Meimonews.com – Universitas Negeri Manado lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat (LPPM) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Gedung Pancasila Unima, Tondano, Kamis (25/9/2025).

Monev yang digelar dalam rangka mendukung program Kampus Berdampak dari Kementerian Kemdiktisaintek RI (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini menjadi momen penting unntuk meninjau kemajuan riset dan PKM yang dibiayai Kemediktisantek

Rektor Unima Joseph P.hilip Kambey hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para dosen dan mahasiswa peserta program.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah produk seperti kopi, jajanan khas, dan aneka makanan dipamerkan dan dijual oleh mahasiswa. Rektor bahkan ikut membeli produk sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat inovatif mahasiswa.

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan menjelaskan, Monev ini tidak hanya mengevaluasi output riset, tetapi juga mendorong agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti di meja laboratorium. Harus berdampak, harus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tim reviewer internal diketuai Revolson A. Mege bersama para akademisi lintas bidang ilmu. Mereka mengevaluasi luaran riset dan PKM dari aspek kebermanfaatan, publikasi, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Unima semakin mantap dalam membangun ekosistem riset yang kuat, kolaboratif, dan berdampak, sejalan dengan visi sebagai kampus unggul dan relevan bagi masyarakat. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melakukan pembekalan kepada mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2025.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan di Auditorium Maria Walanda Maramis, Rabu (24/9/2025) yang diawali doa bersama dipimpin Kepala UPA Perpustakaan Unima I. Paraaoran Tamba.

Peserta KKN tersebut berjumlah 1.308 orang yang terdiri dari 500 mahasiswa skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan 808 mahasiswa reguler.

Kegiatan pembekalan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Ketua IKAI Lemhanas Sulut, Wakil Bupati Minahasa Selatan, Asisten II Setda Kota Manado, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan, serta pimpinan Unima.

Materi yang dibawakan menyoroti ketahanan nasional, pembangunan berkelanjutan, literasi, dan peran mahasiswa dalam inovasi dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan Unima, para dekan, sekretaris senat, dosen pembimbing lapangan, serta undangan lainnya.

Selesainya pembekalan, ribuan mahasiswa Unima siap terjun ke desa-desa di Sulawesi Utara untuk menebarkan semangat literasi, memperkuat peran kampus di tengah masyarakat, dan menjadi agen perubahan di lapangan

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Perpustakaan Nasional RI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta pimpinan universitas.

Amstrong berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“KKN ini bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang untuk belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Mister Gidion Maru mengingatkan mahasiswa pentingnya literasi sebagai bekal hidup. “Buku adalah guru paling sabar dan teman paling konstan. Melalui KKN ini, mahasiswa harus memastikan pengetahuan itu benar-benar sampai dan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unima Lenny Leorina Evinita, ketika menutup kegiatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber dan mengingatkan mahasiswa untuk siap menghadapi tantangan di lapangan. “Semoga bekal ilmu ini menjadi modal berharga dalam membawa perubahan positif di masyarakat,” ujarnya. (*/FA)

Meimonews.com – Setelah melaksanakan tugas pengabdian dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang I Tahun 2025 di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, 806 mahasiswa Unima resmi diterima kembali untuk melanjutkan kegiatan akademik di Unima.

Penerimaan kembali peserta KKN skema Reguler dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang di dampingi ratusan dosen pembimbing lapangan ini diadakan di halaman Kantor Pusat Unima Tondano, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan KKN yang mengangkat tema Program Ketahanan Pangan Unima dalam Mengawal dan Merealisasikan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden ini telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.

Selain mendukung program ketahanan pangan nasional, para mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam pengabdian masyarakat yang relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey, Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama) Lenny Leorina Simatupang mengapresiasi kontribusi para mahasiswa selama menjalankan tugas pengabdian.

Lenny menegaskan KKN bukan sekadar langkah akademik, melainkan bagian dari pengabdian sebagai anak bangsa.

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan KKN.

‘Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP. bersama Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS dan Walikota Tomohon Caroll JA. Senduk, SH bersama Wakil Walikota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, SE, M.I.Kom yang telah menyambut serta memberikan tempat kepada ratusan mahasiswa Unima untuk melaksanakan KKN Gelombang I tahun 2025,” ujarnya,

Dijelaskan, KKN menjadi pengalaman penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan pengabdian di tengah masyarakat.

Hadir pada acara ini, jajaran pimpinan Unima seperti Dekan FMIPAK Mokosuli Yermia Semuel, Dekan FEB Sjeddie R. Watung, Dekan FT Hendro Maxwell Sumual, Dekan FIKKM Fredrik A. Makadada, Sekretaris LPPM Rifana SSI Kawet, Ketua SPI James Jeffio Manengkey, Kepala Humas Unima Titof Tulaka, serta para dosen dan mahasiswa. (*/FA)