Meimonews.com – Setelah bertugas selama 38 di instansi pemerintah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Diano Tino Tandaju menyelesaikan tugas pengabdiannya pada 1 April 2026.

Pejabat humanis dan kreatif ini mengakhiri masa tugasnya saat menjadi Kepala BKKBN Gorontalo selama 1 tahun 3 bulan (15 Januari 2025 – 1 April 2026). Sebelum di Gorontalo, Tino bertugas sebagai Kepala BKKBN Sulawesi Utara selama 5 tahun (2020 – 2025).

Momen haru penuh makna mengiringi pelepasan purna tugasnya yang digelar di Aula Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Senin (30/3/2026). Mendampingi Tino pada momen ini Ny. Nancy Tandaju Gorung (istri Tino).

Kegiatan ini diisi dengan penyampaian kesan pesan, pemutaran kilas balik masa kepemimpinan, serta penyerahan penghargaan kepada mitra Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. (lex)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju melakukan pertemuan bersama jajaran DPPKB Kabupaten Gorontalo serta para Penyuluh KB Kecamatan Limboto dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan Intervensi GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Camat Limboto Mohamad Rizal Botutihe, Kepala DPPKB Kabupaten Gorontalo Rismawaty Arsyad, serta seluruh Lurah se-Kecamatan Limboto.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai persiapan pelaksanaan program Intervensi GENTING yang akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara BKKBN dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Gorontalo.

Pembahasan mencakup kesiapan administratif hingga teknis penyaluran bantuan sosial kepada keluarga berisiko stunting (KRS).

Berdasarkan data yang disampaikan Penyuluh KB Kecamatan Limboto, terdapat 100 keluarga berisiko stunting yang akan menjadi sasaran penerima bantuan sesuai dengan dukungan dari Bank Indonesia. Sasaran tersebut tersebar di 14 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Limboto.

Kaper BKKBN Gorontalo menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Program GENTING ini merupakan bentuk gotong royong dalam membantu keluarga berisiko stunting. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, penyuluh KB, pemerintah kelurahan, serta dukungan dari mitra seperti Bank Indonesia agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kaper berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memastikan kesiapan data serta mekanisme penyaluran bantuan sehingga pelaksanaan intervensi di Kecamatan Limboto dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo. (lex)

Meimonews.com – Guna penguatan perencanaan pembangunan kependudukan di daerah, BKKBN Perwakilan Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato melaksanakan kegiatan Finalisasi Penyusunan Draft Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Pohuwato Tahun 2025–2029

Kegiatan yang diadakan di Kantor Bupati, Kamis (5/3/2026) ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju, Wakil Bupati Pohuwato Iwan Sjafruddin Adam, Kepala Dinas OPD Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Pohuwato, Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Gorontalo Nelson Pomalingo beserta tim pakar, Tim Penyusun PJPK Kabupaten Pohuwato, serta Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Gorontalo.

Dalam kegiatan tersebut dibahas sejumlah konsep utama dalam penyusunan PJPK, antara lain pengendalian kuantitas penduduk agar sejalan dengan daya dukung lingkungan, peningkatan kualitas penduduk melalui pembangunan sumber daya manusia termasuk percepatan penurunan stunting, serta penguatan pembangunan keluarga sebagai fondasi ketahanan masyarakat.

Kaper BKKBN Gorontalo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memastikan dokumen PJPK memiliki kualitas yang baik dan selaras dengan pedoman penyusunan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Tujuannya satu, agar dokumen PJPK Kabupaten Pohuwato tahun 2025–2029 yang dihasilkan benar-benar berkualitas, berbasis pada data yang akurat, serta selaras dengan pedoman penyusunan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Perencanaan Pengendalian Penduduk,” ujarnya.

Mantan Kaper BKKBN Sulut ini berharap melalui forum diskusi tersebut dapat tercipta pertukaran gagasan yang konstruktif antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi.

“Saya berharap melalui FGD ini akan lahir diskusi yang dinamis antara OPD dan para akademisi dari Koalisi Kependudukan, sehingga dokumen PJPK yang disusun benar-benar menjadi arah strategis pembangunan kependudukan di Kabupaten Pohuwato,” tambahnya.

Wakil Bupati Pohuwato menjelaskan, dokumen PJPK menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang berbasis kependudukan.

“Pemerintah Kabupaten Pohuwato sangat mendukung penyusunan PJPK ini, karena dokumen ini akan menjadi pedoman strategis dalam mengarahkan pembangunan yang memperhatikan dinamika kependudukan. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. (lex)

Meimonews.com – Dalam rangka membahas proyeksi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Grand Design Kependudukan, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus MT Mopili mengunjungi Kantor Perwakilan BKKBN Gorontalo, Selasa (3/3/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara DPRD dan BKKBN guna menghadirkan regulasi daerah yang komprehensif sebagai dasar kebijakan pembangunan kependudukan di tingkat provinsi.

Rombongan Ketua DPRD diterima Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa dokumen Grand Design Kependudukan Provinsi Gorontalo telah selesai disusun sebagai pedoman pembangunan kependudukan jangka panjang.

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum pelaksanaannya.

Selain itu, Ranperda tentang Grand Design Kependudukan juga belum masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda).

BKKBN berharap adanya inisiatif DPRD, khususnya melalui Komisi IV, untuk mendorong pengusulan dan pembahasannya agar dapat segera dimasukkan dalam Prolegda.

Kaper BKKBN menegaskan, kebutuhan regulasi di tingkat provinsi menjadi sangat mendesak, mengingat dokumen perencanaan telah tersedia, namun implementasi kebijakan belum dapat berjalan optimal tanpa dasar hukum yang kuat.

“Dokumen Grand Design sudah kita miliki sebagai arah pembangunan kependudukan jangka panjang. Namun tanpa payung hukum berupa Perda, implementasinya belum maksimal. Oleh karena itu, dukungan DPRD menjadi sangat strategis dalam mendorong penguatan regulasi ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Perda tentang Grand Design Kependudukan.

Ia memastikan DPRD melalui Komisi IV akan menindaklanjuti usulan tersebut untuk dibahas secara internal dan dikomunikasikan dalam forum Badan Musyawarah serta Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Kami memandang penting adanya regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan Grand Design Kependudukan agar arah pembangunan kependudukan di Provinsi Gorontalo dapat berjalan terencana, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua DPRD juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo yang akan memasuki masa purna tugas. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dalam memperkuat kebijakan kependudukan di Provinsi Gorontalo.

Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan proses legislasi dapat segera berjalan sehingga kebijakan kependudukan di daerah memiliki landasan hukum yang kuat serta mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan secara lebih sistematis dan berkelanjutan. (lex)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo bersama rombongan melaksanakan kunjungan benchmarking ke Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) SulutGo dalam rangka memperkuat sinergi program dan penyelarasan data sasaran.

Kunjungan tersebut disambut Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan.Gizi Regionsl Sulawesi Utara dan Gorontalo Billy Kristian Kereh, di!Kantor BGN SulutGo Senin (23/2/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus koordinasi strategis guna memastikan keterpaduan data penerima manfaat, khususnya dalam mendukung program intervensi gizi bagi sasaran 3B (ibu hamil, ibu menyusui dan Baduta Non- Paud).

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak melakukan penyamaan dan validasi data agar pelaksanaan program di lapangan berjalan tepat sasaran dan terukur. Selain itu, turut dibahas rencana dukungan operasional bagi Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mengantarkan layanan kepada sasaran.

Bantuan berupa sepeda direncanakan untuk mendukung mobilitas kader dalam menjangkau keluarga penerima manfaat, namun pelaksanaannya masih menunggu pengaturan teknis serta standar operasional prosedur (SOP).

Kaper berharap kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan peningkatan status gizi masyarakat.

Sinergi antara BKKBN dan BGN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi, responsif, dan berdampak langsung bagi keluarga di wilayah Gorontalo. (lex)

Meimonews.com – Kaper BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju mengapresiasi atas dedikasi para anggota Juang Kencana yang tetap aktif dan produktif mesti telah memasuki masa purna tugas.

Apresiasi tersebut disampaikan Kaper ketika melakukan kunjungan silaturahmi ke kelompok Juang Kencana Sulawesi Utara yang merupakan salah satu kelompok Lansia Berdaya (SIDAYA), Rabu (25/2/2026)

Kunjungan ini menjadi momentum penguatan peran para sesepuh Juang Kencana dalam mendukung keberlanjutan Program Bangga Kencana di wilayah tersebut.

Mantan Kaper BKKBN Sulut ini menegaskan, pengalaman dan pengabdian para sesepuh merupakan aset berharga dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

“Kami berharap para sesepuh Juang Kencana tetap sehat, kuat, dan terus semangat. Pengalaman dan keteladanan bapak ibu semua adalah energi besar bagi generasi penerus dalam menjalankan Program Bangga Kencana,” ujarnya.

Ketua Juang Kencana Sulut Onnyke Masengi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo.

Onnyke menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk penghargaan moral bagi para purnabakti yang selama ini telah mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala Perwakilan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi dan menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Kunjungan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi lintas wilayah dalam mendorong optimalisasi Program SIDAYA sebagai bagian dari upaya mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif. (lex)