Meimonews,com – Dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan tertib di Kota Manado, Polresta Manado bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar kegiatan Kepolisian Reaktif Yustisi dan Deteksi (KRYD), Sabtu (14/9/2024)

Kegiatan dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta penegakan hukum dalam rangka menjaga keamanan masyarakat ini
dilaksanakan di sejumlah titik strategis di Ibukota Provinsi Sulut ini.

Ratusan personil dari kepolisian dan TNI, serta aparat Pemkot Manado terlibat dan bersinergi dalam kegiatan yang dilakukan secara humanis ini.

Dalam kegiatan ini, petugas melakukan pemeriksaan identitas, razia terhadap kendaraan bermotor, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

Plh. Kapolresta Manado Kombes Pol. FX Winardi menyatakan, sinergi ini merupakan langkah konkrit dalam menjaga ketertiban dan mencegah tindak kriminal. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Melalui KRYD ini, kami harap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif,” ujarnya.

Walikota Manado Andrei Angouw menambahkan, kerjasama antara Polri, TNI, dan Pemkot adalah kunci untuk mewujudkan keamanan yang berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.” ujar Walikota,

Kegiatan KRYD ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa lebih tenang dengan adanya kehadiran aparat di jalan-jalan. Dengan sinergi yang solid antara Polresta Manado, TNI, dan Pemkot, diharapkan Kota Manado akan semakin aman dan nyaman untuk ditinggali. (AF)

Meimonews.com – Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Sulut sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Manado Kombes Pol. FX Winardi melakulan pemeriksaan ruang tahanan Polresta Manado, Jumat (16/8/2024).

Pemeriksaan ini dilalukan sebagai upaya memastilan keamanan dan kepatuhan prosedur di ruang tahanan yang ada di Polresta Manado dan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa seluruh prosedur pengamanan dan penanganan tahanan diikuti dengan ketat.

Selama kunjungannya, Kombes Winardi menekankan beberapa poin penting sebagai bagian dari kontrol dan evaluasi, antara lain Kepatuhan terhadap Prosedur. Tahanan yang keluar dari ruang tahanan harus sesuai dengan aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Setiap tahanan harus dilengkapi dengan bon dari penyidik dan menggunakan borgol.

Selain itu, larangan korvei di luar rutan: Tidak diperkenankan bagi tahanan untuk melakukan kegiatan korvei atau kerja bakti di luar ruang tahanan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua tahanan tetap berada dalam pengawasan yang ketat.

Kombes Winardi memberi oeringatan kepada Penyidik Pembantu agar terus memantau dan menyelesaikan kasus-kasus tahanan yang sudah lama berada di tahanan. Hal ini penting untuk menjaga proses hukum yang adil dan tepat waktu.

Program rutin seperti ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar keamanan dan kepatuhan di lingkungan tahanan, serta memastikan bahwa seluruh prosedur dipatuhi dengan ketat demi terciptanya sistem hukum yang adil dan efektif. (AF)