Meimonews.com – Tunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor-sektor unggulan daerah, Bank SulutGo (BSG) menyalurkan bantuan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 3 pelaku usaha.

Penyerahan bantuan KUR tersebut dilakukan di tengah Rapat Koordinasi Wilayah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo tahun 2025 di Hotel Luwansa, Kamis (3/7/2025).

Penyerahan KUR ini menjadi sorotan dalam agenda penting percepatan akses keuangan di wilayah tersebut.

Penyaluran KUR ini diserahkan Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah di dampingi Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku (SulutGoMalut) Robert HP Sianipar serta Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay.

Kehadiran para pimpinan ini menegaskan sinergi antara perbankan, regulator, dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Para penerima KUR merupakan pelaku usaha di sektor-sektor yang memiliki potensi besar di Sulawesi Utara.

Jerry Wongkar, pengusaha budidaya nilam, menerima KUR dengan plafon Rp. 50 juta. Kemudian, Eko Budi Prianto Bobuyongki, yang bergelut di usaha pembibitan kakao, mendapatkan KUR sebesar Rp. 38 juta. Terakhir, Ronald Michael Ngantung, seorang pengusaha penangkapan ikan tuna, menerima dukungan KUR signifikan dengan plafon Rp. 250 juta.

Pepah dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penyaluran KUR ini merupakan bagian dari upaya Bank SulutGo untuk turut serta dalam program pemerintah dalam memajukan UMKM dan sektor-sektor produktif.

“Kami berharap bantuan KUR ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima untuk mengembangkan usahanya, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sianipar mengapresiasi peran aktif Bank SulutGo dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat. “Akses permodalan yang mudah dijangkau adalah kunci bagi pengembangan UMKM. Kolaborasi seperti ini antara perbankan, OJK, dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mencapai target inklusi keuangan,” kata Siianipar.

Mailangkay turut memberikan dukungannya, menekankan pentingnya sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi Sulawesi Utara.

“Pemerintah Provinsi Sulut sangat mendukung inisiatif seperti ini. Kami berharap lebih banyak lagi pelaku usaha yang dapat merasakan manfaat dari program KUR, sehingga ekonomi daerah kita semakin kuat dan berdaya saing,” tutup Victor Mailangkay.

Penyerahan KUR ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam mempercepat akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara dan Gorontalo, khususnya melalui penguatan sektor-sektor unggulan. (Afer)

Meimonews.com – Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) dengan penuh syukur merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-64, Selasa (3/6/2025).

Perayaan tahun ini digelar secara sederhana namun sarat makna, diawali dengan doa bersama yang dipimpin tiga pemuka agama (imam, pendeta, dan pastor) sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar BSG senantiasa diberkati dan terus berkembang.

Sebagai bagian dari rangkaian HUT, BSG menyempatkan diri untuk berbagi kasih dan kepedulian sosial dengan mengunjungi serta memberikan bantuan kepada tiga panti asuhan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, yaitu Panti Asuhan Sayap Kasih, Panti Asuhan Dr. Lucas, dan Panti Asuhan Al-Ikhwan. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen BSG untuk terus hadir dan berbagi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sejak didirikan pada 3 Juni 1961, Bank SulutGo telah mengalami transformasi signifikan dari sebuah biro pemerintahan menjadi Bank Umum yang dikenal luas oleh masyarakat Nyiur Melambai dan Hulontalo.

Beberapa tonggak sejarah penting yang telah dilalui antara lain pada tahun 1999 Bank SulutGo melewati fase rekapitalisasi sebagai bagian dari pemulihan industri perbankan pasca krisis moneter. Pemerintah memberikan penyertaan modal untuk memenuhi ketentuan Capital Adequacy Ratio (CAR) minimal 8% dan memulihkan kepercayaan publik.

Tahun 1999 resmi menjadi Perseroan Terbatas. Bank SulutGo resmi bertransformasi menjadi Perseroan Terbatas, menandai langkah penting dalam tata kelola dan operasional bank.

Tahun 2015 penambahan nama “Gorontalo” Bank menambahkan “Gorontalo” dalam nama resmi menjadi Bank SulutGo, memperkuat identitas dan jangkauan layanan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Tahun 2023 Bank SulutGo memiliki gedung kantor pusat baru yang modern, simbol kemajuan dan komitmen jangka panjang dalam melayani masyarakat.

Perayaan ulang tahun kali ini dilaksanakan dengan sederhana sebagai wujud dukungan terhadap Instruksi Presiden dan arahan pemegang saham untuk mewujudkan efisiensi di semua lini.

Kesederhanaan ini tidak mengurangi makna dan semangat, melainkan menjadi refleksi fokus bank yang memiliki semboyan Tangguh, Tumbuh, Berkelanjutan ini pada kinerja yang optimal dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah menegaskan bahwa momentum ulang tahun ini menjadi titik refleksi sekaligus motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat dan pemegang saham. Dengan semangat ‘Tangguh, Tumbuh Berkelanjutan’, kami optimis dapat menghadapi tantangan dan memperkuat posisi Bank SulutGo sebagai bank kebanggaan masyarakat Sulut dan Gorontalo,” ujarnya.

Bank milik masyarakat Nyiur Melambai dan Hulundalo ini terus berkomitmen menjadi mitra keuangan terpercaya yang tangguh dan tumbuh berkelanjutan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Afer)

Meimonews.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjalin kerja sama strategis dengan 25 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia termasuk Bank SulutGo (BSG) dalam pelaksanaan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berlangsung di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/4/2025)

Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah, mewakili salah satu BPD yang ikut serta, secara langsung menandatangani PKS bersama 24 pimpinan BPD lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mendukung digitalisasi tata kelola keuangan pemerintah daerah, khususnya dalam proses pencairan dana yang kini dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien melalui platform SIPD.

Pelaksanaan SP2D secara online diharapkan dapat mempercepat aliran dana dari pemerintah pusat ke daerah, mengurangi potensi kesalahan administrasi, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan daerah. Sistem ini juga memudahkan koordinasi antara Kemendagri dan BPD dalam mengelola dana pemerintah daerah secara real-time.

Pepah menyampaikan, partisipasi Bank SulutGo dalam kerja sama ini menunjukkan komitmen bank dalam mendukung transformasi digital di sektor publik dan peningkatan layanan perbankan kepada pemerintah daerah.

Pepah menegaskan, implementasi SP2D online melalui SIPD akan memberikan manfaat besar bagi efisiensi pengelolaan keuangan daerah dan pelayanan publik.

Acara penandatanganan ini menandai tonggak penting dalam kolaborasi antara Kemendagri dan BPD di seluruh Indonesia untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah melalui teknologi digital, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. (Afer)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat sinergi pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pemungutan Pajak dan Sinergi Pemungutan OPSEN.

Acara penandatanganan ini dilaksanakan di Jakarta, Rabu (20/11/2024) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI.

Penandatanganan ini disaksikan Penjabat Gubernur Gorontalo, Bupati/Walikota se-Provinsi Gorontalo, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota, Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah, Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, serta Kepala Badan Keuangan/Pendapatan se-Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Horas Maurits Panjaitan menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah.

Melalui kesepakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemungutan pajak, sehingga PAD dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Sinergi ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik,” ujar Horas.

Salah satu fokus utama dari kesepakatan ini adalah optimalisasi pemungutan OPSEN (Opsi Penerimaan Pendapatan Daerah).

OPSEN merupakan bagian dari pendapatan daerah yang diperoleh dari hasil kerjasama dengan pihak ketiga.

Dengan mengoptimalkan OPSEN, diharapkan dapat menambah sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.

Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Bank SulutGo berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah, termasuk dalam hal pemungutan pajak.

“Bank SulutGo siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Revino.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah, sehingga dapat digunakan untuk membiayai pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kesepakatan ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pengelolaan keuangan daerah. (Afer)