Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado memasuki babak baru kepemimpinannya, yang ditandai serahterima jabatan (sertijab) Dirut dari Drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, kepada Prof. Dr.dr Starry Rampengan, Sp.JP (K), FIHA,MARS,

Acara sertijab yang disaksikan Dewan Pengawas, pimpinan lain dan staf RSUP Kandou tersebut dilaksanakan di aula lantai dua kantor administrasi rumah sakit, Senin (30/6/2025).

Dalam sambutannya, Starry mengungkapkan bahwa ia menyadari tantangan besar yang menanti di era kepemimpinannya sebagai Dirut di rumah sakit ini.

“Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang dan kompleksitas yang tinggi. Kepercayaan masyarakat yang besar menjadi tanggung jawab moral dan profesional yang harus kita emban bersama,” ujarnya.

Untuk itu, Starry memaparkan lima strategi utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya. Pertama, peningkatan mutu dan keselamatan pasien : Implementasi standar pelayanan yang lebih tinggi dan berkelanjutan, dengan prioritas utama pada keselamatan pasien.

Kedua, transformasi digital yang komprehensif : pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, aksesibilitas layanan, dan kualitas data. Ketiga, penguatan riset dan pendidikan klinis : Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan serta dukungan penuh terhadap riset klinis yang berdampak nasional.

Keempat pelayanan humanis berbasis hospitality : Pengembangan budaya pelayanan yang ramah, empati, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Kelima, peningkatan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi: Pengelolaan rumah sakit yang lebih efisien, akuntabel, dan transparan untuk memastikan penggunaan sumber daya yang optimal.

Visi kepemimpinan Starry dipadukan dengan semangat “Satu Hati, Satu Rumah Sakit, Satu Tujuan,” menunjukkan komitmennya untuk memimpin RSUP Kandou menuju masa depan yang lebih gemilang.

Starry mengajak seluruh staf, dari manajemen hingga tenaga medis dan administratif, untuk bersatu dalam mencapai tujuan tersebut.

Kepada pejabat lama (Saripawan), Starry
menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Saripawan atas dedikasi dan kepemimpinan yang telah ditunjukkan selama sembilan bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama.

“Ibu Drg. Saripawan telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi RSUP Kandou untuk terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan nasional yang unggul dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian,” ujar Starry.

Dalam pesan perpisahannya, Saripawan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memimpin RSUP Kandou. Disebutkan, penugasannya sebagai Plt. Direktur Utama oleh Kementerian Kesehatan merupakan sebuah kehormatan.

Saripawan optimistis RSUP Kandou akan semakin berkembang pesat di bawah kepemimpinan Starry. (Fer)

Meimonews.com – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat profesionalisme, transparansi, dan integritas di bidang pendidikan serta pelayanan kesehatan, Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat dan Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou melakukan penandatanganan Pakta Integritas.

Pakta integritas ini berkaitan dengan pendidikan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-I) Program Studi Ilmu Kedokteran Faked Unsrat yang menjalani pendidikan dan praktik klinik di RSUP Kandou.

Hadir pada acara penandatangan Pakta Integritas yang dilaksanaksn di Aula Unsrat, Jumat (7/3/2025) ini jajaran pimpinan rumah sakit yakni Plt. Dirut Yuli Astuti Saripawan dan Plt. Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian Suwandi I. Luneto.

Dari Faked Unsrat yakni Dekan Billy Johnson Kepel serta Damayanti Pangemanan dan Nurdjanna Jane Niode (Wakil-wakil Dekan), Kepala Bagian/KSM Bedah Faked Unsrat Mendy J. Hatibie dan akademisi Faked Unsrat.

Selain itu, tenaga medis yang berperan dalam dunia pendidikan dan layanan kesehatan.

Penandatanganan ini menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam mengelola pendidikan kedokteran, praktik klinik mahasiswa, serta pengembangan penelitian medis yang berkualitas.

Sinergi antara Faked Unsrat dan RSUP Kandou bukanlah hal baru. Namun, dengan adanya pakta ini, kedua institusi semakin menegaskan komitmen mereka dalam mencetak tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

“Penandatanganan ini harus ditindaklanjuti sesuai isi komitmen bersama,” ujar Plt. Dirut RSUP Kandou seraya menekankan pentingnya konsistensi dalam implementasi kerjasama ini.

Pihak RSUP Kandou berharap kolaborasi ini semakin solid, sehingga rumah sakit sebagai lahan praktik dan penelitian tetap selaras dengan visi pendidikan kedokteran Unsrat.

Selain itu, pakta integritas ini juga menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi peserta didik.

Hal ini mencakup larangan terhadap tindakan kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis, serta pelecehan dalam bentuk apa pun terhadap peserta didik.

Dengan ditandatanganinya pakta integritas ini, diharapkan hubungan kerjasama antara Faked Unsrat dan RSUP Kandou semakin erat, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan dunia medis di Indonesia, khususnya di wilayah Manado. (Fer)