Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Oktovian Berty Alexander Sompie menghadiri Launching (peresmian) Fakultas Kedokteran (Faked) Unima yang diadakan di Aula Faked Unima, Tondano, Kamis (11/6/2026).

Peresmian fakultas kedelapan di lingkungan Unima ini ditandai dengan pemukulan tetengkoren bersama oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto, Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan Rektor Unima Joseph Philip Kambey.

Selain itu, penyerahan surat keputusan oleh Mendiktisaintek di dampingi Gubernur kepada Rektor Unima, pemotongan tumpeng dan penyerahan jas almamater secara simbolis kepada tiga calon mahasiswa baru Faked Unima.

(Berita terkait baca : Faked Unima Diresmikan, SK Pengesahan Diserahkan Mendiktisaintek kepada Rektor Unima di Dampingi Gubernur Sulut)

Menariknya, kehadiran Rektor Unsrat mendapat perhatian khusus oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

Sinergi positif antar-perguruan tinggi besar di Sulawesi Utara ini dinilai sebagai langkah maju yang luar biasa bagi kemajuan daerah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga medis berkualitas.

Dalam sambutannya, Gubernur berterima kasih atas kehadiran Rektor Unsrat yang merupakan wujud nyata dukungan atas kehadiran Faked Unima tersebut.

Gubernur mengungkap bagaimana Rektor Unsrat menyatakan dukungannya ketika keduanya (Gubernur dan Rektor) bertemu di momen nonton bersama final bolakaki.

“Ketika saya tanya, apakah Rektor mendukung ? Rektor langsung menyatakan menduking,” ujar Gubernur yang langsung mendapat aplaus berupa tepuk tangan hadirin/undangan yang hadir pada momen penting dan bersejarah ini.

Gubernur berterima kasih atas kehadiran Rektor Unsrat dan dukungan Unsrat atas kehadiran Faked Unima untuk kemajuan Sulut ke depan. (FA)

Meimonews.com – Setelah melalui proses panjang, Universitas Negeri Manado (Unima) resmi memiliki Fakultas Kedokteran (Faked), yang merupakan Faked kedua di wilayah Sulawesi Utara, setelah yang pertama Faked Unsrat.

Peresmian (launching) fakultas kedelapan di perguruan tinggi negari yang memiliki visi Unima unggul, mandiri, kompetitif dan intrepreneurial ini dilaksanakan di aula fakultas, Kamis (11/6/2026).

Peresmian ditandai pemukulan tetangkoren oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto, Gubernur Sulut Mayjen TNI Yulius Selvanus dan Rektor Unima Joseph Philip Kambey, penyerahan surat keputusan oleh Mendiktisaintek kepada Rektor Unima.

Selain itu, pemotongan tumpeng syukur oleh Rektor untuk diserahkan antara lain kepada Mendiktisaintek, Gubernur Sulut, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Rektor Unklab dan Rektor Unibraw (universitas pendamping), serta penyerahan jaket almamater kepada calon mahasiswa baru Faked Unima.

Ratusan civitas akademika, pimpinan Unima, Senat Unima, pimpinan fakultas se-Unima, Forkopimda Sulut, Rektor Unika De La Salle Manado Pastor Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, Ketua YPTU De La Salle Manado Pastor Melky Malingkas, sejumlah pimpinan rumah sakit seperti Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan, Bupati/Walikota se-Sulut dan undangan lainnya serta serta puluhan calon mahasiswa baru Faked Unima hadir pada momen bersejarah ini.

Di penghujung acara, setelah Mendiktisaintek, Gubernur dan sejumlah tamu/undangan VIP mengunjungi sejumlah ruangan di Faked Unima, Tenaga Ahli Kemendiktisaintek Tri Hanggono Achmad memberikan materi pada diskusi yang membahas Academic Health System (AHS) yang diikuti sejumlah tenaga pendidikan dan kependidikan serta mahasiswa baru.

Turut hadir pada diskusi tersebut, Wakil Rektor 1/Plt Dekan Faked Unima Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Ketua Tim Pendiri Faked Unima Joy Ratu, Sekretaris Rektor/Humas Unima Marcia Imelda Watulingas dan Kepala UPT TIK Unima Quido Conferti Kainde.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam laporannya menyebutkan, hari ini tonggak sejarah baru bagi Tanah Minahasa dan Kawasan Indonesia Timur. Berdiri di sini kita tidak hanya merayakan lahirnya sebuah fakultas baru melainkan kita sedang menyaksikan manifesto dari sebuah komitmen panjang untuk menjawab panggilan kemanusiaan, pemenuhan keadilan akses kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Ada lima poin penting diurai Rektor terkait catatan sejarah yang telah diukir perguruan tinggi yang memiliki visi Menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, kompetitif dan entrepreneurial ini.

Kelima poin penting tersebut adalah pertama, Akar sejarah dan fondasi transformasi kelembagaan; kedua, Urgensi strategis dan realitas kesehatan wilayah kepulauan; ketiga, Visi genetic berbasis keadilan spsial; keempat, Peta jalan pengembangan akademik dan infrastuktiur; dan kelima, Sistem rekruitmen afirmatif dan standar mutu ketat.

Rektor menyakini, peresmikan Faked Unima akan menjadi gelombang perusahaan beaar di masa depan. “Dari kampus biru ini, dari tanah Tondano dan.Tomohon ini akan lahir dokter-dokter humanis, petarung kemanusiaan yang siap berlayar menembus ombak, mendatangi pulau-pulau terluar demi memastikan tidak ada satupun anak bangsa di negeri ini yang kehilangan haknya untuk sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Tenaga Ahli Kemendiktisantek Tri Hanggono Achmat saat memberikan materi pada diskusi yang membahas AHS

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di awal sambutannya mengungkapkan proses pencalonan mahasiswa baru Faked Unima, yang ditopang Pemerintah Provinsi Sulut dan kabupaten/kota ss-Sulut.

Para calon mahasiswa tersebut, sebutnya, diseleksi oleh Tim Seleksi termasuk dari Universitas Brawijaya (Unibraw) yang merupakan mentor/pembimbing, sesuai aturan yang ada, yang dimulai dari kabupaten/kota diseleksi 10 calon menjadi 3 sementara dari provinsi 5 calon.

Gubernur melaporkan kepada Menteri bahwa calon mahasiswa baru Faked Unima masuk tidak dengan adanya KKN. ‘Ini murni. Tidak ada titipan-titipan,” tandas Gubernur.

Para lulusan Faked Unima ini diharapkan Gubernur akan menjadi dokter-dokter yang handel dan nantinya mengabdi di kampung-kampung halamanya

Gubernur menegaskan, lahirnya Faked Unima adalah sebuah angin segar sekaligus tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di Sulut.

“Peristiwa ini menjadi sangat esnsial karena Fakultas Kedokteran Unima kini resmi menjadi Fakultas Kedokteran kedua yang berdiri di Sulawesi.Utara,” ujarnya.

Kehadiran Faked Unima, menurut Gubernur, adalah jawaban progesif atas harapan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah. Sebagai kepala daerah, Gubernur melihat momentum ini dari sudut pandang strategis.

Mendiktisaintek di awal sambutannya menyampaikan rasa syukur dan gembira Presiden Prabowo Subianto karena telah lahir Faked Unima. Ini adalah inisiatif langsung dari Presiden yang disampaikan kepadanya kemudian dibantu Rektor dan Gubernur Sulut dan teman-teman dari Istana Keprisidenan dan dari kementerian.

“Tidak lebih dari 1 tahun, kita telah melahirkan FK (Fakultas Kedokteran – Red) Unima ini untuk menemani FK di Universitas Sam Ratulangi,” ujar Menteri, yang langsung direspon dengan tepuk tangan dari para hadirin/undangan.

Presiden, menurut Menteri, menitipkan pesan agar menjaga amanah Presiden Prabowo Subianto yakni membesarkan dan melahirkan dokter-dokter yang nantinya penuh semangat dan berdedikasi dengan kemampuan/skill yang sangat baik memberikan yang terbaik untuk rakyat Sulut. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Rabu (2/5/2026)

Upacara yang dilaksanakan di lapangan upacara Unsrat Manado ini diikuti, antara lain para Wakil.Rektor, Dekan-dekan Fakultas, Direktur Program Pascasarjana serta para Kepala Lembaga, Biro dan UPA (Unit Pelaksana Teknis) di lingkungan Unsrat.

Pada kegiatan yang mengusung tema Menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, Rektor membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Brian Yuliarto

Menteri menegaakan, Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan kembali keyakinan kita bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa dan masa depan bangsa dipertaruhkan.

Dengan tema Menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan nermutu untuk semua ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, menjadi orientasi pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang tertuang dalam Rencana Strategis 2025-2029 dengan visi Terwujudnya pendidikan tinggi, sains dan teknologi yang inklusif, adaptif dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Pada Hari Pendidikan Nasional ini mari kita teguhkan satu keyakinan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa dan mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua,” ujar Rektor membacakan sambutan Menteri. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan tim melakukan koordinasi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pertemuan ini membahas rencana pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unima memaparkan kesiapan institusi, mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga dukungan akademik yang menjadi fondasi pembukaan program studi kedokteran.

Pendirian Rumah Sakit Pendidikan dirancang tidak hanya sebagai wahana praktik mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan dan pengembangan riset medis yang terintegrasi.

Rektor Unima menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Melalui koordinasi ini, diharapkan proses pendirian RSP dan pembukaan Faked Unima dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dunia pendidikan.

Mendiktisaintek menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pemenuhan standar akademik, serta sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proses pendirian dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku. (*/FA)

Meimonews.com – Meningkatnya anggaran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari tahun ke tahun sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) dalam memperluas akan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu diapresiasi dan disambut positif Pimpinan Universitas Negeri Manado (Unima).

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita mewakiili Rektor Unima Joseph Philip Kambey kepada Meimonews.com via WhatsApp, Rabu (25/2/2026).

“Kami (Pimpinan Unima) mengapresiasi dan menyambut positif kenaikan anggaran KIP Kuliah yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Dengan meningkatnya anggaran ini, tambahnya  memberikan kesempatan lebih banyak bagi anak bangsa mendapatkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi,”

Rektor Unima Joseph Philip Kambey

Humas Kemendiktisaintek, dalam siaran persnya , pekan lalu memaparkan, berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, tren jumlah penerima KIP Kuliah terus meningkat setiap tahun sejak 2020. Tren ini terlihat pada penerima mahasiswa baru maupun total penerima secara keseluruhan, termasuk penerima yang sedang menjalani studi (ongoing).

Pada tahun 2020, anggaran KIP Kuliah tercatat sebesar Rp. 6,5 triliun. Anggaran tersebut terus meningkat secara signifikan hingga mencapai Rp. 14,9 triliun pada tahun 2025 dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 1.044.921 mahasiswa berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran KIP Kuliah berdasarkan DIPA naik menjadi Rp. 15.323.650.458.000 dengan sasaran penerima sebanyak 1.047.221 mahasiswa.

Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto menjelaskan, Kemdiktisaintek terus mengawal program KIP Kuliah agar anggarannya tidak berkurang dan program dapat terlaksana lebih baik lagi.

Ditegaskan, KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk memastikan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Brain berkomitmen bahwa Kemdiktisaintek akan terus memperluas akses pendidikan melalui program KIP Kuliah yang merupakan “Jembatan Harapan” bagi siswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan studi dan memastikan anak-anak Indonesia yang kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi, tetap bisa menempuh dan lulus pendidikan tinggi.

Kemdiktisaintek akan terus memastikan bahwa bantuan biaya hidup dari KIP Kuliah adalah hak penuh mahasiswa dan perguruan tinggi serta semua pihak lain dilarang melakukan pungutan bagi penerima KIP Kuliah.

Terkait perbedaan distribusi jumlah penerima di perguruan tinggi tertentu, Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek selaku pengelola KIP Kuliah menyampaikan bahwa variasi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Distribusi kuota KIP Kuliah pada periode 2020–2024 didasarkan pada daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada masing-masing perguruan tinggi.

Skema ini menempatkan kapasitas kampus dan kualitas program studi sebagai dasar pengalokasian kuota, sehingga jumlah penerima di tiap kampus mengikuti kebijakan yang relatif stabil dari tahun ke tahun sehingga persentase jumlah penerima dimasing-masing perguruan tinggi relatif tetap.

Mulai tahun 2025, PPAPT Kemdiktisaintek ditugaskan mengelola program KIP Kuliah. Untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima, prioritas penerima bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diberikan berdasarkan jumlah pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di masing-masing Perguruan Tinggi Negeri dan telah terdaftar di sistem KIP Kuliah sebelum mengikuti SNBP dan SNBT.

Sedangkan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kuota didistribusikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) berdasarkan berdasarkan daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada PTS di wilayah kerja LLDikti.

Dengan kebijakan ini, prioritas penerima KIP Kuliah melekat pada siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang lulus seleksi masuk PTN melalui SNBP atau SNBT sehingga secara otomatis akan ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah setelah diverifikasi dan divalidasi oleh perguruan tinggi.

Ini artinya, pemerintah semakin memprioritaskan bagi siswa-siswi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik dan memiliki keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan KIP Kuliah.

Selain itu, pemerintah memberi prioritas lebih besar agar mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin bisa kuliah di program studi unggulan, baik di PTN maupun PTS di seluruh Indonesia.

Setiap kebijakan baru tentu memiliki implikasi dalam implementasinya. Dengan kebijakan baru di tahun 2025, jumlah kuota secara nasional minimal tetap 200 ribu mahasiswa baru. Namun, PTN tidak langsung mendapatkan kuota bagi penerima KIP Kuliah seperti tahun 2020 – 2024.

Jumlah penerima ditentukan oleh berapa banyak siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP atau SNBT.

Oleh karena itu, Kepala PPAPT Kemdiktisaintek, menyampaikan, jika di suatu perguruan tinggi jumlahnya menurun, hal itu bisa terjadi karena banyak siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau yang terdata di DTKS atau PPKE maksimum desil 3 yang tidak lulus SNBP atau SNBT, sehingga tidak dapat masuk di kampus tersebut, atau karena proporsi pendaftar dari pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, DTKS dan PPKE memang tidak banyak.

Dengan demikian, penurunan pada satu perguruan tinggi tidak mencerminkan pengurangan kuota secara nasional, tidak pula mencerminkan pengurangan anggaran KIP Kuliah. Hal ini merupakan konsekuensi dari distribusi berbasis data dan hasil seleksi tahun berjalan.

Sebagai contoh nyata, perubahan jumlah penerima pada kampus Universitas Negeri Medan yang pada tahun 2024 hanya menerima sekitar 1.000 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Namun pada tahun 2025, jumlah siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP dan SNBT lebih dari 3.000 sehingga mendapatkan peningkatan yang sangat besar.

Sebaliknya pada kampus lain seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), pada tahun 2024 menerima kuota sekitar 1.900 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Namun, pada tahun 2025, siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP dan SNBT di UGM hanya sekitar 708 mahasiswa sehingga terjadi penurunan yang cukup besar.

Penyebab lain hal ini terjadi karena siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat, atau terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang mendaftar ke UGM memang tidak banyak.

Kemdiktisaintek selanjutnya telah mendistribusikan kuota tambahan bagi perguruan tinggi seperti UGM yang mengalami penurunan jumlah penerima cukup besar walaupun secara total tidak sama dengan tahun 2024 atau sebelumnya.

Seiring dengan keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah memberlakukan sistem basis data terintegrasi untuk meningkatkan akurasi sasaran bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat termasuk program KIP Kuliah yang masuk dalam kelompok bantuan sosial dalam bidang pendidikan.

Oleh karena itu, mulai tahun 2026, prioritas penerima KIP Kuliah diberikan kepada lulusan SMA/SMK penerima PIP SMA/sederajat dan/atau yang terdata dalam DTSEN yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 4. Untuk PTN, prioritas penerima diberikan kepada siswa yang lolos melalui jalur SNBP dan SNBT.

Penajaman ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau calon mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang memiliki potensi akademik baik. Sedangkan untuk PTS, kuota tetap didistribusikan oleh LLDikti didasarkan oleh daya tampung masing-masing program studi berdasarkan akreditasi program studi pada PTS di wilayah kerja LLDikti.

Kemdiktisaintek memastikan bahwa penyaluran KIP Kuliah dilakukan secara akuntabel, tepat sasaran, dan berbasis data. Evaluasi rutin dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pembiayaan.

Penambahan kuota penerima KIP Kuliah sebagai bagian dari optimalisasi distribusi anggaran terjadi di beberapa perguruan tinggi. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan penyesuaian untuk memastikan program berjalan efektif dan adaptif terhadap kebutuhan.

Sejak pertama kali diluncurkan, KIP Kuliah telah menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan sumber daya manusia Indonesia. Melalui dukungan pembiayaan pendidikan, mahasiswa dapat lebih fokus pada studi dan pengembangan diri tanpa terbebani kendala ekonomi.

Dengan peningkatan anggaran, perluasan sasaran, dan penyempurnaan kebijakan, KIP Kuliah terus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Pemerintah memastikan akses terhadap pendidikan tinggi tetap terbuka dan semakin luas bagi generasi muda Indonesia di seluruh daerah.

“Kami dari Kemdiktisaintek, mengajak seluruh anak-anak Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu, terutama lulusan SMA/SMK, untuk jangan khawatir meneruskan ke jenjang kuliah, KIP Kuliah akan menjadi sarana untuk anak bangsa meraih masa depan yang lebih baik,” sebut Brian.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas program ini, Kemdiktisaintek membuka secara aktif kanal pengaduan melalu i: Laman: lapor.go.id, Pusat Panggilan Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemdiktisaintek: 126, Email ULT Kemdiktisaintek: [email protected] Whatsapp ULT Kemdiktisaintek: +62851-8606-9126. (FA)

Meimonews.com – Menyusul pencairan tunjangan kinerja (tukin) dan langsung masuk ke rekening para dosen yang ada di lingkungan Universitas Negeri Manado (Unima), Rektor Unima Joseph Philip Kambey menyampaikan apresiasi dan terima kepada beberapa pihak pengambil keputusan dan yang berperan dalam proses tersebut.

“Dengan adanya pencairan tukin tersebut, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta seluruh jajaran di Kemdiktisaintek,” ujar Rektor kepada Meimonews,com via WhatsApp, Jumat (11/7/2025)

Apresiasi dan terima kasih disampaikan Rektor atas penghargaan negara terhadap dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan untuk peningkatan mutu dan kesejahteraan melalui pencairan Tunjangan Kinerja (Tukin).

“Hal ini menjadi dorongan nyata bagi kami untuk terus berkarya, semakin meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja, profesional, serta mendukung reformasi birokrasi dan pencapaian kinerja institusi,” jelas mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unima ini. (FA)

Meimonews.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 menjadi hari istimewa bagi Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie karena pada peringatan tersebut, Sompie mendapat tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya XXX.

Tanda kehormatan dari Presiden RI tersebut diterima Sompie pada upacara yang diselemggarakan di Jakarta, yang diserahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Jumat (2/5/2025).

Itulah sebabnya, Sompie tidak bisa hadir pada upacara Hardiknas Unsrat yang diadakan di Auditorium Unsrat. Hadir mewakili Rektor adalah Wakil Rektor Bidang Akademik Arthur Pinaria.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat Arthur Pinaria mewakili Rektor Unsrat memimpin upacara Hardiknas Unsrat 2025

Dalam sambutannya, yang dibacakan Pinaria, Mendiktisaintek menjelaskan, hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 dalam suasana penuh semangat dan harapan.

Mendiktisaintek mengajak untuk berhenti sejenak memandang dunia dengan jujur, dan bertanya kemana arah kita sedang melangkah ?

Peserta upacara Hardiknas 2025 Unsrat yqng diadakan di Auditorium Unsrat

Pendidikan bukan sekedar tempat belajar tetapi jantung peradaban, ruang di mana akal, karakter dan masa depan bangsa dibentuk.

Tema Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua adalah pangilan untuk bergerak bersama, karena pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri, dan pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakat.

“Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai titik tolak untuk memperkuat sinergi dan memperluas dampak,” ujar Pinaria membacakan sambitan Mendiktisaintek pada upacara yang dihadiri ciivitas akademika Unsrat. (FA)