Meimonews.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Gunung Maria Tomohon melakukan langkah nyata dalam meningkatkan fasilitas pendidikan yang lebih modern dan mendukung pembelajaran berbasis praktik.

Hal itu terlihat ketika sekolah tinggi negeri swasta yang bernaung di bawah Yayasan Ratna Miriam ini melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ruang Kuliah dan Laboratorium Keperawatan, Senin (8/5/2026).

Peletakan batu pertama di momen bersejarah ini diawali ibadah yang dipimpin Pastor Revi Rafael Hendrico Mario Tanod Pr (Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Kolongan Tomohon).

Hadir pada acara ini, Provinsial SJMJ Manado Sr. Margaretha Toliu SJMJ bersama Dewan Pimpinan Provinsi Manado serta sejumlah suster SJMJ, pimpinan Yayasan Ratna Miriam Sr. Maria Kobun SJMJ dan Sr. Rosaline Mukkun SJMJ.

Selain itu, Ketua Stikes Gunung Maria Tomohon Henny Pongantung bersama dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa dari 5 program studi.

Dengan adanya pembangunan ini diharapkan menjadi langkah awal yang penuh berkat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Stikes Gunung Maria Tomohon serta dapat menunjang kualitas lulusan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja.

Suster Toliu menegaskan, pembangunan ini menjadi tanda bahwa Stikes Gunung Maria terus bertumbuh dan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan demi menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masa kini dan masa depan.

“Ruang kelas dan laboratorium yang akan dibangun ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat lahirnya proses pembelajaran, penelitian, keterampilan, dan pembentukan karakter para mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional dan berjiwa melayani,” ujarnya ketika.memberikan sambutan pada acara tersebut,

Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, sebutnya, kita disadarkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk hati dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam semangat Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke 60 dengan tema Menjaga suara dan wajah nanusia, kita diingatkan untuk menghadirkan dunia pendidikan yang menghargai martabat manusia, mendengarkan suara-suara yang membutuhkan perhatian, dan menghadirkan pelayanan yang penuh empati, belas kasih, dan kemanusiaan.

“Karena itu, harapan kita, melalui ruang-ruang pembelajaran dan laboratorium ini, Stikes Gunung Maria semakin mampu membentuk generasi tenaga kesehatan yang bukan hanya cakap dalam ilmu dan keterampilan, tetapi juga memiliki hati yang peka, mampu menjaga suara kemanusiaan, dan merawat wajah sesama dengan kasih dan pengabdian,” ujarnya.

Suster Tolou berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan ini: para pimpinan, Yayasan Ratna Miriam, tenaga pendidik, benefaktor/benefaktris, pemerintah, mahasiswa, dan seluruh sahabat dan mitra karya. Semoga kebersamaan dan semangat pelayanan yang kita bangun hari ini menjadi berkat bagi banyak orang.

Kiranya Tuhan, tambahnya, memberkati pembangunan ini, melindungi semua yang terlibat dalam prosesnya, dan menjadikan tempat ini sebagai ruang tumbuhnya ilmu pengetahuan, integritas, belas kasih, dan harapan bagi masa depan. (FA)

Meimonews.com – Hari Sumpah Pemuda adalah sebuah momen bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran nasional bahwa Pemuda dari berbagai daerah, suku dan bahasa memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bersatu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 2 Unima Donal Matheos Ratu (mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey) sebagai Inspektur Upacara (Irup) ketika membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Tohir pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Unima yang dilaksanakan di halaman Kantor Pusat Unima Tondano, Selasa (28/10/2025).

Hadir pada upacara ini, antara lain pimpinan dan staf universitas dan fakultas-fakultas serta ASN/PPPK lingkungan Unima.

Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktorber 1928, menurut Mempora, bukan sekedar kata-kata melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad.

“Semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi,” ujar Ratu memgutip sambutan Mempora.

Dikemukakan, tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yakni Pemuda-pemudi bergerak, Indonesia bersatu, mengingatkan kita semua bahwa kemajuan bangsa tidak akwn terjadi tanpa parrisipasi aktif dari generasi muda.

Pemuda dan pemudi Indonesia, sebut Menpora, harus terus bergerak, berkaryw serya berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan di tengah perkembangan dunia digital.

Pemuda Indonesia.harus mampu menjadi pelaku perubahan, bulan hanya penonton. Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif dan berintegritas. “Gunakan kecerdasan, semangat dan kemampuan untuk membangun negeri ini dari berbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi, lingkungan maupun sosial,” ajak Menpors.

Selain bergerak maju, tambahnya, harus terus menjaga persatuan, perbedaan suku, agama dan budaya yang kita miliki bukanlah penghalang tetapi kekayaan yang memperindah bangsa Indonesia.

Di momen upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, Rektor lewat Wakil Rektor 2 menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas keberhasilan dua generasi muda yakni Hessel Zakharia Paparang dan Kyara Sint Eirene Mocodompis yang mengharumkan nama Unima di ajang level nasional.

Paparang dan Mocodompis (dua mahasiswa FIPP Unima) ini berhasil menjadi juara 3 Komptesisi Debat Mahasiswa Indonesia Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Barat, Senin – Minggu (20-26/10/2025).

“Unima mengapresiasi prestasi ini. Pak Rektor menghargai prestasi ini,” ujar Ratu mengutip pernyataan Rektor.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima dalam percakapan dengan Meimonews.com, usai upacara,

“Sebagai pimpinan fakultas, saya menyampaikan apresiasi dan berterima kasih karena mahasiswa FIPP Unima berhasil menjadi juara ketiga KDMI tahun 2025,” ujarnya. (FA)