Meimonews.com – Terpilihnya Daniella Vannessa Wowor, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sebagai President Asia Law Students International (ALSA) 2025-2026 mendapat tanggapan dan apresiasi dari pimpinan institusi pendidikannya.
Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma VT Senewe merasa bangga dan mengapresiasi torehan prestasi yang mengharumkan nama baik Unsrat dan Fakultas Hukum Unsrat bahkan daerah Sulut tersebut.
“Sebagai Rektor, saya bangga karena ada mahasiswa Unsrat bisa berprestasi dan mengharumkan nama institusi/Unsrat di tingkat Asia,” ujar Rektor kepada Meimonews.com dan RRI.co.id di sela acara puncak Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum Unsrat di kompleks fakultas, Selasa (26/8/2025).
Daniella Vannessa Wowor, President ALSA 2025-2026
Prestasi seperti ini, menurut Rektor, menggambarkan bagaiamana pembinaan yang ada di Unsrat, yang punya prestasi-prestasi membanggakan dan mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.
Pernyataan senada disampaikan Dekan Fakultas Hukum Unsrat, yang ditemui terpisah. “Daniella memang mahasiswa berprestasi. Dia mantan mahasiswa IISMA yang aktif di Ormawa,” ujarnya.
Daniella bersama mama dan papa (Grace Waleleng dan Patrick Wowor)
Sebagai pimpinan fakultas, sambungnya, tentu bangga karena ada mahasiawanya berprestasi dan telah mengharunkan nama Fakultas dan Unsrat di tingkat Asia.
Disebutkan, karena fasih berbahasa Inggris maka Danielle banyak terlibat dalam kegiatan internasional.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi putri tunggal pasutri Grace Waleleng (dosen FISIP Unsrat) dan Patrick Wowor (swasta) serta cucu alm. Ben Wowor (penulis/saksi/pelaku sejarah peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946) maka pimpinan fakultas akan mengikutsertakannya dalam progam magang di Kementerian Luar Negeri.
Program magang ini akan berlangsung beberapa bulan yakni dari September 2025 hingga Januari 2026.
Diketahui, Daniella terpilih eebagai President ALSA 2025-2026 lewat proses yang tidak mudah karena harus melewati seleksi pemilihan. (Baca : Daniella Vannessa Wowor Terpilih jadi President ALSA 2025-2026)
Proses pemilihan dimulai dari Juli melalui beberapa kali zoom presentasi hingga puncak pemilihan pada 23 Agustus 2025 dalam Conference ALSA International di UGM Yogyakarta. (FA)
Meimonews.com – Dalam dunia hukum, martabat (dignity) bukan hanya tentang kehormatan pribadi tetapi juga tentang menghargai hak asasi setiap manusia. Sedangkan integritas (integrity) menguatkan komitmen kita agar tetap jujur, konsisten dan bertanggung jawab.
“Tanpa keduanya (martabat dan kehornatan – Red), hukum hanyalah teks kosong tanpa nilai,” ujar Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Fakultas Hukum Unsrat dalam rangka acara puncak peringatan Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum Unsrat di kompleks Fakultas Hukum Unsrat Manado, Selasa (26/8/2025).
Hadir pada sidang senat yang dipimpin Ronald Mawuntu (Ketua Senat Fakultas Hukum) ini antara lain Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, Rektor Unsrat, para Dekan Fakultas se-Unsrat, sejumlah undangan lainnya, civitas Fakultas Hukum Unsrat serta para alumni.
Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat memberikan sambutan
Rektor menjelaskan, Unsrat senantiasa berdiri teguh sejak 14 September 1965 di atas falsafah luhur bangsa Minahasa yaitu Sitou timou tumoutou (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain).
Falsafah ini mengajarkan kepada kita bahwa ilmu dan pengetahuan yang kita kembangkan di kampus ini haruslah memberi manfaat, membentuk karakter dan menghadirkan nilai kemanusiaan.
Sejalan dengan itu, sebut Rektor, peringatan dies natalis ini mengusung tema yang sangat relevan dan mendalam yaitu Dignity and Integrity (martabat dan integritas). Dua kata ini tidak hanya menjadi nilai dasar profesi hukum tetapi juga menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus)
Rektor percaya, tema dies yakni Dignity and Integrity (martabat dan kehormatan) ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lembaga pendidikan tinggi termasuk Fakultas Hukum Unsrat, harus terus menjaga martabatnya sebagai pencetak insan-insan bermoral, yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berkarakter kuat dan beretika tinggi.
Dies natalis, menurutnya, bukan sekedar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk refleksi, evaluasi sekaligus proyeksi masa depan.
Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma VT Senewe saat memberikan laporan tahunan
Disebutkan, sejak berdirinya pada 1 Agustus 1958, Fakultas Hukum Unsrat telah menjadi pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang hukum (para hakim, jaksa, pengacara, akademisi, politisi, dan pembuat kebijakan) yang tersebar di berbagai daerah, yang membawa nama baik almamater dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai bagian dari komitmen Unsrat, Rektor mendorong Fakultas Hukum untuk terus memperkuat kerjasama dengan institusi nasional dan internasional serta melibatkan alumni dalam pengembangan kurikulum dan penelitian.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini saat membawakan Orasi Ilmiah
“Kita terus dorong agar program studi di lingkungan fakultas semakin responsif terhadap tantangan global, seperti transformasi digital dalam sistem peradilan, tantangan keadilan lingkungan serta penegakan hukum berbasis hak asasi manusia,” ajaknya.
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam.sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay berharap kepada seluruh keluarga besar Fakultas Hukum Unsrat senantiasa menjadi yang terdepan, terus berinovasi dan berkomitmen penuh dalam mengembang tri dharma perguruan tinggi demi mewujudkan misi besar Fakultas Hukum dan Unsrat.
Ketua Panitia Pelaksans Dies Natalis ke-67 Fakultas Hukum Unsrat Donna Okthalia Setiabudhi saat memberikan laporan
Diungkapkan, 67 tahun adalah sebuah perjalanan panjang sarat dengan dedikasi dan ketangguhan. Momentum perayaan ini terasa lebih istimewa karena kita masih berada dalam euforia semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang belum lama kita rayakan bersama yang mana tema semangat itu adalah bersatu berdaulat rakyat sejahtera Indonesia maju.
Setiap pilar dalam tema tersebut sejatinya bertumpu pada hukum kita tegak melalui hukum yang kuat kesejahteraan rakyat dijamin oleh hukum yang berpihak pada keadilan dan kemajuan bangsa dipacu oleh regulasi hukum yang visioner.
Penyerahsn doorprize oleh Rektor kepada salah satu mahasiswa yang mendapat hadia berupa sepeda
“Karena itu misi yang diemban oleh dunia pendidikan hukum adalah mencetak para patriot hukum yang siap mengawal setiap pilar dari sisi besar bangsa tersebut,” ujar Mailangkay mengutip Gubernur,
Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi atas tema yang diangkat yaitu dignity and integrity. Dua kata ini bukan sekedar slogan mainkan pilar fundamental yang harus menjiwai setiap insan hukum.
Dignity atau martabat adalah kehormatan yang kita jaga dalam menegakkan hukum, memastikan setiap individu diperlakukan secara manusiawi sementara integrity (intgeritas) adalah kompas moral yang menjaga konsistensi antara ucapan dan perbuatan antara pengetahuan hukum dan keberanian untuk menegakkan keadilan di tengah derasnya arus informasi.
Menurutnya, kita dihadapkan pada tantangan spesifik yang mengaburkan kebenaran, krisis kepercayaan publik yang mengancam wibawa lembaga dan teknologi yang rawan disalahgunakan.
Untuk kejahatan ini bukan lagi sekedar isu sosial melainkan medan pengujian sesungguhnya bagi profesi hukum. Maka setiap alumni dan mahasiswa hukum harus menjadi bentengnya baik sebagai hakim, pengacara maupun birokrat.
Martabat dan integritas, menurut Gubernur, adalah senjata utama kita. Keduanya menjadi kompas untuk membedakan fakta dan fiksi. Menjadi teladan untuk membangun kembali kepercayaan dan menjaga fondasi etika dalam menghadapi dirupsi digital.
Tanpa keduanya hukum akan lumpuh hanya menjadi kumpulan aturan tanpa jiwa yang kehilangan esensinya sebagai mercusuar keadilan.
Pemerintah Provinsi Sulut, menurut Gubernur, memiliki komitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi di daerah ini. Untuk itu, diajak seluruh civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Kerjasama dalam menyusun regulasi daerah yang inovatif peningkatan literasi hukum masyarakat serta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagaimana misi kedua dalam Asta Cta Pembangunan Daerah Provinsi Sulut.
Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma VT Senewe dalam laporan tahunannya menjelaskan, tema dies ke-67 adalah Dignity and Integrity. Dignity atau martabat adalah penghargaan terhadap nilai dan integritas yang dimiliki sementara integrity/integritas adalah sifat konissten terhadap nilai yang diyakni di antaranya kejuran dan tanggubg jawab, dan diakukan dalam tindakan sehingga dignity dan integrity menjadi dua hal penting untuk dimiliki oleh setiap orang.
Kedua hal ini diharaokan dapat menjadi lifestyle bagi sekuruh civitas akademica Fakultas Hukum Unsrat, dan di momen Dies Natalis ini dapat menjadi pengingat bagi kita sekalian untuk kembali memperbaharui dignity dan integrity kita.
Dikemukakan, perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang tidak terbendung, menghasilksn angkatan mahasiswa generasi Z yang mempunyai pola pikir dan gaya hidup yang sangat dinamis dan berkarakteristik unik sehingga membutuhkan strategi pendidikan yang kreatiif dan berbagai pertimbangan yang hati-hati.
Perubahan dan inovasi kerukulum dilakukan eecara berkala, bekerjasama dengan pemerintah, swasta dan stakeholder sehingga menghaeilkan kurikulum yang sesuai dan kekinian
Fakultas Hukum Unsrat saat ini menggunakan kurikulum 2020 dan kurikulum 2025 sehirgga mahasiswa angkatan 2025 akan menggunakan kurikulum baru yang telah disahkan oleh senat Unsrat.
Demikian pula dengan dukungan sarana dan prasarana yang baik serta pemanfaatan teknologi dalan kegiatan belajar mengajar, memberikan peran penting dalam keberhasilan dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar setiap hari.
Dikemukakan pula, seperti yang disaksikan saat ini, kebudayaan dan peradaban, cenderung telah mengalami pergeseran namun Fakultas Hukum tetap memegang teguh prinsip Bhineke Tunggal Ika sebagai salah satu landasan pelaksanaan Tridarma prguruan tinggi berintegritas dan berwibawa.
.
Reputasi yang dibangun selama 67 tahun, khususnya 4 tahun terakhir, telah membawa Fakultas Hukum pada kampus dengan zona integritas yang anti korupsi, pungli dan gratifikasi.
“Menjaga integritas dan martabat dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-nasing dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum merupakan bagian yang tidak terpisahkan,” tandasnya.
Di kesempatan itu, Senewe lantas memberikan laporan singkat pelaksanaan kegiatan tridharna di Fakultas Hukum Unsrat selama satu tahun terakhir termasuk perkembamgan jumlah mahasiswa, proses pendidikan dan pelayanan kependidikan, serta jumlah tenaga kependidikan, termasuk prestasi yang diraih
Dalam rangka membangun citra dan networking, Senewe menyebutkan kerjasama-kerjasama yang telah terjalin dengan sejumlah pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalie ke-67 Fakultas Hukum Unsrat Donna Okthalia Setiabudhi dalam laporannya menyebutkan, dalam dies tahun ini berbagai rangkaian kegiatan telah diselenggarakan, antara lain pertama, Infinix AI Workshop Plan : Empowering productivity with Google Campus Connect pada Rabu (23/4/2025); kedua, Pembukaan Dies pada Senin (9/6/3025).
Ketiga, Ziarah ke makam-makam Dekan Fakutas Hukum Unsrat pada.Jumat (2/5/2025); keempat, Seminar dan sosialisasi hukum serta Lomba debat hukum pada Jumat (11/7/2025).
Kelima, Bakti sosial dan Anjangsana ke Desa Wangurer untuk mengunjungi Panti Asuhan Suara Kasih dan Panti Asuhan Umul MukminMariah Al-Qibtiyah Muhammadiyah/Aisiyah Bitung pada Sabtu (26/7/2035), dan keenam, Acara puncak dies pada Selasa (26/8/2025).
Donna melaporkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, ada kolaborasi/kerjasama dengan pihak tertentu seperti Google dan Infinix, Pemeribtah Kabupaten Minahasa, Kejaksaan Negeri Bitung serta Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unsrat Kota Bitung.
Acara puncak kali ini diwarnai pula dengan, antara lain Orasi Ilmiah oleh Bupati Intan Jaya Aner Maisini, pemasangan lilin ulang tahun oleh Wakil Gubernur dan Rektor,.pemberian cenderanta serta doorprize dan makan bersama. (FA)
Meimonews com – Rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalia ke-67 Fakultas Hukum Unsrat dimulai.
Hal itu ditandai pelepasan balon ke udara oleh Dekan Fakultas Hukum Emma VT Senewe di dampingi Ketua Panitia Donna Setiabudhi, saat acara pembukaan yang diadakan di Astound Hill, Tondano, Jumat (2/5/2025).
Hadir pada acara oembukaan kegiatan yang mengusing tema Dignity and Integrity ini adalah pimpinan dan civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat serta undangan lainnya.
Beberapa undangan yang hadir merupakan alumni Fakultas Hukun Unsrat di antaranya
Ketua PN Tondano Erens Ulaen, Kepala Dinas Kominfo Minahaaa Maya M. Kainde, serta Kepala Biro Hukum dan Ortal Sulut Flora Krisen.
Setelah acara pembukaan yang diwarnai pula dengan lomba yel-yel, diadakan ziarah ke makam mantan-mantan Dekan Fakultas Hukum Unsrat.
Disiapkan pula acara Workshop AI Campus Connect Sponsored by Infinix, Seminar Nasional, Bakti Sosial, Konsolidasi Alumni dan Acara Puncak pada 1 Agustus 2025, sesuai dengan hari lahir Fakultas Hukum Unsrat. (FA)