Meimonews.com – Sebanyak 17 dokter spesialis, 11 dokter gigi dan 30 ners Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat dilantik dan diambil sumpah/janji pada sidang senat fakultas yang diadakan di Manado Convention Center (MCC), Rabu (17/6/2026).

Sidang senat yang dipimpin Linda WA Rotty (Ketua) ini dihadiri para anggota senat, Dekan Faked Billy Johnson Kepel, Wakil-wakil Dekan, para undangan serta Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Rektor Unsrat dalam sambutannya menegaskan, pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bukanlah sekadar seremoni akademik, melainkan momentum yang menandai dimulainya tanggung jawab profesional yang besar kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Oleh karenanya, Rektor mengingatkan kepada fakultas kedokteran, untuk terus menghasilkan tenaga kesehatan yang unggul, profesional, berkarakter serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara, kawasan Indonesia Timur, dan Indonesia pada umumnya.

Rektor juga berpesan untuk menjunjung tinggi kode etik profesi dan keahlian ilmu yang dimiliki untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (FA)

Meimonews.com – Setelah melalui proses panjang, Universitas Negeri Manado (Unima) resmi memiliki Fakultas Kedokteran (Faked), yang merupakan Faked kedua di wilayah Sulawesi Utara, setelah yang pertama Faked Unsrat.

Peresmian (launching) fakultas kedelapan di perguruan tinggi negari yang memiliki visi Unima unggul, mandiri, kompetitif dan intrepreneurial ini dilaksanakan di aula fakultas, Kamis (11/6/2026).

Peresmian ditandai pemukulan tetangkoren oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto, Gubernur Sulut Mayjen TNI Yulius Selvanus dan Rektor Unima Joseph Philip Kambey, penyerahan surat keputusan oleh Mendiktisaintek kepada Rektor Unima.

Selain itu, pemotongan tumpeng syukur oleh Rektor untuk diserahkan antara lain kepada Mendiktisaintek, Gubernur Sulut, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Rektor Unklab dan Rektor Unibraw (universitas pendamping), serta penyerahan jaket almamater kepada calon mahasiswa baru Faked Unima.

Ratusan civitas akademika, pimpinan Unima, Senat Unima, pimpinan fakultas se-Unima, Forkopimda Sulut, Rektor Unika De La Salle Manado Pastor Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, Ketua YPTU De La Salle Manado Pastor Melky Malingkas, sejumlah pimpinan rumah sakit seperti Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan, Bupati/Walikota se-Sulut dan undangan lainnya serta serta puluhan calon mahasiswa baru Faked Unima hadir pada momen bersejarah ini.

Di penghujung acara, setelah Mendiktisaintek, Gubernur dan sejumlah tamu/undangan VIP mengunjungi sejumlah ruangan di Faked Unima, Tenaga Ahli Kemendiktisaintek Tri Hanggono Achmad memberikan materi pada diskusi yang membahas Academic Health System (AHS) yang diikuti sejumlah tenaga pendidikan dan kependidikan serta mahasiswa baru.

Turut hadir pada diskusi tersebut, Wakil Rektor 1/Plt Dekan Faked Unima Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Ketua Tim Pendiri Faked Unima Joy Ratu, Sekretaris Rektor/Humas Unima Marcia Imelda Watulingas dan Kepala UPT TIK Unima Quido Conferti Kainde.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam laporannya menyebutkan, hari ini tonggak sejarah baru bagi Tanah Minahasa dan Kawasan Indonesia Timur. Berdiri di sini kita tidak hanya merayakan lahirnya sebuah fakultas baru melainkan kita sedang menyaksikan manifesto dari sebuah komitmen panjang untuk menjawab panggilan kemanusiaan, pemenuhan keadilan akses kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Ada lima poin penting diurai Rektor terkait catatan sejarah yang telah diukir perguruan tinggi yang memiliki visi Menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, kompetitif dan entrepreneurial ini.

Kelima poin penting tersebut adalah pertama, Akar sejarah dan fondasi transformasi kelembagaan; kedua, Urgensi strategis dan realitas kesehatan wilayah kepulauan; ketiga, Visi genetic berbasis keadilan spsial; keempat, Peta jalan pengembangan akademik dan infrastuktiur; dan kelima, Sistem rekruitmen afirmatif dan standar mutu ketat.

Rektor menyakini, peresmikan Faked Unima akan menjadi gelombang perusahaan beaar di masa depan. “Dari kampus biru ini, dari tanah Tondano dan.Tomohon ini akan lahir dokter-dokter humanis, petarung kemanusiaan yang siap berlayar menembus ombak, mendatangi pulau-pulau terluar demi memastikan tidak ada satupun anak bangsa di negeri ini yang kehilangan haknya untuk sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Tenaga Ahli Kemendiktisantek Tri Hanggono Achmat saat memberikan materi pada diskusi yang membahas AHS

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di awal sambutannya mengungkapkan proses pencalonan mahasiswa baru Faked Unima, yang ditopang Pemerintah Provinsi Sulut dan kabupaten/kota ss-Sulut.

Para calon mahasiswa tersebut, sebutnya, diseleksi oleh Tim Seleksi termasuk dari Universitas Brawijaya (Unibraw) yang merupakan mentor/pembimbing, sesuai aturan yang ada, yang dimulai dari kabupaten/kota diseleksi 10 calon menjadi 3 sementara dari provinsi 5 calon.

Gubernur melaporkan kepada Menteri bahwa calon mahasiswa baru Faked Unima masuk tidak dengan adanya KKN. ‘Ini murni. Tidak ada titipan-titipan,” tandas Gubernur.

Para lulusan Faked Unima ini diharapkan Gubernur akan menjadi dokter-dokter yang handel dan nantinya mengabdi di kampung-kampung halamanya

Gubernur menegaskan, lahirnya Faked Unima adalah sebuah angin segar sekaligus tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di Sulut.

“Peristiwa ini menjadi sangat esnsial karena Fakultas Kedokteran Unima kini resmi menjadi Fakultas Kedokteran kedua yang berdiri di Sulawesi.Utara,” ujarnya.

Kehadiran Faked Unima, menurut Gubernur, adalah jawaban progesif atas harapan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah. Sebagai kepala daerah, Gubernur melihat momentum ini dari sudut pandang strategis.

Mendiktisaintek di awal sambutannya menyampaikan rasa syukur dan gembira Presiden Prabowo Subianto karena telah lahir Faked Unima. Ini adalah inisiatif langsung dari Presiden yang disampaikan kepadanya kemudian dibantu Rektor dan Gubernur Sulut dan teman-teman dari Istana Keprisidenan dan dari kementerian.

“Tidak lebih dari 1 tahun, kita telah melahirkan FK (Fakultas Kedokteran – Red) Unima ini untuk menemani FK di Universitas Sam Ratulangi,” ujar Menteri, yang langsung direspon dengan tepuk tangan dari para hadirin/undangan.

Presiden, menurut Menteri, menitipkan pesan agar menjaga amanah Presiden Prabowo Subianto yakni membesarkan dan melahirkan dokter-dokter yang nantinya penuh semangat dan berdedikasi dengan kemampuan/skill yang sangat baik memberikan yang terbaik untuk rakyat Sulut. (FA)

Meimonews.com – Guna penilaian dan verifikasi usulan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked), tim visitasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan visitasi ke Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Selasa (10/3/2026).

Visitasi ni merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses pengajuan program studi kedokteran yang sedang diupayakan Unima.

Melalui visitasi ini, diharapkan proses pengusulan pembukaan Faked Unima dapat berjalan dengan baik serta memperoleh dukungan dari berbagai pihak demi penguatan pendidikan kedokteran dan peningkatan layanan kesehatan, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil Unima sebagai gambaran mengenai kapasitas, potensi, serta kesiapan institusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unima Mister Gideon Maru. menegaskan komitmen Unima dalam mengembangkan pendidikan di bidang kesehatan guna menjawab kebutuhan tenaga medis yang berkualitas.

Dalam visitasi tersebut, tim dari Kemenkes RI melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek kesiapan, mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, dukungan sumber daya manusia, hingga rencana pengembangan rumah sakit pendidikan sebagai wahana praktik klinik bagi mahasiswa kedokteran di masa mendatang.

Tim Kemenkes RI yang memberikan arahan pada kesempatan itu adalah Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Arianti Anaya dan Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Anna Kurniati.

Dalam arahan tersebut disampaikan pentingnya memastikan kesiapan institusi secara komprehensif agar penyelenggaraan pendidikan kedokteran dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan tim melakukan koordinasi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pertemuan ini membahas rencana pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unima memaparkan kesiapan institusi, mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga dukungan akademik yang menjadi fondasi pembukaan program studi kedokteran.

Pendirian Rumah Sakit Pendidikan dirancang tidak hanya sebagai wahana praktik mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan dan pengembangan riset medis yang terintegrasi.

Rektor Unima menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Melalui koordinasi ini, diharapkan proses pendirian RSP dan pembukaan Faked Unima dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dunia pendidikan.

Mendiktisaintek menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pemenuhan standar akademik, serta sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proses pendirian dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku. (*/FA)