Meimonews.com – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran menegaskan, pendidikan karakter bulan sekadar kegiatan seremonial tapi bagian dari proses penbentukan menjadi manusia yang memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan etika.

Penegasan tersebut disampaikan Dekan FPIK Unsrat ketika membuka kegiatan Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru FPIK Unsrat yang diadakan di Auditorium Fakultas, Rabu (30/9/2026.

“Saya ingin saudara memahami satu hal : ilmu tanpa karakter dapat kehilangan arah, tetapi ilmu yang dibangun di atas karakter akan memberilan manfaat yang besar,” ujarnya pada kegiatan yang dilaksanakan panitia dengan diketuai Joppy D. Mudeng.

Para mahasiswa FPIK, menurutnya, akan belajar tentang sumber daya perikanan dan kelautan. Bidang ini sangat penting bagi masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, pimpinan fakultas berharap para mahasiswa kelak menjadi.generasi yang mampu menjaga laut, mengembangkan potensi perikanan secara berkelanjutan dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Dekan berharap, para mahasiswa jangan hanya mengejar nilai tapi bangunlah kompetensi karakter, jejaring dan pengalaman. “Belajarlah bekerjasama. Hormati perbedaan. Jaga integritas. Hindari kekerasan, perundungan, diskriminasi, narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan saudara,” ajaknya.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unsrat ini mengingatkan untuk menjadikan FPIK sebagai tempat untuk bertumbuh. Bukan hanya menjadi pintar tetapi juga menjadi manusia yang baik dan bermartabat,

“Mari kita bangun FPIK yang unggul, berbudaya, dan berkelas internasional dengan mahasiswa yang berintegritas dan berdaya saing.global,” pintanya.

Kegiatan yang diikuti seratus lebih mahasiswa baru FPIK Unsrat ini menghadirkan beberapa narasumber yakni Ridwan Lasabuda yang membawakan materi Pancasila dan UUD 1946 dan Ping A. Angmalisang tentang Deradikalisme.

Narasumber lain adalah Arie B. Rondonuwu tentang Integritas dan Winda M. Mingkid tentang Etika dan Kepribadian. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie memberi pesan penting kepada para alumni untuk menjadi kebanggaan bagi almamater.

Pesan penting tersebut disampaikan Rektor saat memberikan sambutan pada sidang senat terbuka wisuda program doktor, magister, PPDS, profesi dan sarjana gelombang keenam tahun akademik 2025/2026 di auditorium Unsrat Manado, Kamis (18/6/2026).

Acara wisuda dihadiri antara lain para anggota senat unsrat, pimpinan unsrat, para dekan, wisudawan/wati dan keluarga serta Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulut Novita Lumintang mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

“Jadilah alumni Universitas Sam Ratulangi yang membanggakan, bukan hanya keberhasilan karir, prestasi yang diraih, tetapi karena integritas, etika dan kontribusi positif yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Rektor.

Acara wisuda, menurut Rektor, merupakan momen yang istimewa, bukan hanya bagi wisudawan dan wisudawati, tetapi bagi keluarga, dosen, tenaga kependidikan serta seluruh sivitas akademika yang turut mengantarkan keberhasilan para lulusan.

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru, dan toga yang saudara kenakan bukan sekadar simbol kelulusan, tapi simbol dedikasi, semangat dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” tandas Rektor.

Gubernur Sulut yang diwakili Plt. Kepala Dinas PMD dalam sambutannya mengatakan, Gubernur memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Rektor para dekan, guru besar dan segenap civitas akademika Unsrat atas dedikasi, kerja keras dan komitmen tanpa batas dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas, berintegritas dan visioner.

Gubernur mengajak seluruh lulusan Unsrat untuk bersama-sama membangun daerah Sulawesi Utara dan bangsa Indonesia, apapun profesi yang akan ditekuni ke depan, dan di manapun berkarir baik sebagai birokrat, akademisi, pengusaha, praktisi medis maupun teknokrat, berikanlah kontribusi terbaik saudara untuk daerah dan bangsa ini.

Gubernur berharap ke depan Universitas Sam Ratulangi terus konsisten menjadi center of excellent di Indonesia Timur.

Jumlah yang diwisuda kali ini berjumlah 702 orang yang terdiri dari Pascasarjana 28 orang, Faked 99, Fatek 59, Faperta 23 orang, Fapernak 8 orang, FPIK 13, FEB 66 orang, FH 144 orang, FISIP 157 orang, FIB 19 orang, FMIPA 69 orang, dan FKM 17 orang. (FA)