Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Pit Stop Akreditasi Starkes di aula lantai 1 rumah sakit, Selasa – Jumat (23-26/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Ekwanto (Direktur Perencanaan dan Keuangan) di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagiani,

Ketua Akreditasi RSUP Kandou Ronaldy Tumbel dalam sambutannya menjelaskan, Pit Stop merupakan bagian dari rangkaian persiapan akreditasi yang bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dan standar yang dipersyaratkan telah dipenuhi sebelum pelaksanaan survei akreditasi.

“Pit Stop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tim akreditasi untuk mempersiapkan seluruh hal yang menjadi kebutuhan dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Ekwanto dalam sambutannya mewakili Dirut RSUP Kamdou Starry Homenta Rampengan mengatakan, kegiatan Pit Stop menjadi momentum bagi seluruh insan RSUP Kandou untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Starkes).

Menurutnya, target RSUP Kandou bukan hanya mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna, tetapi juga memastikan budaya keselamatan pasien dan mutu pelayanan benar-benar diterapkan dalam setiap aspek pelayanan rumah sakit.

“Akreditasi bukan sekadar dokumen di atas meja atau sertifikat di dinding. Akreditasi adalah cerminan nyata bagaimana kita mengidentifikasi pasien dengan benar, membangun komunikasi yang efektif, menerapkan kepatuhan terhadap hand hygiene, serta mengelola risiko di setiap unit pelayanan,” jelas Ekwanto

Ekwanto mengajak seluruh unit, mulai dari tenaga medis, keperawatan, penunjang hingga administrasi, memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi, melakukan simulasi alur pelayanan, serta segera melakukan perbaikan terhadap setiap kekurangan yang ditemukan.

“Kita semua adalah satu kesatuan tim. Kekuatan sebuah rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah. Karena itu, mari bersama-sama menunjukkan dedikasi dan profesionalisme agar RSUP Kandou terus memberikan pelayanan yang aman dan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ekwanto berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan semangat dan komitmen tinggi demi meraih hasil akreditasi terbaik.(Fer)

Meimonews.com – Tindak lanjut Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes No. HK.02/F/6014/2025 tentang Tim Pembina Tata Kelola Rumah Sakit Milik Kemenkes dan Rumah Sakit Milik Daerah (RSMD), RSUP Kandou ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit pembina mengadakan Pembinaan Tata Kelola Keuangan RSMD di Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou ini dilaksanakan Senin – Jumat (2-6/2/2026).

Peserta kegiatan adalah perwakilan dari RSUD Bolaang Mongondow Utara, RSUD Bolaang Mongondow Selatan, RSUD Bolaang Mongondow Timur, serta RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo.

Seluruh peserta merupakan pejabat atau staf yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang keuangan dan akuntansi rumah sakit.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi, bimbingan teknis, serta pendampingan intensif terkait penyusunan laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit.

Kegiatan berupa Penyusunan Laporan Monitoring Kinerja Keuangan dan Operasional Rumah Sakit ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Kandou Ekwanto, mewakili Dirut Starry Homenta Rampengan,

Dalam sambutannya, Ekwanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peran RSUP Kandou sebagai rumah sakit pembina tata kelola bagi rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan rumah sakit milik daerah mampu menyusun laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit secara baik, benar, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin Manager Akuntansi dan BMN RSUP Kandou Christy Nansi Gagundali bersama tim kerja Akuntansi dan BMN.

Melalui pembinaan ini, RSUP Kandou berharap terjadi peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan rumah sakit daerah sehingga tata kelola keuangan rumah sakit semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Fer)