Meimonews com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek) RI Prof. Dr. ret.nod. Abdul Haris, M.Sc menyakini, Unima bisa menjadi leading university dan garda terdepan bagi Kemendikbudristek di Indonesia bagian Timur.

Keyakinan tersebut disampaikan Dirjen Diktiristek ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Rapat Kerja (Raker) Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano di Four Points Hotel Manado, Jumat (28/6/2024).

Dikemukakan, ini merupakan suatu kebanggaan bagi Unima yang bisa diorganirair secara global. Secara geografi, sebutnya, Unima memiliki potensi yang bisa jadi branding di samping terus dibangun reputasi. Kenapa ? Karena memiliki keunggulan wilayah dan keunggulan geografi.

Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Prof. Dr. ret.nod. Abdul Haris, M.Sc saat memberikan sambutan

Keunggulan wilayah dan keunggulan geografi ini Unima ini, jelasnya, sangat menarik bagi mitra luar negeri. Hal-hal yang berkaitan dengan local wisdom dan in the gees study ini yang harus kita jual kepada mitra-mitra luar negeri.

Dirjen meyakini, untuk menggaet mahasiswa-mahasiswa internasional dan mitra-mitra luar negeri bagi Unima tidak terlalu sulit karena adanya keunggulan tersebut.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd saat memberikan sambutan

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu Rektor dan jajaran untuk terus mengembangkan strategi Unima ke depan,” ujarnya seraya mengungkapkan bahwa ia melihat untuk menjadi BLU Unggul, ini juga menjadi tantangan tersendiri.

Apa tantangan utama itu ? Itu tak lain adalah sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola serta keterbatasan anggaran.

Rektor dan jajaran diingatkan untuk tidak pesimis dengan keterbatasan anggaran. Selama memiliki SDM yang hebat, justru SDM inilah yang ditugaskan untuk memenuhi logistik atau anggaran untuk menjalankan program-program yang akan menjadikan Unima besar.

Diingatkan pula untuk tidak menjadikan masalah-masalah klasik atau lainnya sebagai ganjalan tapi justru semangat kebersamaan dan kerjasama seperti yang disebut dalam motto Unima yakni Kerja beesama, bersama-sama kerja itu yang harus dipegang.

Peserta Rapat Kerja Unima Tahun 2024

Kehebatan dan kebesaran yang saat ini dimiliki universitas besar seperti UI diminta untuk tidak membuat Unima iri hati melainkan menjadi tantangan.

Disebutkan, dengan keterbatasan yang dimiliki namun bisa mengembangkan SDM dan menjadikan Unima Unggul maka bukan hanya satu jempol melainkan empat jempol.

Ditegaskan, penting  bagi para manajemen untuk secara bersma-sama dengan faculty member untuk bersama-sama memetakan bagaimana pengenbangan Unima ke depan.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan, tema yang dipilih dalam raker ini yakni Strategi peningkatan layanan PTN-BLU menuju BLU ungul dipilih berkenaan dengan tantangan dan prioritas kerja Unima sebagai institusi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (BLU).

“Rapat kerja pimpinan diharapkan akan mendorong terjadinya akselerasi Unima dalam.proses transformasi dan revitalisasi perguruan tinggi negeri (PTN)  di lingkungan Kemendikbudristek,” ujar Prof. Deitje (sapaan Rektor Unima).

Disebutkan, dalam rangka proses transformasi dan akselerasi tersebut, pada raker ini akan ada pemaparan dari Dirjen Diktiristek mengenai Building international academic reputation through global egagement, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Faisal Syahrul, SE, M.Pd mengenai Strategi peningkatan layanan PTN BLU menuju BLU unggul serta Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek Vivi Andriani, ST, M.Sc tentang Perencanaan tahun anggaran 2025.

Bahkan, tambahnya, Rakerpim ini akan semakin bermakna karena dalam rangka penandatangan kerjasama telah hadir Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, SE, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd, Rektor Univerrsitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Ir. Eduard Wolok, ST, MT.

Berbagai paparan dan kerjasama yang dibangun bersama, diharapkan Rektor  akan dapat menjawab berbagai isu strategis pengembangan Unima ke depan.

“Dengan visi Unima Unggul, inovatif berdasarkan Mapalus yang bermakna gotong royong, Unima bertekad membangun budaya mutu dan budaya kerja yaitu kerja bersama dan bersama-sama bekerja,” tandas mantan Wakil Rektor 1 Unima ini.

Rektor, Wakil Rektor 1 (paling kiri) dan Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Vivi M. Saroinsong, S.Pi, MAP (paling kanan)

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas/Ketua Panitia Vivi W. Saroinsong, S.Pi, MAP berharap melalui Raker ini dapat menghasilkan strategi yang komprehensif dan implementatif untuk meningkatkan layanan PTN-BLU.”Kolaborasi dan komitmen dari semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini,” ujar Karo kepada Meimonews.com di sela kegiatan.

Raker yang berlangsung dua hari (28-29/6/2024) ini, jelasnya, diikuti 200-an peserta mulai dari Rektorat (Rektor dan Wakil-wakil Rektor), pimpinan lembaga, Dekan-dekan, unit kerja, UPA, Tim BLU Unima dan undangan lainnya.

Dalam raker ini, tambahnya, selain ada pemaparan dari Kemendikbudristek dan Rektor UI, ada pula penyampaian materi dari Rektor UI, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, Rektor Univerrsitas Negeri Gorontalo, Kepala KPPN Manado Saripudin SST, Ak, M.S. Ak, Kepala LLDIKTI Wilayah XXVI Gosulutteng Munawir Sadzali Rasak, SIP, M.Sc, serta pemaparan usulan program kegiatan rencana bisnis dan anggaran tahun 2025 dari tiap fakultas/lembaga/unit yang ada di lingkungan Unima. (FA)