); Penyebab ketidaktahuan berlalulintas; Penyebab umum kecelakaan lalulintas; Perilaku buruk pengguna jalan; Bagaimana cara meningkatkan keselamatan berlalulintas (patuhi peraturan lalulintas, berkendara dengan hati-hati, jaga jarak aman, prioritas penjalan kaki, gunakan perlengkapan keselamatan yakni gunakan helm, sabuk pengaman dan perlengkapwn keselatamayn lainnya sesuai dengan peraturan, lengkapi surat-surat kendaraan, dan lakukan pengeceksn kendaraan secara berkala.

Kepala SMP Katolik St. Dominiko Savio Manado Betsi Lengkong saat memberikan sambutan

Dipaparkan pula Pelanggaran umum yang sering dilakukan masyarakat yakni Membawa kendaraan tanpa dilengkapi TNKB, Berkendara tanpa memiliki SIM, Berkendara di bawah pengaruh alkohol/zat adiktif lainnya serta menggunakan handhone, Melanggar rambu lalulintas, Melanggar aturan gerakan lalulintas/isyarat yang diberikan oleh polisi lalulintas.

Selain itu, Melanggar batas kecepatan/kebut-kebutan, Berkendara dengan tidak membawa SIM dan STNK, Tidak menggunakan sabuk keselamatan, serta Tidak menggunakan helm.

Kalesaran dalam pemaparan materinya menjelaskan pentingnya para siswa mengetahui tentang kamseltiblantas serta membagikan informasi/pengetahuan yang didapat saat sosialisasi/edukasi baik bagi teman, keluarga maupun masyarakat.

Foto bersama di akhir Sosialisasi/Edukasi Kamseltiblantas

Informasi/pengetahuan tentang Kamseltiblantas, menurut Kalesaran, sangat bermanfaat baik saat ini maupun masa depan. Membiasakan disiplin/tertib berlalulintas berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Lengkong berterima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi/edukasi yang dilaksanakan PPP Brimob dan menghadirkan Ditlantas Polda Sulut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa baik saat ini maupun masa depan mereka. Terima kasih kepada PPP Brimob dan Tim Ditlantas Polda Sulut,” ujar Lengkong. (*)

Meimonews.com – Menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Panin Tbk dan PT Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan sosialisasi/edukasi keuangan bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang secara khusus menargetkan kelompok penyandang disabilitas di Sulawesi Utara, Rabu (1/10/2025).

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan disabilitas, memastikan mereka memiliki akses dan pemahaman yang setara terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Direktur Operasional BSG Louisa Parengkuan dalam sambutannya menyampaikan komitmen Bank SulutGo dalam mendukung program inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para disabilitas.

“Bank SulutGo siap menjadi bank yang ‘ramah’ bagi disabilitas, memberikan layanan yang mudah diakses dan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Sulut/Analisis Kebijakan Muda Rehabilitasi Sosial Muh. Subhan Langga menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kami mengapresiasi langkah OJK dan perbankan yang memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengetahuan keuangan,” ujar Langga ketika memberikan sambutan.

Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan, dalam sambutannya menegaskan, GENCARKAN merupakan inisiatif nasional OJK untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dalam keuangan.

“Bulan Inklusi Keuangan adalah momentum bagi kita untuk memastikan bahwa hak setiap warga negara, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, terpenuhi dalam mengakses layanan keuangan. Literasi yang baik adalah kunci agar tidak mudah terjerat investasi bodong atau pinjaman ilegal,” tegas Budiman.

Sesi utama sosialisasi diisi dengan penyampaian materi yang mudah dipahami oleh beberapa narasumber.

Gratia Marentek dari OJK menyampaikan edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan pribadi, mengenali produk-produk jasa keuangan resmi, dan tips menghindari penipuan.

Glenn Palar dari Bank SulutGo memberikan paparan praktis mengenai produk perbankan Bohusami Young yang dirancang inklusif dan cara mudah membuka rekening tabungan.

Puncak acara ditandai dengan pemberian Tabungan Bohusami Young dan Santunan secara simbolis kepada perwakilan peserta disabilitas.

Pemberian ini dilakukan oleh Komisaris BSG Jaclyn Koloay, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata sektor jasa keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan kelompok disabilitas.

Diharapkan, melalui kegiatan GENCARKAN ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan para penyandang disabilitas di Sulawesi Utara dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka. (Afer)