Meimonews.com – Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian para Rektor Unsrat sebelumnya yang telah dunia, serta pahlawan kemerdekaan Indonesia Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi, Pimpinan dan staf Unsrat mengadakan ziarah ke makam mereka, Kamis (5/11/2026).
Ziarah dilakukan secara berkelompok yang dipimpin para Dekan dan pimpinan lembaga Unsrat. Enam kelompok awalnya berziarah ke makam para mantan Rektor dan kemudian bergabung dengan kelompok yang berziarah ke makam GSSJ Ratulangi di Tondano.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran menjelaskan, ziaran ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis Unsrat tahun ini (2026).

“Ada enam kelompok yang berziarah ke makam para mantan Rektor Unsrat sedang satu kelompok berziarah ke makam Sam Ratulangi di Tondano, yang kemudian ikut bergabung enam kelompok yang berziarah ke makam para mantan Rektor,” ujarnya kepada Meimonews.com, usai berziarah.
Enam makam mantan Rektor Unsrat yang dikunjungi adalah makam dr. FH Palilingan, makam Prof. Dr. H. Kandou, makam Prof. Drs. RS Tangkudung, makam Prof. Mrs. GMA Ingkiriwang, makam Prof..WJ.Waworuntu, dan makam Prof. Ir. Joppy Paruntu.

Setelah keenam kelompok berziarah ke makam para mantan Rektor, mereka bergabung untuk berziarah ke makam Dr. GSSJ Ratulangi.
Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah yang memimpin ziarah di makam Dr. GSSJ Ratulangi, Tondano mengatakam, pelaksanaan ziarah ke makam Dr. GSSJ Ratulangi dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65 Unsrat merupakan salah satu momen untuk mengenang jasa dan pengabdian Pahlawan Kemerdekaan Nasional tersebut kepada bangsa dan negara Indonesia.

Sebagai salah satu tokoh nasional kebanggaan Sulut, nama beliau telah diabadikan menjadi nama Institusi yang kita cintai, Universitas Sam Ratulangi.
.
“Bukan hanya namanya saja yang terpatri di Unsrat, tetapi jasa dan pengabdiannya telah menginspirasi Unsrat sehingga boleh berkembang menjadi salah satu universitas terkemuka di Indonesia,” ujar Wallah.

Falsafah dari Dr. Sam Ratulangi yaitu Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia yang lain) telah menjadi nilai-nilai penting yang merupkan bagian yang tidak terpisahkan dari karya-karya Tri Dharma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dari Universitas Sam Ratulangi.
Di momen ziarah dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-65 Unsrat ini, Wakil Rektor 4 mengajak semua civitas akademika Unsrat untuk terus memegang falsafah luhur tersebut dan berkarya lewat Tri Dharma pendidikan tinggi sehingga ke depannya Unsrat terus berkembang dan semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa dan negara.
“Dengan semangat Tumou Tou ini juga marilah kita terus membangun kebersamaan termasuk dalam masa-masa transisi kepemimpinan di Unsrat sehingga transisi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Wakil Rektor 4 meneruskan pesan dari Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaludin Jompa, yang menyampaikan penghormatan serta penghargaan yang setinggi-tingginya bagi Dr. GSDJ Ratulangi yang juga adalah Gubernur pertama Sulawesi. (FA)

