Meimonews com – Momen Perayaan Natal Yesus Kristus (acap disingkat Natal) dijadikan momen untuk mengadakan syukuran dari keluarga Mandagi – Dolang karena beberapa anggota keluarganya menjadi (lagi) Uskup serta Hidup Membiara 5O tahun dan 40 tahun.

Syukuran yang dimaksud adalah pelantikan Uskup Agung Merauke Mgr. PC Mandagi (7 Agustus 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Sr. Beatrix Mandagi DSY (4 Oktober 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Freter Lukas Mandagi CMM (29 Juni 2022), dan 40 Tahun Hidup Membiara Pastor Fransiskus Mandagi MSC.

Misa yang dipersembahkan Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke) sebagai selebran utama,  di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Pastor Fransiskus Mandagi, Pastor Paroki Kristus Raja Kembes Didi Poluan Pr dan puluhan pastor lainnya lainnya serta Frater Diakon Deddy Pati Pr mengawali acara syukuran.

Misa yang dilaksanakan di Gereja Stasi Sta. Perawan Maria Ratu Kamangta Paroki Kristus Raja Kembes Selasa (27/12/2022) dihadiri sejumlah biarawan/biarawati di antaranya dari Tarekat MSC, CMM, DSY, JMJ, PKarm, CSE, imam diosesan serta sejumlah undangan seperti Karo Umum Setdaprov Sulut Reiner Dondokambey, Camat Tombulu, Hukum Tua Desa Kamangta, keluarga Korompis – Mewengkang (pemilik Yayasan/Persekolahan Lokon) dan umat stas/parokii setempat.

Setelah misa, acara dilanjutkan syukuran di rumah keluarga. Dengan diantar tari Kabasaran, yubilaris (uskup, pastor, suster dan frater yang merayakan syukurannya) di dampingi Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado), dan rombongan berarak dari gereja menuju rumah keluarga.

Saat syukuran di rumah, setelah sambutan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey diadakan pemasangan lilin serta pemotongan dan penyerahan kue kepada beberapa pastor dan tamu/undangan. Acara ini dipamdu Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde.

Mgr. Mandagi baik dalam kotbah maupun sambutannya di gereja mengurai sejarah perjalanan anggota keluarga yang bisa melahirkan rohaniwan/rohaniwati dari keluarga Mandagi – Dolang, asal Kamangta.

Keberhasilannya menjadi Uskup Agung Merauke (yang sebelumnya Uskup Amboina), Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus, bahkan Frater Herman Mandagi CMM dimulai dari keluarga. Selain itu adanya doa dari kedua orangtua mereka.

Kedua hal tersebut, ungkap uskup yang suka bicara apa adanya, yang membuat sehingga mereka (dia serta kakak (Suster Beatrix dan adik-adiknya Frater (dua orang) dan pastor bisa seperti sekarang ini. “Ada yang menjadi uskup (beliau – red), suster, frater dan pastor,” tandasnya.

Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) di awal sambutannya menyampaikan selamat/proficiat kepada Mgr. Mandagi yang sudah emeritus (Uskup Amboina) namun kemudian dilantik sebagai Uskup Agung merauke (dengan lima wilayah Keuskupan), Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus yang masing-masing hidup membiara 50 tahun (suster Beatrix dan Frater Lukas) dan Pastor Fransiskus 40 Tahun Hidup Membiara, serta juga Frater Herman Manadagi CMM yang tahun lalu (2021) merayakan 45 Hidup Membiara.

Suatu kebanggaan yang dimulai dari keluarga, seperti diceritakan Mgr. Mandagi (dalam kotbah dan sambutan) kemudian pendidikan di sekolah dasar yang ada di samping gereja Stasi ini, yang dulu gurunya cuma dua orang tapi hasilnya cemerlang, ungkap Mgr. Rolly, sungguh luar biasa, dan kita bersama keluarga Mandagi – Dolang mensyukuri itu.

Produk yang dihasilkan pada waktu lalu (seperti adanya keluarga yang anggotanya menjadi uskup, pastor, suster dan frater – red), sebut Mgr. Rolly, kiranya menjadi tantangan termasuk kepada Pemerintah.

Fasilitas yang ada, hendaknya lebih baik. Segala fasilitas ketenagaan pendidikan dari Pemerintah dan dukungan dari umat termasuk dari YPK diperlukan untuk kemajuan dunia pendidikan termasuk di Sulut.

“Dulu, dengan fasilitas masih terbatas tapi telah menghasilkan hal yang luar biasa,” ujar Mgr. Rolly yang menguraikan bagaimana dari sekolah yang sederhana di Desa Kamangta ini telah menghasilkan hal yang dibanggakan bukan hanya untuk keluarga (Mandagi – Dolang), Desa Kamangta, umat Katolik tapi juga daerah ini.

Mgr. Rolly menyampaikan terima kasih atas pemberian diri dari Mgr. Mandagi, Suster Beatrix Frater Lukas, Pastor Fransiskus, dan juga Frater Herman. (Fer)