Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manado dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado dan kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak kemarau panjang dan fenomena El Nino,

Kegiatan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sulut, Kementerian Kelauatan dan Perikan (KKP) melalui PT Pelni, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 pekan lalu ini dilakukan di 4 (empat) lokasi di 3 (tiga) pulau yakni di Dermaga Bunaken, Dermaga Siladen, Dermaga Pangalingan Manado Tua 1 dan Dermaga Negeri Manado Tua 2.

“Ada sebanuak 64 liter air yang diberikan bantuan ke 3 (tiga) pulau tersebut,’ sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Kantor BPBD Manado, Selasa (6/10/2026).

Setelah berkoordinasi dengan Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak Camat, air bersih tersebut disalurkan,

Di Dermaga Bunaken ada 20.000 liter yang disalurkan. Di Dermaga Siladen 10.000 liter, di Dermaga Pangalingan Manado Tua 1 Lingkugan Tiga 10.000 liter dan di Dermaga Negeri Manado Tua Dua Lingkungan Satu 30.000 liter. (elka)

Meimonews.com – Kemarau panjang yang terus terjadi membuat masyarakat makin sulit mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menyalurkan air bersih.

Itu terlihat ketika PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Manado dan Polairud Polda Sulut serta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Manado menyalurkan air bersih bagi masyarakat Pulau Manado Tua dan Pulau Siladen, Kota Manado, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 64 ribu liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di kedua pulau tersebut dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan KSOP Manado.

Kepada Meimonews.com, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, BPBD Manado turutserta dan berperan untuk mengkoordinasikan kegiatan di lapangan dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan agar pendistribusian air bersih berjalan lancar dan aman.

Menurutnya, data sebelumnya mencatat bahwa masyarakat Bunaken Kepulauan telah mengalami hampir tiga bulan minim hujan dan sebagian masyarakat Manado Tua Dua sangat bergantung pada tampungan air hujan.

“Pemerintah juga menyatakan kebutuhan tambahan air masih diperlukan. BPBD tidak sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi menjadi pusat koordinasi dan basis data kebutuhan kedaruratan,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, BPBD Kota Manado berperan dalam melakukan asesmen kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan, mengoordinasikan perangkat daerah dan unsur terkait, memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih, serta melakukan monitoring dan pelaporan perkembangan kondisi kepada Pemerintah Kota Manado.

Kehadirannya dalam kegiatan tersebut, jelasnya, justru dapat menjadi momentum untuk membangun sistem penanganan kekeringan Kota Manado yang lebih terstruktur, bukan hanya respons ketika air sudah habis. (elka)