Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) untuk mengadakan Sosialisasi Program Ekosistim Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari).

Dari sekian banyak universitas yang ada, Unima salah satunya yang mendapat kepercayaan tersebut. Olehnya, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek karena mendapat kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan ini.

Sosialisasi ini, menurut Rektor sangat penting bagi Unima sebagai universitas dengan akreditasi Unggul dan ingin berprestasi lebih baik lagi. Oleh karenya, Rektor berharap semua pimpinan untuk mengikuti dengan cermat karena kegiatan ini juga akan membantu kita semua secara institusi.

 

Aris Winarna saat memaparkan materi yang dimoderatori Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan

“Mari kita ikut sosialisasi ini dengan baik sehingga kita boleh mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi dan Penandatangan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang diikuti pimpinan dan staf di lingkungan Unima ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima Tondano.

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya Unima dalam mendukung program pemerintah yang mendorong optimalisasi penggunaan produk dalam negeri di lingkungan instansi pendidikan tinggi.

Penandatanganan komitmen bersama oleh pimpinan Unima menjadi salah satu bagian penting dalam program ini dan menegaskan keseriusan institusi dalam mengimplementasikan kebijakan P3DN secara terstruktur, terukur dan berkelanjutan.

Aris Winarna (Kemdiktisaintek) dalam pemaparan materinya yang berjudul Semesta Bestari Saintek (Laboratorium hidup, menyamai tradisi memanen inovasi) mengawali dengan menjelaskan tentang transformasi saintek untuk menuju masyakat ilmu pengetahuan.

Dijelaskan input dari program ini yang terkait dengan Kebijakan dan anggaran, SDM saintek (dosen, peneliti), Rekasi, jejaring kemitraan, infrastruktur saintek; Aktivitas yang terdiri dari diseminasi dan publikasi pemanfaatan saintek, Diplomasi saintek melalui pemberdayaan asosiasi keilmuan; Penguatan ekosistem dan budaya saintek; Pembangunan repositori; Prakondisi : Dukungan dari sisi angaran dan Adanya sinergi lintas sektor.

Untuk output terdiri dari Produk saintek yang termanfaatkan oleh masyarakat, Exposure saintek ke publik, Kemitraan dan kolaborasi bidang saintek, Dokumen depositori dampak saintek.

Untuk Short Term Outcomers meliputi saintek menjadi agenda publik, perguruan tinggi menjadi katalisator untuk membumikan saintek di masyarakat, serta meningkatnya nilai tambah potensi lokal.

Untuk Medium Term Outcomers meliputi Membuminya saintek pada kehidupan masyarakat sehari-hari, meningkatnya produktivitas pendapatan masyarakat/komunitas, terbangunnya masyarakat yang rasional.

Winarna lantas menguraikan tentang bagimana membentuk masyarakat yang rasional, yang membutuhkan sinergi kreasi masyarakat dan akademisi untuk sains dan teknologi nusantara (Semesta) yakni science literacy, public understanding, public engagement.

Diuraikan pula tentang Mengapa laboratorium hidup, Apa yang dilakukan di laboratorium hidup, Posisi riset ekosistim hidup dan perbandingan model laboratorium dalam proses inovasi.

Setelah memberikan penjelasan awal, Winarna di dampingi Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan sebagai moderator, lalu memaparkan Pengenalan program bestari saintek.

Aris Winarna saat tiba di kampus Unima Tondano, yang dijemput Karo PKSHM Unima Vivi Saroinsong

Secara umum, Bestari Saintek merupakan pemanfaatan saintek berbasis potensi daerah yang menghimpun komomitas, talenta dan jejaring lokal untuk menghasilkan solusi yang tepat guna dan terukur.

Siklus kerjanya mencakup penjaringan kebutuhan pemangku kepentingan, perancangan bersama, pengujian di lingkungan nyata, penyempurnaan berbasis umpan balik, hingga adopsi.

“Arah program bertumpu pada nilai tambah,” ujarnya seraya menyebut rinciannya yakni mutu produk dan jasa, efisiensi rantai pasok, pembukaan akses pasar, serta peningkatan ekonomi warga dan daerah melalui praktik usaha yang tangguh, adaptif dan berkelanjutan.

Dijelaskan pula tujuan umum dan khusus program inii, siapa sasaran dan targetnya, siapa mitranya, berapa besaran pendanaannya, bagaimana ruang lingkup program ini, bagaimana mekanisme literasilinya, apa luaran akhir program ini, seperti apa alur seleksi program ini, apa yang dinilai pada usulan program ini, kapan mulai mendaftarnya.

Panduan perumusan Semesta Bestari Saintek dipaparkan oleh Winarna yakni agenda dan living labs serta merincikannya satu persatu. (FA)

Meimonews.com — Universitas Negeri Manado (Unima) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) pendirian Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian.

Bimtek yang dipimpin Inspektur Jenderal Kemdiktiristek RI Chatarina Mulyana dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi ini diadakan di Artotel Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Mewakili Unima, hadir Rektor Joseph Philip Kammbey, Wakil Rektor Bidang Akademik Mister Gideon Maru, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Donal Matheos Ratu.

Selain itu, Ketua Tim Pembukaan Fakultas Kedokteran Angelheart Joy Maynard Ratu, Ketua Tim Pembukaan Fakultas Pertanian/Dekan FMIPA-K, Mokosuli Yermia, bersama tim persiapan pembukaan kedua fakultas tersebut.

Dalam forum ini, Unima memaparkan kesiapan institusional dalam mendirikan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian, yang mencakup aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan dukungan kelembagaan.

Paparan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan pendampingan dalam rangka memastikan kualitas dan kesiapan penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang kesehatan dan pertanian. (*/FA)

Meimonews.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Tekonologi (Kemdiktisaintek) RI mengadakan pertemuan pembahasan dan koordinasi terkait penetapan Dewan Pengawas (Dewas) Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) di Lingkungan Kemdiktisaintek, Senin (19/5/2025).

Univeritas Negeri Manado (Unima) yang diwakili Sekretaris Dewas Unima Octavia Tuegeh dan Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) Unima Vivi W. Saroinsong atas penugasan Rektor Unima Joseph Philip Kambey mengikuti kegiatan ini bersama 39 PTN BLU lainnnya secara daring dari Ruang Kerja Biro PKHM Unima.

Pertemuan yang dipimpin Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek RI Agus Sunarya Sulaeman ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti Surat Menteri Diktisaintek RI Nomor 070/M/KU.03.02/2025 tanggal 25 Februari 2025 .

Pembahasan penetapan Dewas PTN BLU di lingkungan Kemdiktisaintek ini dilakukan berjadual dengan lima sesi. Untuk Unima dilaksanakan pada sesi IV bersama 7 PTN BLU lainnya. (FA)