Meimonews.com – Pemerintah Kota Kotamobagu bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk OJK Goes to School di Balai Kota Kotamobagu, Kamis (25/7/2024). Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMK.

Dalam sambutannya, Penjabat Walikota Kotamobagu Dr. Hj. Asripan Nani mengapresiasi inisiatif OJK dan BSG dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak dini. “Dengan memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang baik, kita berharap generasi muda Kotamobagu dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujarnya.

Deputi OJK SulutGoMalut Yan Iswara Rosya, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. “Kami ingin anak-anak sejak dini sudah mengenal produk dan jasa keuangan, serta mengetahui cara mengelola uang dengan bijak,” ujarnya.

Selain mendapatkan materi edukasi dari narasumber OJK dan BSG, para siswa juga diberikan kesempatan untuk membuka rekening tabungan di BSG. Hal ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan menabung sejak usia dini. (Afer)

Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) bekerjasama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui program bertajuk Desaku Cakap Keuangan, Selasa (2/7/2024).

Kegiatan yang dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Boltim ini bertujuan untuk membekali para pemimpin desa dengan pengetahuan dan pemahaman terkait pengelolaan keuangan di era digital, serta tips agar terhindar dari kejahatan siber.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Sekretaris Daerah Kabupaten Boltim Sonny Warokka, Ph.D menyampaikan apresiasi atas kolaborasi OJK dan BSG dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sangat mendukung program ini, karena kami yakin bahwa literasi keuangan yang baik akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Warokka.

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Robert Sianipar dalam sambutannya menjelaskan, program Desaku Cakap Keuangan merupakan salah satu strategi OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah pedesaan.

“Masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum memahami produk dan layanan jasa keuangan, serta belum mengetahui cara mengelola keuangan dengan baik. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka,” ujar Sianipar.

Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan menambahkan, BSG berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“BSG siap memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, serta menyediakan produk dan layanan keuangan yang mudah diakses dan terjangkau,” ujar Louisa .

Selain edukasi keuangan, kegiatan Desaku Cakap Keuangan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening bagi para pelajar dan merchant QRIS. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat dan mendorong penggunaan transaksi non-tunai.

Dengan edukasi dan inklusi keuangan yang semakin meningkat, diharapkan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari risiko penipuan keuangan. (Afer)