Meimonews.com – Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar memberikan Kuliah Umum kepada ratusan mahasiswa dan dosen Unsrat serta sejumlah undangan lainnya.

Kuliah Umum dengan tema Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia Di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia ini diadakan di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikisumo Unsrat Manado, Kamis (11/6/2026).

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya menegaakan, dewasa ini dunia sedang menghadapi perbagai perubahan yang sangat cepat dan kompleks.

Persaingan antarnegara, perkembangan teknologi, isu keamanan, perubahan iklim, krisis ekonomi globsl serta betbagai konflik di sejumlah kawasan dunia telah membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat internasional termasuk Indonesia.

“Dalam situasi seperti ini generasi muda dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai kondisi geopolitik global sekaligus memperkuat komitmen tethadap nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.(NKRI – Red),” ujar Rektor.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa, sebut Rektor yang adalah juga Ketua KB FKPPI Sulut ini, perlu memiliki wawasan strategis, kemampuan berpikir kiritis serta kesadaran bela negara agar mampu berkontribusi poistif dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Oleh karena itu, kuliah umum pada hari ini menjadi sangat relevan dan penting. Kami meyakini bahwa pengalaman dan perspektif yang akan disampaikan oleh bapak Mayor Jenderal TNI Rano Tilaar akan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana bangsa Indonesia harus memposisikan diri di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang,” ujarnya.

Di awal pemaparan materinya, Tilaar menjelaskan lahirnya teori geopolitik baik yang dikembangkan oleh Friedrichl Ratzel, Rudol Kjllen dan General Carl Haushofer maupun lahirnya teori ultra nasionalisme.

“Guna mengantisipasi ataupun memghambat geopolitik lawan atau bakal lawan, maka perlu diambil langkah-langkah antisipasi yang disebut geostrategi,” ujar Tilaar seraya memberikan contoh-contoh pemimpin yang punya pengaruh besar bagi perkembangan dunia.

Mantan Dansat Kontra Intel.BAIS TNI ini menegaskan, semua agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Hanya oknum pengikitnya yang salah dalam memahaminya. Tilaar lantas memberkan contoh-contoh konkrit hal-hal terjadi akibat salam dalam memahminya.

Berdasarkan apa yang terjadi tersebut dan dampaknya maka Tilaar menegaskan mengapa harus balajar geopolitik. Untuk masyarakat Sulut, menurutnya, ancaman sudah berada di pekarangan. Beberapa contoh diberikan.

Mantan Danrem di beberapa wilayah ini lantas memberikan kesimpulan dari materinya. Pertama, geopolitik akan berubah menyesuaikan kepentingan negara di kawasan global dan di kawasan regional kita. Kedua, kepentimgan dalam mempelajari geopolitik adalah untuk memahami dinamika pesatnya perkembangan dunia sehingga kita bisa mengantisipasi dampaknya kepada negara dan bangsa kita.

Ketiga, geopolitik adalah peta jalan untuk bertahan dan bersaing di dunia internasional. Keempat, dengan paham geopolitik kita bisa lebih waspada terhadap upaya negara lain yang ingin mempengaruhi atau menguasai wilayah serta memanfaatkan aset kekayaan alam kita yang bernilai strategis.

Saat sesi tanya-jawab, karena tidak ada moderator yang disiapkan panitia, Rektor Unsrat langsung mengambil alih dengan menjadi moderator.

Ada beberapa peserta Kuliah Umum yang memanfaatkan sesi tanya-jawab tersebut.

Dan menariknya, para penanya diberikan ‘ole-ole’ oleh Rektor, yang diserahkan di penghujung kegiatan, yang turut dihadiri tokoh-daerah Sulut termasuk Philip Pantouw dan mantan Walikota Manado Wempie Frederik. (FA)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperkuat komitmennya dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU-PPT) melalui rangkaian kegiatan edukasi publik Gerakan Nasional APU-PPT.

Kegiatan digelar dalam bentuk PPATK Mengajar, Kampanye Anti Green Financial Crime, serta program Anti Pencucian Uang Goes to Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Rangkaian acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-600 Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang meliputi kegiatan di SMK Negeri 1 Tahuna, Politeknik Negeri Nusa Utara (PNNU), Rumah PJ Bupati, dan puncak acara penanaman pohon PPATK.

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Penjabat (Pj) Bupati Sangihe Albert Huppy Wounde, Asisten I Setda Kabupaten Kepulauan SangiheJohanis Pilat, Kepala Pusat Pemberdayaan dan Kemitraan PPATK Supriadi, Kepala Sub Bagian TU Pemberdayaan Kemitraan PPATK Adhitia Abriansyah, Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, Pemimpin Unit APUPPT Ratih Watugigir.

Kegiatan pertama dalam rangkaian ini adalah PPATK Mengajar yang digelar di SMK Negeri 1 Tahuna, Kamis (30/1/2025)

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya tindak pidana pencucian uang dan pentingnya transparansi keuangan.

PPATK memberikan materi edukatif tentang peran lembaga tersebut dalam pencegahan pencucian uang, sementara Bank SulutGo memperkenalkan layanan perbankan yang aman dan transparan.

Acara ini diikuti oleh ratusan siswa dan guru, yang antusias mengikuti sesi tanya jawab interaktif.

Pada hari yang sama (30/1)2025), Bank SulutGo dan PPATK menggelar Diskusi Kontemporer (DISKO) di Politeknik Negeri Nusa Utara (PNNU) dengan tema Kampanye Anti Green Financial Crime dan Pencegahan Pencucian Uang” yang dihadiri mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat umum.

Materi yang dibahas meliputi pentingnya literasi keuangan, cara mengenali transaksi mencurigakan, serta upaya pencegahan kejahatan keuangan yang merusak lingkungan (green financial crime).

Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta karena relevansinya dengan isu keuangan dan lingkungan saat ini.

Rangkaian acara selanjutnya adalah Pembukaan BOOTH APU-PPT dan Acara Tulude yang dilaksanakan pada Jumat ( 31/1/2025)

Pembukaan BOOTH APU-PPT di Rumah PJ Bupati Kepulauan Sangihe. BOOTH ini menjadi sarana informasi bagi masyarakat tentang upaya pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Acara ini bertepatan dengan perayaan Tulude, tradisi budaya masyarakat Sangihe yang digelar dalam rangka HUT ke-600 Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pejabat Bupati Albert Huppy Wounde menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Bank SulutGo dan PPATK. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat literasi keuangan, tetapi juga memperkaya budaya kita melalui perayaan Tulude,” ujarnya.

Puncak rangkaian kegiatan ini adalah penanaman pohon PPATK pada 1 Februari 2025.

Kegiatan ini merupakan simbol komitmen Bank SulutGo dan PPATK dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari kampanye Anti Green Financial Crime, yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan dari kejahatan keuangan yang merusak.

Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta menjelaskan, kolaborasi dengan PPATK ini merupakan wujud nyata komitmen Bank SulutGo dalam mendukung edukasi publik dan pencegahan tindak pidana keuangan. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sangihe, baik dalam hal literasi keuangan maupun pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kepala Pusat Pemberdayaan dan Kemitraan PPATK Supriadi menambahkan, sinergi antara PPATK dan Bank SulutGo akan terus ditingkatkan untuk menciptakan sistem keuangan yang transparan dan aman. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan Gerakan Nasional APU-PPT ini tidak hanya memperkuat literasi keuangan masyarakat Sangihe, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan HUT Ke-600 Kabupaten Kepulauan Sangihe yang penuh makna.

Dengan kolaborasi antara Bank SulutGo dan PPATK, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang cerdas, waspada, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan keuangan global. (Afer)