Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. RD Kandou Manado menjadi pusat perhatian bagi para ahli kardiologi pediatrik dari seluruh Indonesia dalam rangka Pediatric Cardiology Update XII.

Hal tersebut terlihat saat diadakannya Workshop Intervention Consultant di Gedung Cardio Vasculer Brain Venter (CVBC) Lantai 4 rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou itu, Selasa (30/4/2024).

Dalam kegiatan yang menampilkan para ahli terkemuka tersebut, perkembangan terbaru dalam diagnosis dan pengobatan penyakit jantung pada anak-anak mendapat sorotan.

Para peserta berkesempatan untuk belajar langsung dari praktisi-praktisi terbaik dalam teknik intervensi terbaru untuk kasus-kasus yang kompleks secara live.

Ketua Panitia Kegiatan Dr.dr. Erling David Kaunang, Sp.A(K) menyampaikan, pihaknya sangat senang dapat memberikan pengetahuan yang berharga dalam bidang kardiologi pediatrik.

Acara ini juga menjadi platform penting bagi pertukaran pengetahuan antara para profesional medis, memperkuat jejaring kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas perawatan kesehatan Jantung anak di Indonesia.

“Pediatruc Cardiology Update XII di Manado merupakan kegiatan tahunan, Jadi setiap tahunnya dokter  spesialis anak, konsultan jantung anak (super spesialis) berkumpul di center-center yang melaksanakan kegiatan pelayanan jantung anak, diantaranya Workshop Consultan Cardiologi,” jelas dokter David.

Disebutkan, Workshop Consultan Cardiologi dikhususkan untuk dokter-dokter konsultan jantung anak, akan diberikan ilmu-ilmu yang terupdate

Sehubungan dengan pelayanan jantung anak, di antaranya ada intervensi jantung anak yaitu tindakan  intervensi untuk kelainan jantung bawaan (penutupan jantung bocor) atau penutupan devec atau kelainan jantung.

“Di samping itu, ada juga pembahasan-pembahasan kasus dan metode terbaru tentang  pelayanan jantung anak dan penanganan-penangan terbaru,” ujarnya.

Diungkapkan, workshop dilaksanakan secara online. “Jadi, ada yang langsung mengerjakan, ada yang memantau langsung di ruangan kateterisasi laboratorium dr. David Waworuntu, Sp.A (K).

Ada juga yang dibicarakan di dalam workshop secara online. Begitu tindakan langsung dishot secara online baik tindakan maupun alat  penunjang diagnosis seperti ekocardiografi penunjangnya kateterisasi intervension, (Katerisasin jantung untuk melakukan tindakan intervensi),”sebutnya.

Ketua UKK (Unit Kerja Koordinasi) dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A(K) memberikan apresiasi dan terima kasih  kepada RSUP Kandou dan anggota dari UKKnya.

“Kegiatan ini sudah kita rencanakan dari tahun yang lalu sejak terakhir dilakukan di Bali, dan tentunya kita berharap layanan jantung anak berkembang tidak hanya di Indonesia bagian barat tapi juga di Indonesia bagian timur juga perlu pengembangan layanan jantung anak,” ujarnya

Ditambahkan, kalau dibandingkan dengan negara- negara lain kita masih jauh, tapi kita harapkan dengan pemerataan pelayanan yang ada, juga mendukung program Kemenkes untuk bagaimana menurunkan angka kematian bayi baru lahir, yang salah satu penyebab penyakit jantung bawaan.

Untuk  itu, diupayakan agar seluruh  dokter mulai dari layanan primer dan sekunder dari seluruh Rumah Sakit Umum Kabupaten/ Kota juga RSUP Kandou sebagai pusat rujukan, untuk layanan jantung anaknya berkembang lebih cepat.

Menurut dr. Rizky, melihat perkembangan yang ada, untuk itu kita mengundang para dokter terutama dokter-dokter yang selama ini kalau kita adakan acara di Indonesia bagian barat dokter dokter bagian timur sulit hadir .

“Sengaja kita buat khusus dokter-dokter yang ada di Indonesia bagian timur, (Sulawesi, Papua, Maluku) agar bisa belajar bersama-sama di sini untuk bagaimana layanan jantung anak di bagian timur bisa berkembang, dan kita memilih Manado karena dilihat lebih strategis untuk rujukan papua dan maluku,” ujarnya

Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menyambut baik pelaksanaan kegiatan Pediatric Cardiology Update XII dan Workshop Intervention Consultant.

Dirut berharap, kegiatan ini dapat mengembangkan pengetahuan keterampilan serta pemahaman layanan kardiologi pediatric dalam melakukan tindakan intervensi yang aman dan tepat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)  Dr.Hasan Sadikin (akrab disebut RSHS) Bandung melakukan kunjungan studi banding ke RSUP Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), Kamis (29/11/2023).

Plt. Dirut RSUP Kandou Manado Dr. dr Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, di dampingi Dewan Direksi, Direktur Layanan Medik dr. Jehezkiel Panjaitan, SH, Mars, Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr. Erwin Sondang Siagian SSTP, MSi, Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto, Sp.BTKV menerima kunjungan tersebut.

Tim studi banding RSUP Hasan Sadikin antara lain terdiri dari Dirut Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, Direktur Perencanaan dan Keuangan Herry Rukmana, Direktur Pendidikan dan Penelitian , dr. Fitra Hergyana, MH, Kes, Sp.DV,MM, staf Direksi Nonon Saribanon, SS, MM, Ade Irma Rohima, SE dan Mulyana, Amd.Kes.

Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan studi banding terkait dengan Unit Penelitian Klinik (Clinical Recearch Unit).

Dokter Ivonne (panggilan akrab Plt. Dirut RSUP Kandou) bersama jajaran direksi serta seluruh civitas hospitalia RSUP Kandou menyambut baik atas kunjungan RSHS di RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, dokter Ivonne mengatakan, menjadi satu kehormatan bagi RSUP Kandou mendapat kunjungan dari RSUP Hasan Sadikin Bandung. “Rumah sakit saling berbagi ilmu dalam rangka peningkatan sistim pelayanan sangat penting, selain menjaga silahturahmi tetapi juga untuk membangun sistim pelayanan kesehatan rumah sakit yang bermutu,” ujarnya.

Adapun tujuan dari Unit Penelitian Klinik, sebutnya, adalah untuk meningkatkan jumlah penelitian klinik dan inovasi pada rumah sakit di Indonesia, serta untuk meningkatkan kemampuan sentra penelitian klinik Indonesia dan unit penelitian klinik dalam melaksanakan penelitian klinik sesuai standar internasional.

Dirut  RS Dr Hasan Sadikin Dr.dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, bersama tim menyampaikan terima kasih kepada RSUP Kandou yang sudah menerima RSHS untuk melakukan studi banding. “Kami ingin melihat Unit Penelitian Klinik milik RSUP Kandou sebagai masukan bagi RSUP Hasan Sadikin Bandung,” ujarnya.

Dokter Jimmy (panggilan akrab mantan Dirut RSHS Bandung) memastikan Unit Penelitian Klinik RSUP Kandou sangat baik. “Saya tahu persis karena saya tumbuh dan berkembang di rumah sakit ini,” jelas mantan Dirut RSUP Kandou ini. (Fer)