Meimonews.com  – Sebanyak 216 kantor darah berhasil dikumpulkan lewat kegiatan Unit Transfusi Darah (UTD) Keliling Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) bekerjasama dengan sejumlah pihak.

“Sampai dengan Jumat (25/8/2023) sudah 10 kegiatan yang kami buat dan berhasil mengumpulkan sebanyak 216 kantong darah,” ujar Kepala UTD RSUP Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2023).

Jumlah tersebut (216 kantong) diperoleh dari 12 kegiatan donor darah yang dilakukan bekerjasama dengan lembaga/instansi/perusahaan yang punya kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan ini.

Disebutkan, masih ada lagi satu kegiatan yang telah dilakukan, namun datanya sedang disiapkan.  Dan, ada lagi kegiatan yang akan dilakukan di Agustus ini.

Dokter kreatif ini lantas merincikan jenis-jenis darah yang terkumpul tersebut. Untuk golongan darah A 42 kantong, golongan darah B 43 kantong, golongan darah O 119 kantong dan golongan darah AB 12 kantong.

Upaya UTD RSUP Kandou ini, menurut Lapian, merupakan salah satu upaya yang dilakukan RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen (Dirut) terkait dengan upaya pemenuhan ketersediaan darah untuk pasien di rumah sakit.

“Pak Dirut memberikan arahan agar UTD melakukan kegiatan jemput bola. UTD melakukan kegiatan aksi donor darah, mengumpulkan darah-darah pendonor untuk dijadikan stok darah rumah sakit termasuk bekerjasama dengan lembaga/pihak terkait,” ujarnya.

Arahan itu, dijadikan semangat untuk UTD bergerak, menjemput bola, bekerjasama dengan pihak yang punya kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan ini.

Lapian mengajak kepada warga yang ingin mendonorkan darahnya untuk mendatangi UTF RSUP Kandou atau menghubungi nomor kontak 081340781386. (Fer)

Meimonews.com – Sejumlah terobosan dan prestasi dibuat dan diraih Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou atau akrab disebut RSUP Kandou di masa kepemimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD.

Sejumlah prestasi tersebut di antaranya, membuat RS Kandou mendapat akreditasi A  sebagai institusi penyelenggara pelatihan; resmi menjadi unit penyelenggara ujian kompetensi (Ukom) bagi tenaga kesehatan (nakes).

Ada juga prestasi berupa kesuksesan melakukan operasi transplantasi ginjal pertama di Indonesia Timur dengan diampuh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Ada pula terobosan berbuah kesuksesan lain yang dibuat, seperti pelaksanaan kegiatan donor darah dengan cara jemput bola, di mana UTD (Unit Transfusi Daerah) melakukan aksi donor darah di banyak tempat, bekerjasama dengan banyak pihak sehingga kekurangan darah di rumah sakit bisa terbantukan karena ada banyak pendonor darah sukarela ikut dalam aksi sosial ini.

Di rumah sakit ini telah pula melakukan sistem digitalisasi. Sistem informasi di rumah sakit telah berbasis IT. Sehingga semua kegiatan akan berbasis digitalisasi.

“Bila mau tahu absen, mau tahu renumerasi, berapa pasien yang dilayani, itu sudah sangat transparan, sudah bisa langsung dilihat karena sudah digitalisasi;” ujar pejabat yang punya semangat kerja keras dan pengabdian yang tinggi ini.

Dari sisi pengampuhan, dokter Jimmy (sapaan akrabnya) mengungkapkan bahwa pihak RSUP Kandou telah melakukan kerjasama dengan Gubernur Sulut. “Semua rumah sakit di daerah ini telah di bawah pengampuhan RSUP Kandou karena adanya kerjasama tersebut,” ujarnya.

Bahkan, RSUP Kandou bukan hanya menjadi rumah sakit pengampuh di Sulut tapi di Indonesia Timur termasuk Papua.

Saat ini telah pula dimatangkan pembangunan Cancer Center yang tahun depan (2024) akan dimulai pelaksanaan pembangunannya.

Pihaknya juga berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan medik yang lebih canggih seperti transplantasi ginjal dan operasi kembar siam.

Terkait dengan ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pelatihan/pendidikan, RSUP Kandou telah melakukan banyak pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan di mana sertifikat yang dikeluarkan berasal dari Kementerian Kesehatan.

“Sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan, kami melakukan pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan yang terakreditasi. Sertifikatnya dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Terobosan, prestasi dan kesuksesan yang dibuat/diraih itu, sebut dokter Jimmy, saat berdialog dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2023), dipersembahkan untuk kemajuan RSUP Kandou. Menjadi rumah sakit kebanggaan Bumi Nyiur Melambai.

Dokter Jimmy yang kini dipercayakan pula oleh Kementerian Kesehatan sebagai Dirut RS Hasan Sadikin Bandung, ingin agar RSUP Kandou terus maju dan berkembang serta mencatat prestasi/kesuksesan yang membanggakan termasuk semakin memuaskan pelayanan kepada masyarakat di waktu-waktu ke depan.

Terobosan dan prestasi tersebut bisa dicapai/diraih di bawah kepemimpinannya sejak tahun 2018 karena dukungan pula dari rekan-rekan direksi dan staf serta pihak-pihak terkait. (Fer)