Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Rabu (2/5/2026)

Upacara yang dilaksanakan di lapangan upacara Unsrat Manado ini diikuti, antara lain para Wakil.Rektor, Dekan-dekan Fakultas, Direktur Program Pascasarjana serta para Kepala Lembaga, Biro dan UPA (Unit Pelaksana Teknis) di lingkungan Unsrat.

Pada kegiatan yang mengusung tema Menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, Rektor membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Brian Yuliarto

Menteri menegaakan, Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan kembali keyakinan kita bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa dan masa depan bangsa dipertaruhkan.

Dengan tema Menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan nermutu untuk semua ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, menjadi orientasi pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang tertuang dalam Rencana Strategis 2025-2029 dengan visi Terwujudnya pendidikan tinggi, sains dan teknologi yang inklusif, adaptif dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Pada Hari Pendidikan Nasional ini mari kita teguhkan satu keyakinan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa dan mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua,” ujar Rektor membacakan sambutan Menteri. (FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar orientasi, pendidikan, dan pelatihan intensif bagi mahasiswa program profesi dokter, dokter gigi, dan ners dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, Jumat(8/8/2025).

Acara dibuka oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati di dampingi antara lain Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjannah Jane Niode.

‎Pelatihan ini mencakup aspek dalam pelayanan kesehatan, termasuk Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

Dalam sambutannya Yunemenegaskan, pelatihan ini dirancang untuk membekali para calon tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan esensial sebelum mereka terjun langsung ke lingkungan kerja rumah sakit.

“Kami berharap para mahasiswa dapat lebih siap dan kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi pasien,” ujarnya.

‎Yune menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas, dengan fokus pada keselamatan pasien, pekerja, dan lingkungan rumah sakit.

Peserta pelatihan diharapkan mampu mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam praktik kerja lapangan, dengan penekanan pada pencegahan cedera akibat kesalahan tindakan.

Peserta didorong untuk menjaga sikap dan komunikasi yang baik, serta mengikuti SOP dan program yang telah dirancang.

“Rumah sakit memiliki kebijakan tegas terhadap perundungan, kekerasan seksual, atau pungutan liar, dan peserta diimbau untuk melaporkan jika mengalami hal tersebut,” tandasnya.

‎Nurdjannah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Pelatihan ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari program profesi dokter dan diselenggarakan di rumah sakit pendidikan utama.

“Sebanyak 154 peserta mengikuti pelatihan selama enam hari, yang meliputi pencegahan infeksi, keselamatan kerja, dan pelayanan prima,” ujarnya.‎

‎Ia berharap, peserta dapat mengembangkan komitmen dan empati dalam memberikan layanan kesehatan, serta memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan bertanggung jawab. (Fer)