Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) kembali membuktikan peran strategisnya sebagai Campaign Manager Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di tingkat regional.

Itu terlihat ketika Bank SulutGo berkolaborasi aktif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar edukasi keuangan masif bagi masyarakat Kabupaten Bone Bolango, Kamis (22/6/2026).

Kegiatan ysbg dipusatjan dipusatkan di Grand Palace Convention Center (GCC)nKota Gorontalo ini mengangkat tema Satu langkah literasi, sejuta peluang mandiri: cerdas mengelola keuangan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Agenda ini berhasil mempertemukan sedikitnya 250 nasabah PNM yang merupakan para pelaku UMKM perempuan serta industri rumah tangga di wilayah Bone Bolango untuk didorong naik kelas.

Acara akbar ini dihadiri antara lain Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert HP Sianipar, Pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana, Pemimpin Cabang PNM Manado Zulfikar Arsyad.

Selain itu, Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan, Komisaris Independen Bank SulutGo Rania Riris Ismail, Area Head Gorontalo Bank BRI Dhinar Adi Nugroho; serta Pimpinan Cabang Pegadaian Utara Irmanto H. Aswin.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan dibukanya Coaching Clinic khusus bagi Nasabah PNM, yang terbagi dalam Kelas Karawo (kerajinan khas lokal), Kelas Memasak, dan Kelas Konsultasi Usaha mandiri.

Kehadiran tamu VVIP disambut hangat lewat tarian tradisional Saronde, yang dilanjutkan dengan sesi Fashion Show Produk unggulan hasil karya para pelaku usaha binaan.

Memasuki sesi seremonial, Pemimpin Cabang PNM Manado, Kepala OJK SulutGo serta Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo secara bergiliran memberikan sambutan pembuka.

Dalam sambutannya, Wagub Gorontalo menyampaikan bahwa akselerasi literasi adalah kunci utama agar pelaku ekonomi lokal di Bone Bolango tidak sekadar bertahan, namun mampu mandiri menangkap peluang pasar baru yang aman dan terbebas dari jerat kejahatan siber keuangan.

Puncak acara ditandai dengan Opening Ceremony berupa penyerahan plakat dan foto bersama yang dilakukan secara simbolis oleh 7 unsur pimpinan instansi utama, diikuti dengan penyerahan bantuan dan fasilitas inklusi perbankan secara simbolis dari PNM, Bank SulutGo, dan BRI kepada perwakilan nasabah.

Guna memberikan pembekalan yang komprehensif, sesi edukasi inti diisi oleh panel pemateri ahli yang memberikan pembekalan secara maraton.

OJK SulutGo membuka materi pertama dengan membedah strategi nasional Gencarkan, diikuti oleh pemaparan materi penguatan Produk dan Jaringan Digital oleh Bank SulutGo (BSG).

Bank Indonesia kemudian melanjutkan edukasi terkait stabilitas moneter dan digitalisasi sistem pembayaran.

Tak kalah penting, pemaparan pelindungan aset usaha dan investasi mikro turut disampaikan oleh perwakilan dari BRINS Gorontalo, BRILife Gorontalo, serta PT Pegadaian Gorontalo.

Direktur Operasional Bank SulutGo, di sela-sela peninjauan booth pameran menyatakan bahwa keterlibatan aktif BSG dalam perhelatan ini adalah wujud tanggung jawab moral bank daerah untuk memastikan inklusi keuangan menyentuh pelaku usaha akar rumput.

Dengan integrasi ekosistem digital BSG, para nasabah PNM diharapkan mampu melakukan pencatatan transaksi yang lebih akuntabel dan efisien.

Acara yang berlangsung semarak ini ditutup dengan penarikan undian doorprize menarik bagi para peserta sebelum diakhiri secara resmi pada pukul 14.00 Wita.

Melalui kolaborasi kuat multipihak ini, Bank SulutGo optimistis perekonomian daerah di Kabupaten Bone Bolango akan bergerak lebih dinamis dan kokoh menuju tatanan masa depan yang lebih sejahtera. (elka)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong percepatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Hal itu terjadi lihat ketika BSG bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo. Rabu (10/6/2026).

Agenda yang berlangsung edukatif ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Robert H.P. Sianipar; Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J.Parengkuan; serta Komisaris Bank SulutGo Rania Riris Ismail.

Kegiatan ini secara khusus menyasar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai segmen prioritas.

Kegiatan diawali sambutan Kepala OJK SulutGo yang menjelaskan bahwa program Gencarkan merupakan fondasi penting untuk membekali para pelaku usaha agar lebih waspada terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan digital, seperti investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

OJK berharap melalui gerakan masif ini, indeks literasi keuangan masyarakat daerah terus merangkak naik secara berkelanjutan.

Sekda Kabupaten Gorontalo ketika membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada OJK dan Bank SulutGo atas inisiasi pemberdayaan finansial bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo.

Menurutnya, manajemen keuangan yang cerdas dan adopsi layanan perbankan digital merupakan kunci utama agar UMKM lokal dapat berkembang, berdaya saing, dan naik kelas.

Sebagai Campaign Manager program Gencarkan di tingkat Provinsi, Bank SulutGo memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memberikan edukasi secara teori, melainkan juga memfasilitasi akses keuangan secara riil.

Kehadiran Direktur Operasional dan Komisaris BSG menegaskan dukungan penuh manajemen puncak terhadap penguatan pilar inklusi keuangan daerah.

Dalam rangkaian acara ini, Bank SulutGo melalui Duta Literasi digital yang ditugaskan berkolaborasi bersama jajaran Kantor Cabang Limboto membuka meja layanan inklusi langsung di lokasi.

Para pelaku UMKM yang hadir diberikan pendampingan praktis untuk melakukan pembukaan rekening tabungan massal, pemanfaatan aplikasi BSGtouch, aktivasi QRIS Merchant untuk digitalisasi transaksi usaha, hingga pengenalan skema permodalan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG.

Melalui sinergi kokoh antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo, OJK, dan Bank SulutGo, diharapkan para pelaku UMKM di Bumi Panua ini dapat mengelola finansial usahanya dengan lebih sehat, efisien, dan modern demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Berkomitmen kuat dalam memperluas jangkauan inklusi dan memperdalam pemahaman literasi keuangan bagi pelaku usaha daerah, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sukses digelar di Tondano, Kabupaten Minahasa, Selasa (26/5/2026).

Agenda masif ini secara khusus menyasar ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Minahasa sebagai pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan.

Kegiatan strategis ini dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang; Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman P. Siahaan, Direktur Operasional Bank SulutGo (BSG) Louisa J. Parengkuan, Pejabat Sementara (Pjs) Pemimpin Bank SulutGo Kantor Cabang Tondano serta Pemimpin Cabang Bank Mandiri Tondano.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur OJK SulutGoMalut menekankan bahwa program Gencarkan 2026 didesain secara terarah agar para pelaku usaha mikro memiliki tameng yang kuat terhadap ancaman kejahatan finansial digital, sekaligus mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal demi perluasan pasar usaha.

Ketika membuka kegiatan, Wakil Bupati Minahasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi aktif antara OJK dan sektor perbankan di Tanah Minahasa.

Ditegaskan, UMKM Minahasa harus naik kelas, bukan hanya dari sisi kuantitas produksi, tetapi juga dari kemandirian dan kecerdasan dalam pengelolaan manajemen keuangan usaha.

Sesi edukasi dan literasi keuangan dipaparkan secara mendalam dan interaktif oleh para narasumber ahli.

Perwakilan OJK SulutGoMalut Shinta Korah mengupas tuntas terkait regulasi pelindungan konsumen serta pentingnya mengenal legalitas Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).

Melanjutkan pilar literasi dan inklusi praktis perbankan, sosialisasi dibawakan secara sinergis oleh Miranda Wakari yang mewakili manajemen Bank SulutGo (BSG), bersama dengan perwakilan dari Kantor Cabang Bank Mandiri Tondano.

Dalam pemaparannya, tim perbankan memberikan panduan nyata mengenai manajemen pemisahan kas usaha, efisiensi transaksi harian melalui integrasi pembayaran QRIS, perluasan jaringan Agen Laku Pandai, hingga kemudahan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro yang aman bagi ekosistem UMKM.

Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemerintah Kabupaten Minahasa, Bank SulutGo selaku Campaign Manager Provinsi, dan Bank Mandiri ini, diharapkan para pelaku UMKM di Minahasa dapat tumbuh menjadi pengusaha yang cerdas finansial, tangguh, dan akuntabel demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) jalin kerjasama strategis dengan PT Mitra Edukasi Nusantara (MEN) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai layanan pembayaran atas pengadaan barang/jasa pemerintah daerah melalui marketplace TokoGramedia.com.

Kerjasama ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi belanja pemerintah daerah, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, secara digital dan transparan.

Acara penandatanganan PKS ini diadakan di Jakarta, Kamis (9/10/2025) dan dihadiri oleh jajaran direksi serta perwakilan dari kedua belah pihak.

Dari pihak Bank SulutGo, hadir Louisa J. Parengkuan selaku Direktur Operasional Bank SulutGo. Sementara dari PT. Mitra Edukasi Nusantara (PT MEN) dipimpin langsung oleh Direktur Utama Irawan.

Turut hadir mendampingi Irawan adalah Susilowati (Sales Support Manager), Ary Prabawa(Marketing Manager), Lisa (Legal Officer), Yenni (Finance Officer), dan Denny (Business Process Analyst / Staff to Director).

Louisa menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah nyata Bank SulutGo dalam mendukung transformasi digital sektor keuangan daerah dan memajukan ekosistem pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

“Kami menyadari pentingnya efisiensi dan transparansi dalam belanja pemerintah daerah,” ujarnya mewakili Dirut Revino M. Pepah.

Melalui PKS ini, sambung Louisa, Bank SulutGo akan menyediakan layanan pembayaran yang terintegrasi langsung dengan platform TokoGramedia.com, memastikan setiap transaksi pengadaan dapat diselesaikan dengan aman, cepat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Irawan mengungkapkan antusiasmenya terhadap kemitraan ini. “TokoGramedia.com telah berkomitmen menjadi solusi terpercaya bagi pemerintah daerah untuk pengadaan barang/jasa,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan layanan pembayaran dari Bank SulutGo, Irawan yakin proses belanja daerah akan semakin mudah dan menjangkau lebih banyak UMKM serta penyedia lokal yang terdaftar di marketplace kami.

Kerjasama ini secara spesifik mencakup integrasi sistem pembayaran Bank SulutGo dengan TokoGramedia.com, memungkinkan entitas pemerintah daerah yang menggunakan Bank SulutGo sebagai bank mitra untuk melakukan pembayaran pengadaan barang/jasa secara real-time dan non-tunai.

Kolaborasi strategis antara BUMD perbankan dan marketplace pengadaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga turut serta dalam memperkuat implementasi e-Government dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di daerah. (Afer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Selasa (8/7/2025).

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan, serta mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Kegiatan yang berlangsung antusias ini dihadiri oleh Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Minahasa Selatan Joins Langkun (mewakili Bupati Minahasa Selatan Franky D. Wongkar).

Selain itu, Asisten Direktur Kantor OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut), Rizky Betadi Putra (mewakili Kepala OJK SulutGoMalut Rizky) dan Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan (mewakili Dirut Revino M. Pepah).

Dalam sambutannya, Langkun mengapresiasi kolaborasi antarlembaga ini dan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kemajuan ekonomi masyarakat. “Peningkatan literasi keuangan adalah kunci agar masyarakat dapat membuat keputusan finansial yang tepat, terhindar dari investasi bodong, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Rizky menyampaikan bahwa OJK berkomitmen penuh dalam melindungi konsumen jasa keuangan dan terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat vital untuk memastikan masyarakat Modoinding mendapatkan akses informasi yang akurat dan komprehensif mengenai berbagai produk keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Louisa memberikan pemahaman mengenai produk-produk perbankan yang ditawarkan oleh Bank SulutGo, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan dan pelaku UMKM.

“Kami berharap masyarakat Modoinding dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perbankan yang kami sediakan untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka, baik itu untuk tabungan, kredit usaha, maupun transaksi digital,” tutur Ibu Louisa.

Kepala Cabang BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Amurang Aloysius Yadhi Kustanto menjelaskan berbagai produk dan layanan BRI yang dirancang untuk mendukung sektor pertanian dan UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi di Modoinding.

“BRI selalu siap menjadi mitra bagi para petani dan pelaku usaha kecil di Modoinding. Kami memiliki berbagai program pembiayaan dan layanan keuangan yang dapat membantu mengembangkan usaha mereka,” ujar Aloysius.

Melalui kegiatan yang diisi dengan sesi interaktif, tanya jawab, dan pembagian materi edukasi ini diharapkan masyarakat Modoinding semakin melek finansial dan dapat memanfaatkan layanan perbankan secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup mereka.(Afer)

Meimonews,com – PNM (Permodalan Nasional Madani) bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan perbankan menggelar acara bertajuk UMKM Cerdas Ekonomi Kuat: Literasi Keuangan dan Digitalisasi Indonesia Maju sebagai bagian dari Kick off Bulan Literasi Keuangan 2025. Acara ini berlangsung di Grand Sumber Ria Ballroom, Gorontalo, Rabu (21/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 perempuan yang terdiri dari pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam perekonomian melalui peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi.

Acara dibuka dengan sambutan dan paparan dari para narasumber terkemuka, antara lain Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut) Robert HP Sianipar, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.

Executive Vice President Bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Wisnandi Habang dan Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan.

Sianipar dalam pemaparan materinya menjelaskan pentingnya literasi keuangan dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM.

Rusli menekankan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM dan pemanfaatan teknologi digital dalam memperkuat ekonomi lokal.

Habang memaparkan berbagai program pembiayaan dan pelatihan untuk mendukung UMKM agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan digitalisasi.

Louisa berbagi strategi perbankan dalam memperluas akses layanan keuangan digital bagi pelaku UMKM di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.

Acara ini menghadirkan berbagai sesi edukasi dan diskusi interaktif yang bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan, penggunaan teknologi digital, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara PNM, OJK, dan perbankan, diharapkan UMKM di Gorontalo khususnya dan Indonesia pada umumnya semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta mampu memanfaatkan digitalisasi untuk memperkuat daya saing dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

UMKM Cerdas Ekonomi Kuat menjadi tema sentral yang menggambarkan komitmen bersama dalam mendorong literasi keuangan sebagai fondasi utama menuju Indonesia maju dan sejahtera. (Afer)