Meimonews.com – Setelah bertugas selama 38 di instansi pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Diano Tino Tandaju menyelesaikan tugas pengabdiannya pada 1 April 2026.

Pejabat humanis dan kreatif ini mengakhiri masa tugasnya saat menjadi Kepala BKKBN Gorontalo selama 1 tahun 3 bulan (15 Januari 2025 – 1 April 2026). Sebelum di Gorontalo, Tino bertugas sebagai Kepala BKKBN Sulawesi Utara selama 5 tahun (2020 – 2025).

Momen haru penuh makna mengiringi pelepasan purna tugasnya yang digelar di Aula Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Senin (30/3/2026). Mendampingi Tino pada momen ini Ny. Nancy Tandaju Gorung (istri Tino).

Kegiatan ini diisi dengan penyampaian kesan pesan, pemutaran kilas balik masa kepemimpinan, serta penyerahan penghargaan kepada mitra Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. (lex)

Meimonews,com – Pasca Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah (libur lebaran), Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo Diano Tino Tandaju memimpin Apel pagi di lingkungan BKKBN Perwakilan Gorontalo.

Apel yang dilaksanakan di halaman kantor BKKBN Gorontalo, Senin (30/3/2026) ini merupakan apel terakhir yang dipimpinnya karena akan memasuki masa purnatugas.

Itulah sebabnya, pelaksanaan apel ini berjalan dengan penuh hikmah dan penuh makna karena merupakan kegiatan penghujung masa tugas.

Pada kesempatan tersebut, Tandaju menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai atas kerjasama dan dedikasi yang telah terjalin.

Kegiatan ditutup dengan salaman hangat dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan. (lex)

Meimonews.com – Guru-guru SMA Negeri 8 Manado pimpinan Mediatrix Maryani Ngantung mengikuti kegiatan In House Training (IHT) Pembelajaran Mendalam di kompleks sekolah, baru-baru.

Partisipasi aktif para guru dalam IHT ini menjadi langkah nyata SMA Negeri 8 Manado dalam menghadirkan pembelajaran yang bermutu dan penuh makna.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk memperkaya pemahaman mengenai strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

Melalui IHT dengan narasumber Jane Panungkelan ini, para guru diajak untuk mendalami konsep pembelajaran yang berkesadaran, melibatkan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.

Dengan pendekatan ini diharapkan proses belajar di kelas dapat lebih hidup, inspiratif, dan mampu mendorong siswa berpikir kritis serta memahami materi secara mendalam, bukan sekadar menghafal. (Fer)