Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui pelaksanaan program Telementoring Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO).

Pada kegiatan monitoring yang berlangsung di aula rumah sakit, Kamis (24/7/2025), Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan mitra internasional, termasuk dari India

“Kami sangat berterima kasih atas support dari pusat dan dari India untuk pelaksanaan telemonitoring. Kami harapkan terjadi penyetaraan ilmu pengetahuan dan teknologi bantuan spesialis, sehingga dapat menolong masyarakat kita yang lebih baik lagi di daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Dirut di dampingi Ditektur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Ditektur SDM Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati.

Dirut menjelaskan, dunia kesehatan memiliki sistem yang kompleks, terutama dalam menangani berbagai penyakit kronis dengan keterbatasan akses pelayanan di wilayah terpencil.

“Pelayanan ECHO sangat penting, sehingga bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan spesialis,” sebutnya.

Perwakilan dari Kemenkes RI yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan kebanggaannya terhadap keterlibatan RSUP Kandou sebagai salah satu rumah sakit pelaksana program ECHO.

“Kami sangat bangga bisa hadir di sini, sebagai bagian dari upaya yang telah diamanatkan oleh Kemenkes. Target kami adalah menjangkau hingga 100 ribu orang. Terima kasih kepada RSUP Kandou yang telah bersedia menjalankan program ini. Kami apresiasi karena yakin banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari ECHO,” ujarnya.

Program ECHO merupakan bagian dari inisiatif strategis Kemenkes RI untuk memperkuat layanan kesehatan primer melalui model pembelajaran berbasis komunitas, kolaboratif, dan jarak jauh. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan kompetensi dan layanan antara daerah perkotaan dan pelosok Indonesia. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado terus berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Salah satu langkah yang tengah dilakukan yakni penambahan sejumlah poliklinik baru, khususnya di bidang jantung.

Hal ini diungkapkan Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Wega Sukanto, usai melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di beberapa ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dalam rangka pemenuhan fasilitas Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kamis (8/5/2025).

‎Menurut Wega, penambahan poliklinik menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan pasien, termasuk mengurangi keluhan yang selama ini muncul akibat keterbatasan layanan yang tersedia. “Kita coba buka poliklinik baru agar pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar. Ini bagian dari komitmen untuk menambah kenyamanan mereka,” ujarnya.

Adapun penambahan layanan yang direncanakan mencakup poliklinik pencitraan jantung dan poliklinik aritmia. Kedua layanan ini dinilai strategis untuk mendukung sistem layanan satu pintu (one stop service), di mana tindakan dan pengobatan pasien bisa ditangani langsung di RSUP Kandou tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit lain.

“Selama ini, tindakan bisa dilakukan di sini, tapi kontrol lanjutan dan penggunaan alat masih jadi kendala. Nah, itu yang sedang kita lengkapi,” tambahnyam

‎Dijelaskan, secara infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), RSUP Kandou sudah siap. Beberapa ruangan juga telah dilengkapi fasilitas pendukung. Saat ini pihaknya tinggal menunggu proses perizinan dari BPJS Kesehatan. “Sejauh ini tidak ada hambatan besar, karena BPJS sendiri turut mendorong pembukaan poli-poli ini,” sebutnya.‎

‎Selain memperkuat layanan, penambahan poliklinik jantung ini juga diarahkan untuk mendukung pendidikan dokter spesialis jantung yang kini berkembang di RSUP Kandou. “Dengan adanya pencitraan jantung, proses pendidikan akan lebih komprehensif. Ini akan memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat layanan dan pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara,” tandasnya. (Fer)