Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Ada satu angka yang paling menarik perhatian dari penyelenggaraan 9th World Youth Transnational Championships 2026 di Hefei, China. Bukan jumlah negara peserta, bukan pula hadiah yang diperebutkan, melainkan 98 tim yang mendaftar pada kategori Under-16 (U16).

Angka ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi perkembangan olahraga bridge dunia.

Bahkan, World Bridge Federation (WBF) mengakui bahwa jumlah peserta U16 jauh melampaui perkiraan. Antusiasme yang luar biasa tersebut membuat panitia harus memberlakukan biaya pendaftaran pada kategori U16 untuk membantu menutup meningkatnya biaya penyelenggaraan. Hal ini menunjukkan bahwa ledakan jumlah peserta benar-benar di luar ekspektasi penyelenggara.

Fenomena ini memberikan sinyal yang sangat positif. Selama bertahun-tahun, bridge sering mendapat stigma sebagai olahraga yang didominasi pemain senior. Namun kenyataan di Hefei justru memperlihatkan hal sebaliknya. Minat generasi muda terhadap bridge terus bertumbuh, terutama di kelompok usia paling dini.

Hampir seratus tim U16 berarti ratusan pemain berusia di bawah 16 tahun datang dari berbagai belahan dunia untuk berkompetisi. Mereka bukan hanya belajar bermain bridge, tetapi juga belajar berpikir logis, bekerja sama, mengambil keputusan, serta menjunjung sportivitas.

Inilah investasi terbesar bagi masa depan olahraga bridge. Banyak negara kini menyadari bahwa pembinaan harus dimulai sejak usia sekolah. Program bridge di sekolah, klub junior, hingga kompetisi usia dini mulai berkembang pesat di Eropa, Asia, maupun Amerika. Hasilnya mulai terlihat dari semakin banyaknya pemain muda yang tampil pada kejuaraan dunia.

Sayangnya, di tengah perkembangan yang sangat menggembirakan tersebut, Indonesia belum ikut ambil bagian. Tidak ada satu pun tim Indonesia yang tampil pada kategori U16 di Hefei.

Kondisi ini patut menjadi bahan evaluasi bersama. Indonesia sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam olahraga bridge. Prestasi internasional pernah diraih, bahkan Indonesia termasuk negara yang disegani di kawasan Asia. Namun prestasi hanya dapat dipertahankan apabila regenerasi berjalan dengan baik.

Keikutsertaan dalam kejuaraan dunia usia muda bukan semata-mata mengejar medali. Yang jauh lebih penting adalah memberi kesempatan kepada pemain muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman internasional, memperluas wawasan, membangun jaringan pertemanan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk terus berkembang.

Keberhasilan WBF menarik hingga 98 tim U16 membuktikan bahwa masa depan bridge dunia sedang berada di tangan generasi muda. Negara-negara yang hari ini serius membina pemain usia dini kemungkinan besar akan memetik hasil dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Indonesia tidak boleh tertinggal. Sudah saatnya pembinaan bridge usia muda menjadi prioritas. Program masuk sekolah, festival bridge pelajar, kompetisi U16 dan U21 yang berkesinambungan, serta dukungan pemerintah dan organisasi bridge perlu berjalan seiring.

Semoga pada kejuaraan dunia berikutnya, Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton. Akan jauh lebih membanggakan apabila Merah Putih turut berkibar melalui tim-tim muda yang siap bersaing dengan pemain terbaik dunia.

Karena masa depan bridge Indonesia sesungguhnya dimulai dari anak-anak yang bermain bridge hari. (Penulis adalah Pemain Bridge dan PB Gabsi)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan yang dibuka pelakaanaannya oleh Barnabas Harold Ralph Kairupan ((Ketua Senat) ini diadakan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (11/12/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, antara lain Rektor Unsrat Oktovian Bertu Alexander Sompie,
para Wakil Rektor dan pimpinan lembaga Unarat, para Dekan, Inspektur Daerah Sulut Jemmy Stani Kumendong (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), wisudawan dan keluarga serta para anggota Senat Unsrat.

Kepada para wisudawan, Rektor Unsrat berpesan agar melangkah dengan pasti dan meyakini bahwa masa depan akan semakin cerah ketika bekerja dengan hati, integritas dan semangat pelayanan.

Rektor juga menegaakan, Unsrat sebagai almamater menaruh harapan agar para wisudawan menjadi terang dan duta kebaikan yang berdampak nyata bagi daerah Sulawesi Utara, bangsa Indonesia dan bagi dunia yang lebih luas.

Di momen membahagiakan ini, Rektor mengungkapkan bahwa di penghujung tahun 2025 ini, Dirjen Dikti Kemediktisaintek RI secara resmi memberikan persetujuan pembukaan Fakultas Kedokteean Gigi Unsrat.

“Ini merupakan tonggak sejarah bagi Unsrat,” ujar Rektor.

Gubernur Sulut dalam sambutannya yang disanpaikan Kumendong menyebutkan kontribusi nyata Unsrat sangat sangat nyata bagi pembangunan daerah mulai dari pengembangan riset, inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat hingga mencetak tenaga profesional yang tersebar diberbagai sektor.

Wisuda, menurut Gubernur, bukanlah garis akhir, melainkan garis start menuju babak baru kehidupan. Oleh kareannya, jangan berhenti belajar, bangun keberanian untuk mencoba hal baru, jaga integritas, dan bekerjalah dengan hati.

Selain itu, kembangkan relasi, karena kolaborasi adalah kunci pertumbuhan di era modern, dan anda harus mampu memberi kontribusi nyata. (FA)