Meimonews.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI) Fauzan berdialog dengan pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (18/7/2025).

Dialog berlangsung di ruang Rektorat Unsrat Manado yang dihadiri Oktovian Berty Alexander Sompie, wakil-wakil Rektor, para Dekan dan pimpinan Unsrat Manado lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, program Kampus Berdampak merupakan inisiatif strategis sejalan dengan visi Unsrat, menjadikan universitas sebagai pusat solusi, di mana ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang d iruang akademik tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah.

Rektor berharap, dialog dengan Wamendiktisaintek ini, memperoleh inspirasi tentang strategi penguatan program Kampus Berdampak dalam kerangka besar Diktisaintek Berdampak.

Wamemdiktisaintek RI dalam sambutannya mengatakan, Kampus sebagai problem solfer, harus melakukan perubahan tatakelola perguruan tinggi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Kampus sebagai pusat peradaban memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan untuk menuju peradaban yang lebih baik,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025-2029.

Kegiatan yang diikuti para Kepala SKPD, pejabat eselon, serta Camat se-Kota Manado ini berlangsung di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (18/3/2025).

Tampil sebagai pemateri, perwakilan Kementerian PAN-RB Raka Pamungkas, perwakilan Kemendagri yang hadir melalui Zoom Yogi Hertanto, Asisten II, Atto Bulo serta Kepala Bapelitbangda Kota Manado Liny Tambajong.

Dalam sambutannya, Walikota Manado menjelaskan bahwa hal ini merupakan penjabaran dari Visi dan Misi AARS (Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang – Red), yang sejalan dengan Visi dan Misi Presiden RI.

Selanjutnya, Walikota menyinggung soal ketersediaan air bersih di Kota Manado yang harus menjadi bagian dari pembahasan, termasuk perihal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta upaya menumbuhkan perekonomian, dimana investasi harus terus berjalan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan tetap dilakukan untuk mendorong perputaran ekonomi dan perkembangan kewirausahaan serta pariwisata di Kota Manado.

AA juga menyoroti pentingnya menyikapi bonus demografi. Ditegaskan, etos kerja harus terus didorong, kesehatan masyarakat perlu diperhatikan, serta penggunaan transportasi umum harus mengalami perubahan pola pikir.

“Kita harus mengubah mindset dengan memberi contoh bahwa di negara maju, orang kaya pun naik transportasi umum,” ujar mantan Ketua DPRD Sulut ini.

AA juga menyinggung salah satu hal yang selalu menjadi perhatian Presiden, yaitu pemberantasan korupsi. “Jadi, sekali lagi, Visi dan Misi kita harus dikaitkan dengan Visi dan Misi Presiden, khususnya terkait Asta Cita, serta Visi dan Misi Gubernur Sulut,” tandasnya.

AA kembali menekankan pentingnya PDRB dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta bagaimana kita bisa meminimalisir kemiskinan ekstrem yang masih ada di Kota Manado.

“Semua ini harus masuk dalam RPJMD karena ini menjadi semacam ‘kitab suci’ kita, sehingga harus dibahas sebaik mungkin, sebab RPJMD akan menjadi peta dan bintang penuntun bagi kita semua,” ujarnya. (Afer)