Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado membuka pelaksanaan Seminar Internasional yang mengangkat topik International conference of social and political science and humanities : Social, political and cultural issues in the 21st century.

Seminar yang diadakan di Luwansa Manado, Rabu-Kamis (9-10/10/2024) ini menghadirikan 5 pembicara dari luar negeri dan 2 pembicara nasional (dalam negeri).

Kelima pembicara dari luar negeri tersebut, jelas Ketua Jurusan Administrasi/Ketua Panitia Joanne Mangindaan, adalah Douglas Kammen dan Erica Larson dari National University of Singapore. Anita Laleano dari University of Westminser. Sambe Nozomi dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Natasja Ilonka Roels dari Wageningen University.

Sementara 2 pembicara nasional (dalam negeri) adalah Joannes Tandjung dari Kementerian Luar Negeri dan Abdul Gaffar Karim dari FISIP UGM.

Dekan FISIP Unsrat Markus Daud ‘Ferry’ Liando mengatakan, kegitan ini di support penuh oleh Rektor Unsrat Manado (Oktovian Berty Alexander Sompie) dan didampingi Reiny Tumbol selaku Kepala UPT Layanan Internasional Unsrat.

“Kegiatan ini kami persembahkan untuk masyarakat Nyiur Melambai terutama keluaga besar Unsrat agar mendapatkan pengetahuan baru bagi dinamika dan fenomena politik, sosial dan demokrasi di dunia internasional saat ini,” ujarnya.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan seminar internasional ini karena bermanfaat bagi kemajuan Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Sekolah Tinggi Filsafat Semainari Pineleng (STFSP) dan Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng, panitia HUT menggelar Seminar Internasional di Aula STFSP, Sabtu (9/8/2024).

Seminar yang mengangkat tema Rooted in Culture, Committed to Mission (Beraksr dalam Budaya Berkomitmen dalam Misi) menghadirkan 2 pakar dari luar negeri dan seorang dari Jogyakarya.

Peserta seminar yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua STFSP Pastor Barnabas ‘Berty’ Ohoiwutun MSC ini berjumlah hampir 300 orang. Peserta mengikuti kegiatan secara daring dan luring.

Pembicara/narasumber pada seminar yang dipandu Dr. Ignasius Welerubun (STFSP) tersebut adalah Dr, Rico Casta Jacoba, Ph.D dan Dr. Jeramie N. Molino, Ph.D dari Saint Louis University USA dan Dr. Johanes Haryatmoko, Ph.D dari Unika Sanata Dharma Jogyakarta.

Doktor Rico membawakan meteri Renewing the mission : The Role of Catholic School in Contemporary Education (Memperbarui Misi : Peran Sekolah Katolik dalam Pendidikan Kontemporer). Doktor Jeramie membawakan materi Rote in CultureCulture, Driven by Education : Advancing Feminism for a Just FutureFuture. Doktor Johanes membawakan materi Membangun Landasan Kebudayaan yang Tangguh untuk Misi Inovatif dan Profetis.

Doktor Johanes, yang tampil sebagai pemateri pertama mengemukakan, dengan membangun kebudayaan yang tangguh, kita disiapkan menjawab secara kreatif beragam tantangan di setiap zaman agar mampu menjalankan misi yang perlu inovasi

Kebudayaan, menurutnya, ada tiga lapis yakni karya, etos masyarakat, dan wujud ideal/misi. Karya semua yang diciptakan/dikembangkan (ilmu pengetahuan dan teknologi) untuk meningkatkan kualitas habitat manusia. Untuk etos masyarakat, prinsip–prinsip, nilai-nilai yang dipraktikkan atau bentuk moral yang dibatinkan meskipun tidak mengemukan dalam kesadaran namun operasional memgatur perilaku sehari-hari. Untuk wujud ideal/misi, pemahaman diri masyarakat, cara masyarakat menafsirkan dirinya, sejarahnya dan tujuan-tujuannya.

Doktor Johanes memberiksn sumbangan betpkkir komputasional. “Berpikir komoutasoonal mengajarkan cara memecahkan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekompesisi), mengidentifikasi polapola, membuat abstaksi, dan merancang algoritmealgoritme,” ujarnya.

Keempat bagian itu, menurutnya, membantu dalam pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan pengambilan keputusan.

Doktor Jeramie dalam pemaparan materinya mengurai tentang apa feminisme, berakar pada budaya, mengapa feninisme harus menjadi bagian dari pendidikan, fornasi budaya baru dan pendidikan, berkomitmen dalan misi, dan contoh perempuan yang mewujudkan feminisme.

Doktor Jeramie memberikan kesimpulan, feminisme adalah perjalanan yang berakar pada konteks budaya dan didorong oleh pendidikan menuju kesetaraan dan keadilankeadilan; Sebagai pendidik dan orang awam, kita memiliki kekuatan untuk mendorong misi ini ke depan.

Ada dua ajakan untuk misi. Pertama, berakar pada budaya kita sambil bersikap kritis jika perlu. Kedua, berkomitmen untuk mengadvikasi dunia di mana setiap orang dapat berkembang tanpa diskriminasi berbasis gender.

Doktor Jacoba dalam pemaparan materinya mengawali dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya pembaharuan, kritik Jaques Derrida dan mengatasi masalah utama; konteks sejarah dan teologis; prrslektif filosofis dan paedagogis.

Selain itu, arah utama untuk evaluasi ulang dan revitalisasi; peran sekolah Katolik dalam masyarakat modern; karakteriktik yang menentukan sekolah Katolik dan tema pendidikan Katolik.

Di akhir pemaparannya, doktor Jacoba memberikan kesimpulan. Tentang ringkasan gagasan utama, dikatakan, sekolah Katolik ditentukan oleh komitmen mereka terhadap injil, pendidikan holistik, pandangan dunia Katolik, guru yang berdedikasi, pembangunan komunitas, dan kemampuan beradaptasi.

Terkait pendidikan Katolik, disebutkan, ini membentuk hati dan pikiran generasi mendatang, mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang bermakna dan memuaskan.

Sementara yang berhubungan dengan ajakan bertindak, disebutkan, renungkan bagaimana mendukung sekolah Katolik dan memastikan mereka terus berkembang. (lk)

Meimonews com — Unsrat Manado bekerjasama dengan NCHU (National Chung Hsing University), sebuah universitas negeri di Taiwan yang berlokasi di Kota Taichung, menggelar seminar internasional bertemakan Challenge and Opportunitles on Biomass, Selasa (7/2/2023).

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Octavian Berty Alexander Sompie, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, seminar internasional ini merupakan bagian dari kerjasama yang sejalan dengan kebijakan universitas dan program internasionalisasi untuk go international.

“Tujuannya untuk menjangkau komunitas global dan mengembangkan kerjasama dalam penelitian dan pendidikan,” ujar Prof. Sompie.

Prof. Sompie berharap, pertukaran pengetahuan ke depannya akan menghasilkan beberapa nota kesepahaman, menyusul penandatanganan nota kesepahaman tentang potensi penelitian dan pendidikan antara National Chung Hsing University dan Unsrat Manado.

Biomassa adalah istilah yang digunakan untuk menyebut semua senyawa organik yang berasal dari tanaman budidaya, alga dan sampah organik yang dapat dijadikan sumber energi alternatif dengan bahan baku yang dapat terbarukan.

Indonesia memiliki tanah yang subur serta iklim tropis, memungkinkan biomassa diproduksi sepanjang tahun.

Energi biomassa dapat menjadi solusi bahan bakar yang selama ini tidak dapat diperbaharui dan mencemari lingkungan hidup. (FA)