Meimonews.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI) Maruarar Sirait mengingatkan agar jangan niatnya yang diubah, jangan niat kebaikannya diubah.
“Yang diubah adalah aturannya yang menghambat negara berbuat baik bagi rakyatnya,” ujarnya ketika memberikan Kuliah Umum di Unsrat yang di Auditorium Unsrat Manado, Sabtu (11/4/2026).
Cara berpikir ini, menurutnya harus kuat, karena kalau kita tidak punya cara berpikir seperti ini, kita akan terbatas dan saya belajar banyak dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PKP RI berharap Unsrat bisa melahirkan pikiran-pikiran yang produktif dan inovatif yang bermanfaat. Jangan hanya melanjutkan apa yang ada, tetapi harus juga siap mengantisipasi perubahan, serta harus lahir pemikir-pemikir cerdas dari Unsrat.
“Tugas saya bukan menyenangkan birokrasi tapi tugas saya menyenangkan masyarakat,” tandasnya ketika memberikan materi Peran perguruan tinggi dalam memperkuat wawasan kebangsaan.
Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter, integritas dan semangat kebangsaan generasi muda.
Rektor berharap kuliah umum ini, akan lahir pemikiran-pemikiran kritis, inspirasi baru serta semangat untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya di wilayah Indonesia Timur. (FA)



