Meimonews.com – SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks sekolah pimpinan Erry Ratag, Senin – Jumat (13-17/7/2026).

Pelaksanaan MPLS Ramah SMP yang secara umum mengusung tema Murid Baru SMP Berkarakter dan Siap Belajar ini setiap harinya ada tema yang diangkat, yang setiap harinya berbeda dan merupakan penjabaran dari tema umum.

Beberapa materi diberikan pada MPLS Ramah SMP yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Yanti Rosanti Tatu tersebut, di antaranya adalah Pengenalan profil dan visi misi sekolah; Pengenalan tata tertib dan budaya sekolah; Ice breaking dan permainan kerja sama.

Pembiasaan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; Tur lingkungan sekolah; Pengenalan sarana dan prasarana sekolah; Pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler; Games edukasi dan refleksi.

Sekolah ramah anak dan anti perundungan; Pendidikan karakter dan budaya 5 S; Hidup bersih dan sehat di sekolah; Simulasi tanggap darurat keselamatan sekolah; Refleksi dan jurnal harian MPLS.

Sopan santun bermedia sosial; Pencegahan hoaks dan keamanan digital; Motivasi belajar dan meraih pestasi; Mengenal kurikulum dan pembelajaran SMP; Presentasi kelompok dan refleksi.

Review materi MPLS, Pentas kreasi dan unjuk bakat; Penyusunan komitmen murid SMP; Pengisian refleksi dan evaluasi MPLS; Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza.

Pembawa materi di hari terakhir yang membawakan materi Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza adalah Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob Lexie Kalesaran.

Materi dibawakan secara interaktif agar para puluhan siswa yang mengikuti edukasi ini bisa mudah memahami/mengerti materi yang disampaikan, apalagi ditampilkan pula dengan LCD.

Dalam pemaparan materinya, Kalesaran menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokkannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya, kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Dijelaskan pula aspek resiko bila telah menyalahgunakan, beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza, penyebab penyalahgunaannya, serta seharusnya siswa berbuat apa ?

Penyalahgunaan dan peresaran gelap Narkoba ungkap Kalesaran, sudah menjadi permasalahan yang sangat memprihatinkan di seluruh dunia termasuk Indonesia dan Sulawesi Utara.

Halmana, antara lain karena penggunanya sudah merembes sanpai kepada para siswa dan mahasiswa yang adalah generasi penerus bangsa.

Kondisi narkoba dewasa ini telah menjadi kejahatan bersifat lintas negara (transnational crime), kejahatan terorganisasi (organized crime) dan kejahatan serius (extra ordinary crime).

“Karena semakin besarnya pengguna dan luasnya peredaran narkoba dan lain-lain permasalahannya maka Indoesia telah menetapkan Darurat Narkoba,” ujarnya.

Oleh karenanya, para siswa diedukasi agar tidak coba-coba pakai karena dampak yang ditimbulkannya bukan hanya untuk para pengguna tapi juga bagi keluarga, masyarakat dan negara, apalagi jadi pengedar karena ada sanksi hukumnya.

Para siswa diajak untuk fokus belajar untuk menahan diri, belajar arti kehidupan, belajar untuk masa depan. Belajar yang baik selama menempuh pendidikan di sekolah, dan di luar sekolah.

Diajak untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik dalam hal pendidikan, pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan lain-lain. “Jadilah anak muda yang dibanggakan keluarga, sekolah, masyarakat, lembaga keagamaan,” harap penggiat dan relawan anti narkoba yang sudah lama bergerak di bidang ini termasuk menjadi pemateri dan pelaksana kegiatan. (*)

Meimonews.com – Keringanan Pajak Sukacita Natal 2025 memasuki hari terakhir (Sabtu, 20/12/2025). Wajib pajak (WP) terlihat memadati bahkan membludak di tempat pelayanan seperti di Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap) Manado.

Sejumlah WP memanfaatkan momen ini karena merasa terbantukan. Ada banyak biaya yang seharusnya mereka bayar tapi dengan adanya keringanan pajak ini maka biaya yang harus bayar jadi berkurang.

Itulah sebabnya, mereka (WP) terlihat memadati di tempat-tempat pelayanan keringanan pajak program Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay yang dilaksanakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut ini.

Sebagai misal, di Kantor Samsat Manado dan Kantor Pusat Bapenda Sulut. Kendatipun hari Sabtu, di mana instansi-instansi pemerintah libur tapi Aparat Sipil Negara (ASN) di instansi Pemprov Sulut ini tetap melakukan aktivitas untuk melayani para WP tersebut

Dengan keramahtamaan mereka melayani para WP, walaupun ada beberapa yang perlu mendapat perhatian serius terkait dengan kelengkapan berkas atau kendala lainnya.


Bahkan, ada yang memiliki kendala terkait dengan pihak mitra, namun karena ada Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen di lokasi, kendala-kendala yang ada langsung diselesaikan dengan cepat dan membahagiakan para WP.

Demikian pula, ketika di lokasi-lokasi pelayanan pajak lain yang memiliki kendala, Kepala Bapenda Sulut langsung memberikan arahan/petunjuk cara mengatasinya.

Selain menemui dan berdialog dengan para WP, June yang dari kantor Samsat Manado ditemani Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD) Michael Langelo, Plt. Kepala Seksi Pelayanan Nobertus Tandiarrang dan Plh. Seksi Sepatri Yuli Erthina memantau lewat kamera CCTV yang ada serta menghubungi langsung perkembangan di UPTD PPD jajaran.

Gerak cepat dan pelayanan yang diberikan Kantor Pusat Bapenda Sulut dan jajaran diapresiasi para WP setelah selesai dilayani petugas.

Wartawan Meimonews.com yang berada di lokasi untuk memantau perkembangan yang ada, mendengar langsung apresiasi dari beberapa WP yang telah dilayani petugas dengan baik serta gerak cepat dari Kepala Bapenda Sulut. (elka)