Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Pusat Unsrat Manado, Senin (10/11/2025).

Hadir dalam upacara ini, antara lain Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga universitas, Kepala-kepala Biro, staf dan ASN/THL di lingkungan universitas.

Sebagai pembina upacara, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saeifullah Yusuf.

Dalam sambutannya, Mensos menyebutkan, para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan.

Ada tiga hal yang dapat kita teladani dari pahlawan bangsa : Kesabaran para pahlawan, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.

Semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Hari ini kita berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia, kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih dan melayani lebih tulus,” ujar Rektor mengutif sambutan Mensos. (FA)

Meimonews,com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melaksanakan upacara memperingati Hari Pahlawan Tahun 2024 di Kantor Pusat Unsrat Manado, Senin (11/11/2024).

Pada upacara yang dipimpin Rektor Unsrat Oktotivan Berty Alexander Sompie ini dihadiri pimpinan universitas, pimpinan lembaga, pata dekan, unit kerja dan staf ini, Rektor membacakan sambutan tertulis Menteri Sosual (Mensos) RI Saifulla Yusuf.

Tema yang diangkat pada peringatan tahun ini adalah Teladani pahlawanmu, cintailah negerimu.

Tema ini, menurut Mensos, mengandung makna yang mendalam. Teladani pahlawanmu berarti semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Cintailah negerimu mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberi sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indinesia.

“Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghiduokan kembali nilai sosialsosial persaudaraan sesama anak bangsabangsa,” ujar Rektor mengutip Mensos.

Mensos mengajak untuk menginplrmentasikan sifat-sifat kepahlawan dan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakatmasyarakat, mulai dari diri kita, mulai dari hal yang paling kecil yang dapat dilakukan di sekitar kita untuk kemaslahatan masyarakat. (FA)