Meimonews,com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesis (RI) Wahaji menegaskan pentingnya membangun keluarga yang kuat dan harmonis karena memiliki dampak penting bagi masa depan generasi mendatang.

Penegasan Mendukbangga/Kepala BKKBN Ri tersebut disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay pada upacara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Hargnas) ke-32 tingkat Sulut, Jumat (4/7/2025).

Upacara yang dipimpin Wagub Sulut di lapangan kantor Gubernur Sulut, jalan 17 Agustus Manado tersebut dihadiri berbagai unsur penting baik tingkat provinsi Sulut maupun Kabupaten/Kota se-Sulut.

Wagub Sulut Johanis Victor.Mailangkay yang menjadi pemimpin upacara pada puncak peringatan Harganas ke-32 tingkat provinsi Sulut

Di antaranya, Sekretaris TP-PKK Sulut Merry Mailangkay, Sekdaprov Sulut Tahlis Gallang; jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan;, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulut; pimpinan instansi vertikal; pejabat tinggi pratama, OPD KB kabupaten/kota; PLKB/PKB, staf khusus gubernur, pengurus TP-PKK dan Dekranasda, Kepala Dinas OPD KB se-Sulut; Ketua IBI dan Juken Sulut, pegawai BKKBN Provinsi, serta perwakilan Generasi Berencana (GenRe) Sulut.

Sebagai bagian dari peringatan Harganas tahun ini, acara diadakan pula peluncuran Aksi Mapalus Cegah Stunting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada 20 keluarga penerima sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di daerah.

Selain itu, berbagai penghargaan dan apresiasi turut diserahkan dalam kesempatan tersebut.
(BACA : Diharapkan jadi Motivasi Terus Berinovasi dan Berkolaborasi, Kemendukbangga/BKKBN Sulut Berikan Penghargaan dan Apresiasi kepada Sejumlah Pemangku Kepentingan).

Menteri menjelaskan, tema Harganas tahun ini, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju, menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

“Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Menteri.

Oleh karena itu, Menteri menyampaikan tiga prioritas utama dalam pembangunan keluarga: Pertama, Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan keluarga; Kedua, Kewaspadaan terhadap dampak negatif teknologi digital; Ketiga, Peningkatan kualitas kesehatan dan ekonomi keluarga.

Menurut Menteri, keberhasilan pembangunan keluarga memerlukan kolaborasi lintas sektor, sinergi anggaran, serta dukungan semua pemangku kepentingan.

Mengakhiri sambutan, Wakil Gubernur mengajak seluruh pihak di momen Harganas ke-32 ini untuk memperkuat komitmen, perkuat kolaborasi, integritas program serta inovasi layanan untuk menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

“Karena membangun Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga yang hari ini kita dampingi dan berdayakan,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI bersama Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) menyelenggarakan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, 5-31 Mei 2025.

Pencanangan nasional kegiatan dalam rangka memperngati HUT ke-75 IBI dan Hari Bidan Internasional Tahun 2025 ini dilakukan secara virtual dari Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMD) Sitti Shalma Tangerang, Banten oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI Wihaji, Senin (5/5/2025).

Untuk daerah Sulut dilaksanakan di Klinik Agatha Manado yang dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Manado Julises Oehlers di dampingi Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Sulut Lady D. Ante, yang juga mengikuti acara pencanangan nasional secara virtual,

Turut hadir Kepala Dinas PPKB Kota Manado Mecky Gosal, Camat Wanea Deysie Kalalo, Dinas Kesehatan Kota Manado, pengurus dan anggota IBI Provinsi Sulut dan Kota Manado.

Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI Wihaji saat memberikan sambutan (atas), dan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan ketika memgikiti secara daring Pencanangan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akaeptor

Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan mengikuti secara daring dari Minahasa Selatan pencanangan kegiatan yang diprioritaskan kepada pelayanan IUD (rekor MURI 50.000 akseptor) dan KB pasca persalinan tersebut.

Dari sejumlah Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN yang ada di Indonesia, tiga Perwakilan Provinsi mendapat sapaan langsung dari Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI. Salah satunya adalah Perwakilan Sulawesi Utara.

Pemerintah Kota Manado memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh bidan di Provinsi Sulut atas dedikasi dalam melayani mayarakat. Diharapkan, pencanangan Pelayanan KB Serentak ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Diketahui, pelayanan keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, baik dari segi sosial, ekonomi maupun kesehatan. IBI memiliki kapasitas untuk menjangkau dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, salah satunya pelayanan KB.

Untuk Sulut diberikan target pelayanan sebanyak 9.152 akseptor pada Pelayanan KB Serentak untuk semua metode terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta KB pasca persalinan, yang juga dilaksanakan di Kota Bitung di Klinik Clara dan Klinik Julin di Kota Tomohon.

Melalui kegiatan Pelayanan KB Serentak ini, diharapkan dapat meningkatkan capaian Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan MKJP serta percepatan peningkatan capaian KB pasca persalinan, dan peran Tim Pendamping Keluarga yang di dalamnya ada bidan.

Ketua IBI Sulut Masye Tokalese menjelaskan, tujuan pelayanan KB serentak ini adalah meningkatkan akses dan kualitas terhadap pelayanan KB dengan menyediakan pilihan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi seseorang, serta meningkatkan pelayanan KB di seluruh lapisan masyarakat, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. (elka)