Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo memperkuat kemitraan strategis dengan Bank SulutGo (BSG) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta kepastian Pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Tahun Anggaran 2027 yang diadakan di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Gorontalo, Rabu (30/9/2026) malam.

Acara penting ini disaksikan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Dandim 1315/KG Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, Kapolres Gorontalo AKBP KI Ide Bagus Tri, Kajari Kabupaten Gorontalo Laurence Hasiholan Pasaribu, Dansatradar 207 Kwandang Letkol Lek. Yohanes Kristiardi, Ka Akun Lanal Gorontalo Kapten Laut (S) Andrik Sukarmoko, dan Sekdakab Gorontalo Sugondo Makmur beserta pimpinan OPD.

Selain itu, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo M. Andi Destryan serta dua Komisaris BSG yakni Djafar Alkatiri dan Rania Riris Ismail.

Penandatangan PKS dan kepastian Pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Tahun Anggaran 2027 ini menegaskan komitmen Pemkab Gorontalo dan Bank SulutGo dalam mempercepat digitalisasi sistem keuangan daerah, memperkuat transparansi, serta mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga ke tingkat desa.

Direktur Utama BSG Revino Maydi Pepah, bersama Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi menandatangani empat PKS strategis. PKS ini menjadi landasan utama membangun ekosistem keuangan daerah yang transparan, efisien, dan terintegrasi secara digital.

Adapun poin-poin PKS strategis yang disepakati mencakup Pengelolaan dan Penyimpanan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), Pengembangan serta penerapan digitalisasi sistem transaksi keuangan hingga ke pemerintahan desa, Akselerasi inklusi keuangan daerah dan efisiensi tata kelola kas, dan Penguatan pembiayaan Sektor Usaha Mikro melalui program khusus KUR Bohusami.

“Empat PKS ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem keuangan daerah yang transparan, efisien, dan terintegrasi secara digital. Harapan kami, Kabupaten Gorontalo bisa menjadi model kawasan digital yang inklusif di Sulawesi,” ujar Dirut BSG.

Bupati Kabupaten Gorontalo menegaskan, untuk Tahun Anggaran 2027, pengelolaan RKUD Kabupaten Gorontalo dipastikan tetap dipercayakan kepada Bank SulutGo. Pemkab berharap BSG terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam mengelola dana daerah.

Selain penandatanganan PKS, kegiatan malam itu dirangkaikan dengan peluncuran Kawasan Digital Kabupaten Gorontalo, launching SPTJ JAMKESDA, apresiasi TP2DD, penyerahan Business Matching, penyaluran KUR Bohusami BSG (seperti Baternak Sapi dan BSG Perempuan Hebat), hingga penyerahan QRIS Merchant dan hadiah undian.

Dirut BSG memuji terobosan dan inovasi Pemkab Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi. BSG berkomitmen untuk mengawal UMKM lokal agar naik kelas melalui program pembiayaan KUR Bohusami.

“Kami berkomitmen akan memberikan layanan yang sebaik mungkin. Apabila ada kekurangan, kami senantiasa menerima masukan dari pemerintah daerah demi menyempurnakan kemitraan ini ke depan,” sebut Dirut.

Acara penting ini disaksikan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Dandim 1315/KG Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, Kapolres Gorontalo AKBP KI Ide Bagus Tri, Kajari Kabupaten Gorontalo Laurence Hasiholan Pasaribu, Dansatradar 207 Kwandang Letkol Lek. Yohanes Kristiardi, Ka Akun Lanal Gorontalo Kapten Laut (S) Andrik Sukarmoko, dan Sekdakab Gorontalo Sugondo Makmur beserta pimpinan OPD.

Selain itu, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo M. Andi Destryan serta dua Komisaris BSG yakni Djafar Alkatiri dan Rania Riris Ismail. (elka)

Meimonews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonsia (BI) Gorontalo, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo luncurkan program Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (Lebegacor) sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas keluarga dan generasi masa depan, Selasa (10/3/2026).

Peluncuran program yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) BI Gorontalo Bambang Setya Permana, Kaper BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju, Wakil Bupati Gorontalo H. Tonny S. Junus, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo serta berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Gorontalo, Selasa (10/3/2026).

Program ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas literasi mengenai Cinta, Bangsa dan Paham (CBP) Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak sekalgus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang bijak serta penggunaan rupiah dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) karena dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, kemampuan koqnitif dan kesehatan jangka panjang.

Berbagai fakta seperti keterbatasan ekonomi, kurangnya akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang belum memadai serta rendahnya literasi gizi menjadi penyebab utama munculnya resiko stunting di tingkat keluarga.

Sejalan dengan itu, literasi pengelolaan uang rupiah yang bijak juga penting diperkuat agar keluarga semakin berdaya dalam membangun generasi sehat dan SDM yang gemilang serta semakin sadar untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah yang merupakan simbol nasionalisme NKRI.

Melalui program Lebegacor selain mendapatkan literasi CBP Rupiah para keluarga penerima manfaat, juga akan mendapatkan bantuan nutrisi ,

Program ini direncanakan akan konsisten dilaksanakan dua kali sebulan sepanjang tahun 2026 dengan lokasi berbeda untuk pemerataan.

Program ini menyasar para tenaga PKB (penyuluh keluarga berencana) yang akan diberikan pengembangan kapasitas di bidang literasi CBP Rupiah dan sistem pembayaran dalam bentuk training of trainer,

Para penyuluh BKKBN yang tersebar di desa dan kelurahan di provinsi Gorontalo akan memberikan edukasi pencegahan stunting dan CBP Rupiah kepada para orangtua secara rutin setiap bulan, (lex)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorntalo (Bank SulutGo/BSG) melangkah strategis dalam mendukung transformasi digital Pemerintah Daerah.

Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo tentang pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah.

Penandatanganan kerjasama yang dilakukan di Jakarta, Rabu (17/12/2025) ini untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah khususnya untuk belanja operasional dan perjalanan dinas pegawai.

Acara penandatangan ini dihadiri Wakil Bupati H. Tonny S. Yunus (mewakili Bupati Sofyan Puhi) yang di dampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Hariyanto Manan, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kesehatan.

Dari BSG hadir Dirut Revino M. Pepah, Komisaris Djafar Alkatiri di dampingi Pimpinan Kanwil Gorontalo Rudiyanto Katili dan Pimpinan Cabang Limboto Hasan Hamid.

Dalam sambutannya, Dirut BSG menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk komitmen BSG untuk menjadi mitra strategis Pemda dalam mengakselerasi digitalisasi keuangan.

“Kartu Kredit Pemerintah Daerah ini diharapkan dapat menpernudah proses administrasi keuangan, memberikan kontrol anggaran yang lebih baik serta mendukung program Cashless Society di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.

Wabup Gorobtalo menyambut baik inisiatif ini. Penerapan Kartu Kredit Pemda ini, menurutnya, adalah langkah modern untuk menuju tata kelola keuangan yang lebih baik, cepat dan terukur.

“Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendorong efieinsi anggaran. Kami berharap kerjasama dengan Bank SulutGo yang telah berpengalaman melayani Pemerintah Derah dapat membawa manfaat nyata,” ujarnya.

Kartu Kredit Pemerintah yang ditawarkan BSG dirancang khusus dengan fitur keamanan tinggi dan sistem pelaporan real time yang terintegrasi dengan sistem keuangan daerah. Hal ini memungkin pihak berwenang di Kabupaten Gorontalo memantau penggunaan anggaran secara efektif.

Dengan ditandatanganinya kerjasama ini Bank SulutGo/BSG semakin memperkuat posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah yang progresif dan berkomitmen mendukunng kemajuan daerah, tidak saja hanya di Sulut tapi juga di kawasan sekitarnya seperti Gorontalo. (elka)

Meimonews.com – Bank Sulut Gorontalo (BSG) pimpinan Revino M. Pepah (Dirut) dan jajaran kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah dengan meresmikan peluncuran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bohusami Baternak.

Acara peresmian Program KUR Bohusami Baternak yang merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara BSG dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo ini dilaksanakan di Desa Tridarma, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Kamis (16/10/2025).

Peluncuran program strategis ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan utama, antara lain Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar, Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Satya Permana, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Roman Nasaru, serta sejumlah undangan penting lainnya.

Peluncuran KUR Bohusami Baternak menegaskan posisi BSG sebagai bank pembangunan daerah yang senantiasa hadir sebagai mitra utama pemerintah dan masyarakat dalam memajukan perekonomian di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Inisiatif strategis ini dirancang khusus untuk memberikan solusi permodalan yang mudah, terjangkau, dan bersubsidi bagi para peternak sapi, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Provinsi Gorontalo.

Direktur Kepatuhan BSG Mahmud Turuis, dalam sambutannya menyampaikan, program ini kami diyakini akan berdampak positif dan signifikan, baik bagi pemerintah daerah maupun seluruh peternak, dalam rangka pengembangan dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu para peternak untuk ‘naik kelas’ dan mencapai kemandirian, yang pada akhirnya akan mengakselerasi peningkatan perekonomian di Kabupaten Gorontalo. “BSG berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan program kerja yang berorientasi pada kemajuan daerah,” ujarnya.

Kepala Cabang BSG Limboto Hasan Hamid menjelaskan mengenai skema teknis program ini. Sebagai penyalur KUR, BSG akan menerapkan ketentuan teknis perbankan yang berlaku, didahului dengan seleksi administrasi.

“Kami menargetkan minimal satu kelompok peternak di setiap kecamatan dapat memanfaatkan fasilitas ini. Fokus kami adalah pada peternak yang sudah eksis agar penyaluran modal ini berjalan lancar. Karena ini adalah dana KUR dari pemerintah, maka fasilitas ini dilengkapi dengan suku bunga bersubsidi,” ujarnya. (Afer)