Meimonews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado menggelar pelatihan dan pengolahan tanaman obat untuk membantu pengobatan diabetes di Kelurahan Malalayang Dua, Kota Manado, baru-baru.
Tim Pengabmas yang terdiri dari Selfie PJ Ulaen (Ketua Tim) dengan anggota Sri Handayani Gurning, dan Juliet Tangka, serta 3 mahasiswa tersebut menggelar kegiatan di rumah salah satu warga yang dihadiri Kepala Seksi PMK (Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Roswita Kendek (mewakili Lurah), Ketua Lingkungan VII Enrico Mamoto, dan sejumlah warga setempat.
Pengabmas yang merupakan perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti ini rutin dilakukan Poltekkes Kemenkes Manado Jurusan Farmasi.
Kegiatan dibuka Kepala Seksi PMK (mewakili Lurah). Dalam sambutannya, Roswita mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat apalagi berkaitan dengan kesehatan.

Lewat kegiatan ini, sebutnya, menjadi bekal bagi warga yang hadir pada kegiatan, dan bisa disampaikan juga kepada warga lain, serta juga sangat baik karena dapat dijadikan potensi usaha untuk dikembangkan.
Ia berharap, kegiatan ini bisa dilaksanakan berkelanjutan karena sangat bermanfaat dalam hal pengolahan obat tradisional.
Roswita, atas nama Pemerintah Kelurahan, menyampaikan apresiasi dan ucapan banyak terima kasih kepada Tim Pengabmas Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado yang telah melaksanakan kegiatan pengabmas ini di Kelurahan mereka.
Kegiatan pengabmas dimulai dengan pemberian materi oleh Selfie PJ Ulaen dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan infus water dan rebusan tanaman.
Dalam kegiatan ini dilakukan juga skrining kesehatan berupa pemeriksaan darah (Glukosa, Asam Urat dan Kolesterol).
Masyarakat terlihat sangat antusias dengan kegiatan ini apalagi dilibatkan secara langsung dalam setiap proses.
Msyarakat peserta kegiatan mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini karena menambah pengetahuan dan keterampilan dalam hal obat tradisional.
Harapan peserta, kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali secara berkesinambungan untuk memperkaya pemahaman tentang tanaman obat tradisional bagi masyarakat. (lex)

