Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado H. Starry Rampengan menyambangi langsung empat pasien korban bencana banjir yang dirujuk dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Selasa (6/1/2026).‎

‎Keempat korban banjir tersebut, saat ini, tengah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan para pasien memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal dan cepat, mengingat kondisi darurat yang mereka alami akibat bencana alam.

Di sela-sela kunjungannya, Dirut menegaskan, seluruh korban bencana alam wajib memperoleh pelayanan kesehatan prioritas tanpa terkendala persoalan administrasi, termasuk apabila dokumen identitas pasien hilang akibat bencana.

Namun demikian, pelayanan prioritas tersebut tetap dilaksanakan tanpa mengesampingkan hak dan pelayanan pasien lainnya yang sedang dirawat di RSUP Kandou.

“Keselamatan dan pemulihan kesehatan pasien menjadi fokus utama kami. Penanganan korban bencana dilakukan secara prioritas, namun tetap menjaga mutu pelayanan bagi seluruh pasien yang ada,” tegasnya.

Dirut menginstruksikan jajaran tenaga kesehatan di IGD untuk memberikan perhatian khusus serta pelayanan humanis kepada para korban bencana, sebagai bentuk kehadiran negara melalui rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara.

Menurut Humas RSUP Kandou, RSUP Kandou terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang responsif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana, sejalan dengan tugas dan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan dan pelayanan kegawatdaruratan regional untuk Kandou yang lebih baik. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou Manado Starry H. Rampengan, memimpin apel perdana civitas hospitalia rumah sakit yang akrab disebut dengan nama RSUP Kandou atau RS Kandou di awal tahun 2026, yang dilaksanaksn di halaman kantor pusat rumah sakit, Senin (5/1/2026).

Apel yang menjadi momen konsolidasi sekaligus pemberian motivasi kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan dan target kerja ke depan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas RSUP Kandou dapat melewati tahun 2025 dengan baik dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat serta diberkati.

Mewakili Direksi, Starry memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai RS Kandou sepanjang tahun 2025.

“Di tahun 2026 ini kita akan menghadapi banyak tugas besar, salah satunya akreditasi rumah sakit. Saya tegaskan, mutu dan keselamatan pasien tidak bisa ditawar lagi, itu sudah harga mati. Ini adalah prioritas pertama dan utama,” ujar Starry.

Dirut menekankan pentingnya penguatan budaya patient safety, pelaksanaan audit internal mutu yang konsisten, serta kesiapan seluruh unit dalam memenuhi standar dan indikator akreditasi. Menurutnya, seluruh aspek pelayanan harus berjalan selaras dengan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Dirut mengajak seluruh ASN RSUP Kandou untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja.

Para gawai didorong agar memperdalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas diri melalui berbagai pelatihan, serta siap beradaptasi dengan perkembangan sistem digital menuju smart hospital.

Dirut berharap setiap direktorat mampu membuktikan bahwa RSUP Kandou telah melakukan berbagai perbaikan signifikan di tahun 2026.

Untuk itu, Dirut memberikan tantangan kepada seluruh direktorat agar kembali menciptakan sebanyak-banyaknya prestasi di tingkat nasional.

“Tantangan ini saya berikan sebagai motivasi dan penyemangat, agar di tahun 2026 kita semua tetap solid, bersemangat, dan membawa RS Kandou menjadi rumah sakit yang semakin maju dan lebih baik,” ujernya. (Fer)

Meimonews.com – 6 (enam) bulan dipercayakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado, Starry H. Rampengan telah menorehkan berbagai capaian positif dan perubahan signifikan di hampir seluruh aspek layanan dan tata kelola rumah sakit.

Menurut idata yang ada di RSuP Kandou, sejak dipercaya memimpin rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara ini, Starry langsung mendorong berbagai inovasi strategis, baik di bidang pelayanan kesehatan, manajemen, hingga infrastruktur.

Beragam terobosan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu layanan, tetapi juga mengantarkan RSUP Kandou meraih sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan nasional di bidang kesehatan serta pengelolaan keuangan.

Tak hanya fokus pada internal, Direktur Utama juga aktif membangun koordinasi dan sinergi lintas lembaga, guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan serta tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Starry menunjukkan komitmen kuat dalam menyerap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung dan pasien.

Salah satu langkah konkret yang mendapat apresiasi luas adalah penambahan lahan parkir rumah sakit. Menyikapi keluhan masyarakat terkait tarif parkir yang dinilai terlalu mahal, dengan berbagai pertimbangan sosial dan pelayanan, Dirut mengambil kebijakan menurunkan biaya parkir demi meringankan beban pengunjung rumah sakit.

Di bidang pelayanan medis, RSUP Kandou terus melakukan pengembangan layanan unggulan. Pelayanan Poliklinik Kedokteran Nuklir kini telah berjalan dan melayani pasien, sekaligus memperkuat peran RSUP Kandou sebagai pusat layanan rujukan berbasis teknologi medis. Selain itu, Dirit juga menambah sejumlah poliklinik baru untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan, RSUP Kandou juga menambah loket pelayanan farmasi guna mengurangi waktu tunggu pengambilan obat, sehingga pelayanan farmasi menjadi lebih cepat, tertib, dan ramah bagi pasien.

Dari aspek tata kelola dan struktur organisasi, RSUP Kandou turut mengalami pembenahan yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Starry bersama jajaran direksi, sistem kerja dan koordinasi internal terus diperkuat agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Komitmen kerja nyata Direksi juga terlihat dalam pengawalan pembangunan Gedung Kanker RSUP Kandou hingga puncak penyelesaian konstruksi bangunan, dan fiadiri Wakil Menteri Kesehatan, RI Benyamin Paulus Oktavianus, dalam acara Topping Off.

Proyek strategis tersebut dikawal secara intensif sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan onkologi bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut dan jajaran direksi RSUP Kandou.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut bersama jajaran Direksi RSUP Kandou. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga budaya kerja, mutu pelayanan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kolektif yang solid. Dirut ditunjang oleh empat Direksi, yakni Direktur Medik dan Keperawatan, Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto.

Kompisisi ini dinilai sangat berkompeten di bidangnya masing-masing, sehingga mampu bekerja secara sinergis dalam membawa RSUP Kandou ke arah yang lebih baik, profesional, dan berdaya saing.

Tak hanya fokus pada pembenahan sistem dan layanan, kepemimpinan Starry juga menonjolkan sisi humanis. Dalam momen-momen hari raya keagamaan, Dirut turun langsung menyambangi pasien yang sedang dirawat di berbagai ruangan, memberikan motivasi, doa, serta menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan empati manajemen rumah sakit kepada pasien dan keluarga.

Langkah ini dinilai sebagai sebuah sejarah di RSUP Kandou, karena untuk pertama kalinya seorang Dirur hadir langsung di ruang-ruang perawatan pada hari besar keagamaan, memperkuat ikatan emosional antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pasien. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan nasional. Emergency Medical Team (EMT) RSUP Kandou resmi dilepas untuk memberikan bantuan kesehatan di Provinsi Aceh, Jumat (26/12/2025).

Pelepasan tim dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry H. Rampengan di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto serta jajaran pejabat terkait lainnya

EMT RSUP Kandou yang diberangkatkan terdiri dari lima tenaga kesehatan lintas profesi, yakni Rico SH Sondakh (dokter umum), Daniel Saikat (perawat), Yandri Andreas Bakker (perawat), Steven Johanes Aror (elektromedis) dan Sultan (apoteker).

Tim ini akan membantu penanganan dampak bencana di wilayah Aceh. Sesuai arahan Health Emergency Operational Center (HEOC) Banda Aceh, TCK-EMT RSUP Kandou akan melaksanakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tengah.

Rencananya, EMT RSUP Kandou akan diberangkatkan pada Sabtu (27/12/ 2025) melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju Aceh.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anggota tim yang akan menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada lima tenaga kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team RSUP Kandou yang akan bertugas di Banda Aceh untuk pengabdian kemanusiaan,” ujar Prof. Starry.

Ditegaskan, nilai utama tenaga kesehatan adalah melayani dengan hati dan profesionalisme. “Sebagai tenaga kesehatan, kita bekerja dengan hati yang penuh kasih, melayani dengan profesionalisme dan dedikasi. Kita memberikan pelayanan terbaik agar apa yang kita lakukan dapat membawa kesembuhan,” ujarnya.

Dirut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh tim. “Selamat bertugas, semoga Tuhan menyertai,” ujarnya. (Fer)