Meimonews.com – IDEA Consultant Jepang mengunjungi Taman Energi Terbarukan Biogas Unsrat, Kamis (12/3/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung teknologi pengolahan limbah eceng gondok menjadi energi biogas yang efisien.

Inisiatif lingkungan yang visioner, yang menjadi bukti upaya untuk terus memperkokoh posisinya sebagai pionir dalam pengembangan energi terbarukan ini diprakarsai Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Program ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menciptakan kampus hijau (Green Campus) dan memberikan solusi nyata atas permasalahan ekologis di Sulawesi Utara.

Selama kunjungan, delegasi Jepang melihat secara mendetail proses konversi eceng gondok, yang sering dianggap sebagai gulma pengganggu di perairan menjadi gas metana yang dapat digunakan untuk kebutuhan energi sehari-hari.

Rektor Unsrat yang didampingi Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Dedie Tooy menjelaskan, proyek ini bukan sekadar riset laboratorium, melainkan model implementasi energi bersih yang berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang selama ini menjadi masalah lingkungan, seperti eceng gondok, memiliki potensi besar jika dikelola dengan teknologi yang tepat,” ujar Rektor.

Kehadiran IDEA Consultant dari Jepang ini, sebutnya, membuktikan bahwa inovasi Unsrat diakui di level internasional. (FA)

Meimonews.com -Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie buka the 16th Governing Council Meeting of the Postgraduate Programme on Tropical Fisheries with International Linkage yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peran lembaga pendidikan tinggi kebanggaan Bumi Nyiur Melambai ini di level akademik internasional.

Pertemuan bergengsi ini menjadi platform krusial untuk memperkuat kurikulum dan kolaborasi internasional dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang perikanan tropis.

Kehadiran Rektor dalam pertemuan Dewan Pengurus ke-16 ini menyoroti komitmen kuat Unsrat, khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dalam memajukan pendidikan pascasarjana yang memiliki daya saing global.

Diharapkan, hasil dari pertemuan Dewan Pengurus ke-16 ini akan membawa inovasi KUBET signifikan bagi Program Pascasarjana Perikanan Tropis dengan Linkage Internasional, menjadikannya pusat keunggulan akademik yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri perikanan dunia. (FA)