Meimonews.com – Puluhan siswa SMP Katolik St. Dominiko Savio Bumi Beringin Manado pimpinan.Betrisiana Lemgkong (Kepala Sekolah) diberikan edukasi tentang Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)/Narkoba (Narkotika Psikotropika dan Bahan Berbahaya) oleh Ketua KTN Lexie Kalesaran di salah satu ruang kelas sekolah, Rabu (15/7/2026).

Pemberian materi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Monika Korompis di lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Ch. Taulu Kelurahan Bumi Beringin Manado ini,

Materi-materi yang diberikan selama MPLS, Senin – Jumat (13-17/7/2026) tersebut, di antaranya Pengenalan Diri oleh Panitia; Wawasan Wiyata Mandala oleh Kepala Sekolah; Aku dan Sekolahku oleh Frini Wuisan; Aku dan Sekitarku oleh Monika Manoppo; Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat oleh Prisilia Pangemanan; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Korompis.

Kemudian, Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung dan Tes Fleksibilitas oleh Prisilia Pangemanan; Ruang Perjumpaan Murid Baru oleh Frini Wuisan; Siaga Bencana oleh Billi Muskitta; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo; Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrqsi Belajar Muris, Asesmen Literasi Numerasi dan Identifikasi Bakat dan Minat oleh Panitia; Literasi Digital oleh Frini Wuisan; Pencegahan Isu Napza oleh Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo;.

Ada juga tentang Sahabat Hebat : Dengar Peduli dan Hargai oleh Josua Somba; ASRI : Aku, Kamu dan Lingkungan Kita Bersama oleh OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan semua guru; Pengenalan Kurikulum melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif oleh Kepala Sekolah; Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah oleh Susan Kapoh, Refleksi dan Doa Penutup oleh Susan Kapoh; Pertemuan Pagi Ceria oleh OSIS; Unjuk Karya oleh Billi Muskita.

Pemaparan materi oleh Ketua KTN dibawakan secara interaktif agar para siswa lebih mudah mencerna/memahami pemaparan materi, yang juga ditampilkan lewat LCD.

 

Ketua KTN menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya. Dijelaskan pula kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa, sebutnya, menjadi sasaran empuk bagi pengedar karena cukup rentan. Beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza dirincikan.

Penyebab penyalahgunaan Narkoba/Napza disebutkan agar menjadi perhatian. Ada faktor internal yakni keluarga, ekonomi dan kepribadian serta faktor eksternal yakni pergaulan dan sosial masyarakat.

Oleh karenanya, diingatkan kepada para siswa untuk katakan tidak, tolak dan jangan sekal-kali mencoba Narkoba/Napza. Seharusnya para siswa belajar menahan diri, belajar arti kehidupan dan belajar untuk masa depan.

Disarankan untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik di bidang pendidikan, Pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan,dan lain-lain.

“Jadilah anak muda yang dibanggakan, baik keluarga, sekolah, masyarakat atau lembaga keagamaan,” ujarnya mengajak. (*)