Meimonews.com – Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat menggelar acara puncak peringatan Dies Natalis ke-61 di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (6/11/2025).

Acara puncak tersebut dilakukan dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Jermias Tjakra dan dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, anggota senat fakultas,, pimpinan fakultas, civitas akademika Fatek, serta undangan lainnya termasuk Dekan-dekan Fakultas di lingkungan Unsrat.

Acara puncak dies kali ini diwarnai dengan orasi ilmiah oleh Verry Latuwamalu yang membawakan materi Model pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan fasilitas pariwisata di pulau-pulau kecil terluar Kabupaten Talaud dengan pendekatan Artificial IntelegenIntelegen (AI).

Ada juga pelepasan dan penerimaan mahasiswa dan dosen, penyerahan cenderamata untuk purnabakti, pemasangan lilin, doa syukur, penyerahan penghargaan kepada Dekan-dekan periode sebelumnya, dan beberapa acara lainnya baik masih dalam rangkaian sidang senat terbuka maupun setelahnya.

Dekan Fatek Unsrat Fabian J. Manoppo dalam samburan dan laporan tahunan menjelaskan tentang visi dan misi Fatek Unsrat serta tonggak capaian pengembangan Fatek Unsrat.

Dipaparkan pula jumlah mahasiswa per jurusan (ada 4 jurusan) dan program studi baik mahasiswa baru maupun jumlah total mahasiswa Fatek yang berjumlah 3638, jumlah lulusan dari beberapa tahun terakhir dan IPK rata-rata setiap prodi yang mencapai 3,44.

Dipaparkan pula lama studi perprodi, junlah predikat cum laude serta prestasi-prestasi yang diraih selama ini baik kategori bermawa.maupun non bermawa serta profil Fatek.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat menegaskan, perayaan hari jadi ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi merayakan 61 tahun dedikasi, 61 tahun kontribusi dan 61 tahun Fakultas Teknik menjadi pilar kemajuan di Universitas Sam Ratulangi.

Dengan tema Engineering transformation in the AI era, innovative, adaptive, sustainable ini sebut Rektor, kita telah sepenuhnya memasuki era di mana kecerdasan buatan (AI) bukan lagi fiksi, melainkan alat kerja fundamental.

“Apa yang dulu kita anggap sebagai keajaiban teknologi, kini menjadi standar baru dalam desain, analisis dan manufaktur,” ujar Rektor.

Rektor berharap, Fakultas Teknik menjadi pusat unggulan yang mencetak insinyur-insinyur masa depan, yakni mereka yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi berpikir kritis, kolaboratif dan beretika. (FA)