Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terkait dengan operasionalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mamitarang.

Pengoperasian TPA Regional Mamitarang (Manado, Minahasa, Minahasa Utara dan Bitung) dirasa mendesak sekaligus sebagai upaya mengatasi permasalahan pemgelolaan sampah di Manado yang teedampak karena kebakaran TPA Sumompo.

Hal tersebut terlihat ketika adanya Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Gubernur Sulut, Senin (28/9/2026). Rakor dipimpin Asisten Perekenomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulut Jimmy Ringkuangan.

Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Manado Julises Oehlers, Kasatpol PP Kota Manado, Kadis Lingkungan Hidup Kota Manado dan Kabag SDA Sekretariat Daerah Kota Manado.

TPA Regional Mamitarang dioperasikan oleh UPT Persampahan Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara yang nantinya akan menangani pengelolaan residu sampah dengan metode sanitary landfill dari wilayah regional Mamitarang. (elka)

Meimonews.com – Guna mendukung implementasi manajemen talenta, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah membentuk UPTD Penilaian Kompetensi ASN atau Assesment Center.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw.pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Manado di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (24/9/2026).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Regional XI BKN Akhmad Syauki, Sekretaris Daerah Sulut Tahlis Gallang, para Sekretaris Daerah se-Sulut para Asisten Setda Kota Manado, Kepala BKD, BKPP, dan BKPSDM se-Sulawesi Utara, Kepala PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Manado Agus Humaedi, para Kepala Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Manado serta undangan lainnya.

“Saat ini, fasilitas tersebut tengah dipersiapkan, baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras, dengan target dapat beroperasi secara penuh pada tahun depan,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan, Pemkot Manado telah mulai menerapkan manajemen talenta secara mandiri sejak tahun 2025 melalui aplikasi internal.

Selanjutnya, Pemkot Manado akan berkolaborasi penuh dengan sistem Simata (Sistem Manajemen Talenta) milik BKN sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Kepala BKN RI (Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar sistem untuk melakukan pemetaan ASN, tetapi merupakan instrumen strategis bagi kepala daerah dalam mengelola sumber daya aparatur.

Sistem ini menerapkan prinsip meritokrasi untuk memastikan penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

Kepala BKN RI juga mengajak seluruh instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional XI BKN untuk terus memperkuat penerapan manajemen talenta, sehingga pengelolaan karier ASN dapat berjalan secara lebih profesional, terencana, objektif, dan berbasis kinerja.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BKN RI menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota Manado. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkot Manado sebagai instansi di wilayah kerja Kantor Regional XI BKN yang dinilai patuh terhadap norma, standar, prosedur, dan kriteria manajemen ASN serta telah menerapkan manajemen talenta.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Kepala BKN RI dan Walikota Manado. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus memberi perhatian kepada warga yang.terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Setelah sejumlah warga di kepulauan Manado Tua diberi bantuan air bersih pada pekan lalu, Selasa (8/9/2026) warga di Pulau Bunaken didatangi dan diberi bantuan berupa air bersih.

Sejumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan PDAM Manado dengan memggunakan kapal Pelni (KM Gandha Nusantara 18) membawa 4 tong berisi 16.000 liter air untuk diberikan kepada warga setempat.

“Air bersih diberikan kepada warga Kelurahan Bunaken yang tersebar di 6 lingkungan dengan jumlah 149 KK dan 370 jiwa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Penyaluran bantuan, sebutnya, dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kelurahan Bunaken dan Pemerintahan Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Warga setempat berterima kasih dengan adanya perhatian ini karena mereka sedang dalam keterbatasan air bersih. (elka)

Meimonews.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekurangan air akibat kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan Pemprov Sulut melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih.

Salah satunya adalah penyaluran air bersih di Kelurahan Manado Tua II Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, pekan lalu.

Kegiatan penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi dengan BWS S1, PT Pelni, PDAM, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih karena terdampak kekeringan dan kekutangan air bersih diberikan bantuan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan personil yang terdiri dari BPBD 4 orang, BWS 10 orang, Kecamatan Bunaken Kepulauan 4 oang, (Camat dan staf), Kelurahan Manado Tua II 7 orang (Lurah, staf dan Ketua Lingkungan), Kru kapal (Maranathan01) 10 orang.

Bantuan yang dibawa air bersih sebanyak 72.000 liter. Penyaluran dibagikan ke masyarakat dengan jumlah KK dan jiwa sebagai berikut : Lingkungan 1 (80 KK dan 220 jiwa), Lingkungan 2 (110 KK dan 331 jiwa), Lingkungan 3 (89 KK dan 272 jiwa), Lingkungan 4 (66 KK dan 196 jiwa).

“Total yang disalurkan di Kelurahan Manado Tua II berjumlah 345 KK dan 1019 jiwa. Waktu penyaluran mulai jam 09.30 wita dan berakhir jam 22.00 wita,” sebut Sambuaga. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Manado, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Semarang yang dipimpin Walikota Agustina Wilujeng dan rombongan diterima Walikota Manado dan tim di ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Jeffry Worang, Kepala Dinas Perkim Peter Eman, Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau, Kabag Prokopim Setda Kota Manado Gladly Taliawo, rombongan Pemkot Semarang, serta undangan lainnya.

Kunker tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh informasi dan mempelajari pengalaman Pemkot Manado dalam pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya terkait penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) serta pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang memaparkan secara umum kondisi Kota Semarang, meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya, Walikota Manado menyampaikan gambaran mengenai Kota Manado, mulai dari kondisi wilayah dan kependudukan, kehidupan sosial kemasyarakatan, hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pembahasan kemudian difokuskan pada pengelolaan PJU di Kota Manado. Walikota menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 15 ribu titik PJU di Kota Manado.

Pengelolaannya mencakup aspek operasional, pengawasan di lapangan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk mekanisme kerja sama dengan PT PLN.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan PJU adalah pola pengawasan yang melibatkan Ketua Lingkungan (Kaling). Menurut Walikota, Kaling memiliki peran penting karena mengetahui kondisi PJU di wilayah masing-masing.

Apabila ditemukan PJU yang tidak berfungsi, informasi tersebut dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh instansi teknis terkait, termasuk Dinas Perkim Kota Manado.

Selain sistem pemantauan berbasis IoT, pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell) turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemkot Manado dan Pemkot Semarang. (elka)

Meimonews.com – Bupati Malang HM Sanusi dan rombongan mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (18/8/2026).

Bupati Malang dan rombongan diterima Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Asisten III Setda Kota Manado Donald Supit, serta para Kepala Perangkat Daerah lainnya di Aula Serbaguna Pemkot Manado.

Kunker Pemerintah (Pemkab) Malang ini dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2025–2029, khususnya terkait percepatan pengembangan wilayah Malang Selatan melalui penguatan konektivitas wilayah, pengembangan ekonomi kelautan, pariwisata, investasi, serta inovasi pembangunan daerah.

Melalui kunker ini, Pemkab Malang bermaksud melakukan koordinasi sekaligus studi pembelajaran kepada Pemerintah Kota Manado terkait berbagai program dan inovasi pembangunan yang telah diterapkan di Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja sekaligus memaparkan gambaran umum Kabupaten Malang, meliputi kondisi kependudukan, wilayah, sosial kemasyarakatan, serta perkembangan ekonomi daerah, termasuk sektor industri dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Walikota Manado menyampaikan gambaran umum Kota Manado, khususnya kondisi perekonomian daerah yang turut didukung oleh sektor perdagangan dan jasa.

Walikota menjelaskan, Kota Manado merupakan kota jasa dan perdagangan, sementara sektor pariwisata juga terus berkembang meskipun kontribusinya terhadap perekonomian daerah masih belum sebesar sektor perdagangan dan jasa.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut memaparkan perkembangan penduduk Kota Manado.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, antara lain penerangan jalan umum (PJU), posisi Kota Manado sebagai wilayah transit bagi daerah-daerah di sekitarnya maupun negara tetangga.

Selain itu, digitalisasi pemerintahan, Command Center dan Call Center 112, peran Ketua Lingkungan, keterlibatan tokoh-tokoh agama, serta berbagai hal lainnya.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kabupaten Malang. (elka)

Meimonews.com – Prestasi penting dan membanggakan diukir Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang pada Lomba Inovasi Pelayanan Publik Urusan Administrasi Kependudukan.

Pada lomba yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di Kantor Gubernur Sulut ini, Pemkot Manado memborong 3 (tiga) juara/penghargaan sekaligus.

Penghargaan diserahkan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus kepada Walikota Manado Andrei Angouw, Selasa (21/7/2026).

Ketiga penghargaan tersebut diraih Pemkot Manado, dalam.hal ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado pimpinan Erwin Kontu (Kepala Dinas).

Perinciannya, Juara 1 kategori Non Digital melalui inovasi KASIH (Kolaborasi Antisipatif Semangat Mapalus dalam Penyelesaian Permasalahan Hukum) Terkait Adminduk; Juara 2 kategori Non Digital melalui inovasi CAPIL PDKT (Pelayanan Lebih Dekat ke Masyarakat); serta Juara 3 kategori Digital melalui inovasi SIPANDU (Sistem Pengaduan Terpadu). (elka

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Manado berkolaborasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Manado menggelar Sidang Keliling Teroadu di Kompleks Kantor Dukcapil Manado, Tikala, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara PN Manado dan Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang dalam memberikan kemudahan akses layanan hukum bagi masyarakat, khususnya terkait proses persidangan yang berkaitan dengan dokumen Dukcapil.

Melalui layanan jemput bola seperti ini, masyarakat dapat mengurus proses hukum secara lebih cepat, mudah, dan tanpa harus datang langsung ke pengadilan.

Dinas Dukcapil Kota Manado di bawah kepemimpinan Erwin Kountu (Kepala Dinas) berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengembangkan kerjasama ini secara berkelanjutan, sebagai wujud pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat Kota Manado. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Tim menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintahan Kota (Apeksi) Tahun 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat ini berlangsung Minggu – Sabtu (28/6-4/7/2026) di Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai agenda strategis, antara lain Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai kota di Indonesia.

Rakernas Apeksi menjadi wadah penting bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman dan inovasi, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing.

Kehadiran Walikota Manado dan tim dalam forum nasional ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Manado untuk terus memperkuat kerja sama antarpemerintah kota, mendorong kolaborasi lintas daerah, serta mendukung perumusan kebijakan strategis guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

Tim yang mendampingi Walikota Manado kegiatan nasional tersebut, Ketua TP PKK Irene Angouw Pinontoan, Asisten 1 Julises Ohler, Asisten 2 Atto Bulo, Inspektur Kota Juddy Eduard Mantiri, Kadis Perindag Hendrik Warroka, Kadis Pendidikan Bart Peter Assa, Kaban BPBD Donald Sambuaga, Kaban Bappenda Jeffry Mondong, Kadis PMPTSP M. Sofyan serta sejumlah Kadis dan Kepala Bagian Setdakot. (elka)

Meimonews.com – Beberapa hari belakangan ini telah terjadi kebakaran di beberapa lokasi. Walau mungkin berbeda penyebab atau sumber permasalahannya, tapi itu dipastikan telah merugikan masyarakat baik dari segi material maupun korban nyawa.

Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahannya, apalagi, saat ini memasuki musim kemarau, di mana risiko terjadinya kebakaran meningkat akibat cuaca yang panas dan kering.

Terkait dengan itu, Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang mengeluarkan imbauan.

Seluruh masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama melakukan langkah pencegahan.

Ada lima hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan membakar sampah, lahan, atau rumput kering; kedua, pastikan kompor, regulator gas, dan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Ketiga, hindari penggunaan stop kontak secara berlebihan; keempat, jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang banyak terdapat rumput atau bahan mudah terbakar.

Kelima, siapkan alat pemadam sederhana apabila memungkinkan dan segera laporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran. (elka)